JATIMRAYA.COM – Sejumlah wilayah Indonesia diprakirakan mengalami hujan yang dapat disertai kilat atau petir pada hari Selasa ini 5 Desember 2023.
Demikian menurut peringatan dini cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Situs BMKG, Selasa, menyebutkan hujan disertai petir berpotensi terjadi di wilayah:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.
Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.
Kemudian, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara.
Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Barat.
Baca Juga:
Khofifah Apresiasi 505 Sekolah Jatim yang Berpartisipasi dalam ImagiNation 2026
Kasus Penyadapan Prabowo Jadi Sorotan, Airlangga: Pengaruhi Sentimen Investor
BP Tapera Kejar Target 350.000 Rumah Subsidi, Realisasi Baru 200.698 Unit
Sementara itu wilayah dengan potensi angin kencang yakni Aceh, Sumatera Selatan, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
BMKG menyampaikan berdasarkan model filter spasial Madden Julian Oscillation (MJO) pada tanggal 5-6 Desember 2023.
Gangguan fenomena MJO secara spasial terpantau aktif di Samudera Hindia utara-barat Sumatera, Laut Andaman, Teluk Thailand Laut Cina Selatan.
Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, dan papua bagian selatan.
Baca Juga:
Trisakti dan Keberanian Mengoreksi Kawan
11 Provinsi Sudah Mendaftar, Porwanas 2027 di Lampung Bidik 5.000 Peserta
Kondisi itu, kata BMKG, berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Sebelumnya Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengimbau masyarakat untuk waspada peningkatan potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
“Kondisi cuaca dan iklim di seluruh wilayah Indonesia saat ini menunjukkan adanya signifikansi dinamika atmosfer”.
“Yang dapat berdampak pada potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia,” katanya.
Ia mengemukakan beberapa fenomena atmosfer yang terpantau cukup signifikan dan dapat memicu peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.
Diantaranya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang saat ini mulai memasuki wilayah Indonesia bagian barat.
Baca Juga:
BI Catat Cadangan Devisa RI Oktober 2026 Capai US$146,8 Miliar
Gugatan Hak Cipta Lagu “Swim” BTS Resmi Dicabut di Amerika Serikat
Insentif PPh 21 DTP 2027 Bakal Berlaku untuk Semua Karyawan Bergaji di Bawah Rp10 Juta
“MJO diprediksikan dapat terus aktif di sekitar wilayah Indonesia hingga periode Dasarian I Desember 2023.”
“Dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia,” paparnya.***















