Wakil Ketua DPRD Pamekasan: Mahasiswa Harus Kuasai AI dan Nalar Kritis di Era Industri 5.0

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMRAYA.COM – Menghadapi arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang kian masif, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, H. Khairul Umam, menekankan pentingnya adaptasi dunia pendidikan terhadap era Revolusi Industri 5.0.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Pendidikan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Matematika Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Rabu (17/6/2026).

Dalam pemaparannya di hadapan ratusan mahasiswa, legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pamekasan ini menjelaskan bahwa era Revolusi Industri 5.0 tidak sekadar berfokus pada kecanggihan teknologi, melainkan bagaimana menyelaraskan teknologi tersebut dengan humanisme dan pemikiran manusia yang mendalam.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Revolusi Industri 5.0 menuntut kita untuk tidak hanya menjadi penonton perkembangan zaman. Kita harus menyikapinya dengan merawat nalar kritis, salah satunya melalui pembelajaran berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),” ujar Khairul Umam.
AI Sebagai Mitra, Bukan Pengganti Peran Manusia

Pria yang dikenal dengan jargon TaretanKU ini menambahkan, kehadiran AI di dunia pendidikan, khususnya dalam disiplin ilmu eksakta seperti matematika, harus dipandang sebagai peluang besar. Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu (tool) yang sangat efektif untuk mempercepat pemahaman materi dan menganalisis data secara akurat.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa kecanggihan teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan esensi sejati dari pemikiran kritis manusia.

Pemanfaatan AI, jepasnya, digunakan untuk efisiensi data, visualisasi konsep matematika yang rumit, dan personalisasi pembelajaran.
Atas hal itu, dibutuhkan peran nalar kritis. Fungsinya sebagai filter etika, pemecahan masalah yang kompleks, serta pengambil keputusan yang bijak.

“AI bisa memberikan data dan jawaban dalam hitungan detik, tetapi nalar kritislah yang menentukan apakah jawaban tersebut valid, etis, dan bermanfaat bagi masyarakat. Di sinilah peran penting mahasiswa Tadris Matematika UIN Madura sebagai calon pendidik masa depan,” imbuhnya.
Dukungan Legislatif untuk Pendidikan Berbasis Teknologi

Sebagai representasi rakyat di parlemen Pamekasan, Khairul Umam menegaskan bahwa PKB dan DPRD Pamekasan terus berkomitmen mendukung peningkatan mutu pendidikan lokal yang berbasis teknologi mutakhir.

Ia berharap kampus-kampus di Madura, khususnya UIN Madura, mampu melahirkan inovator-inovator yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Seminar yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dinamis antara sang legislator dan para mahasiswa yang antusias mendalami integrasi antara matematika, logika, dan teknologi kecerdasan buatan. (as)

Berita Terkait

Mahasiswa UIN Madura Sukses Pentaskan Drama “HAH” Karya Putu Wijaya
Peringati HUT ke-14, Kabar Madura Dapat Dukungan Tokoh Agama dan Akademisi Madura
Pemuda Diduga ODGJ Ditemukan Tewas Mengambang di Pintu Air Kanal Magetan
Pria 33 Tahun di Madiun Ditemukan Meninggal Dunia Tergantung di Pohon
Ribuan Masyarakat Ikuti HUT ke-14 Kabar Madura, Achsanul Qosasi: Semoga Kita Jadi Orang Pojur!
Pemkab Sidoarjo Genjot Revitalisasi TPS 3R untuk Kurangi Beban TPA Griyo Mulyo
BRI Sumenep: Proses Lelang Agunan Nasabah Bermasalah Telah Sesuai Ketentuan
TK Cahaya Kita Sidoarjo Lepas 26 Siswa Angkatan ke-24, Wali Murid Haru Saksikan Pentas Seni

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:03 WIB

Wakil Ketua DPRD Pamekasan: Mahasiswa Harus Kuasai AI dan Nalar Kritis di Era Industri 5.0

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:26 WIB

Mahasiswa UIN Madura Sukses Pentaskan Drama “HAH” Karya Putu Wijaya

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:16 WIB

Peringati HUT ke-14, Kabar Madura Dapat Dukungan Tokoh Agama dan Akademisi Madura

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:24 WIB

Pemuda Diduga ODGJ Ditemukan Tewas Mengambang di Pintu Air Kanal Magetan

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:20 WIB

Pria 33 Tahun di Madiun Ditemukan Meninggal Dunia Tergantung di Pohon

Berita Terbaru