JATIMRAYA.COM – Bupati Subandi gerak cepat. Pemkab Sidoarjo perkuat penanganan sampah dari hulu ke hilir biar TPA Griyo Mulyo Jabon nggak cepat penuh. Daya tampungnya cuma sisa 7 tahun kalau polanya nggak diubah.
Lewat rakor dengan DLHK di Opsroom, Subandi minta semua pihak turun tangan. “Soal sampah bukan cuma tugas DLHK. Camat, desa, RT, sampai masyarakat harus bergerak,” tegasnya.
3 langkah utama Pemkab:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. *Pemetaan total 210 TPS 3R*: 22 berjalan baik, 77 kinerja sedang, 86 rendah, 25 mangkrak. TPS 3R sekarang baru layani 34,87% dari 311.688 KK.
2. *Digitalisasi*: Semua OPD wajib pakai dashboard. Isinya pantau kondisi TPS, angkut sampah, sampai retribusi warga. Kominfo diminta dukung sisi teknologinya.
3. *Genjot anggaran*: Rp4,02 miliar buat pertahankan 22 TPS 3R yang bagus. Rp14,12 miliar buat upgrade 77 TPS 3R sedang: mesin pemilah, conveyor, insinerator, motor roda tiga.
Data DLHK: sampah Sidoarjo 892,26 ton/hari. 59% atau 534 ton masih langsung ke TPA. 77,24% sampahnya masih tercampur. 9,7% atau 86,58 ton/hari dibuang liar.
Baca Juga:
Ketua Karang Taruna Pamekasan Apresiasi Pemuda yang Sulap Kedelai Jadi Peluang Usaha
Mouser Electronics Raih Penghargaan Top Customer Count Asia 2025 dari NXP untuk Pertama Kalinya
Menjadi Samudra: Pelajaran Sufistik dari Sungai yang Takut Lenyap
Makanya Pemkab pasang CCTV di titik rawan + sanksi tegas biar ada efek jera. Targetnya: Sidoarjo bersih, sehat, asri, bebas krisis sampah.
“Kalau nggak mulai hari ini, masalah sampah nggak akan selesai,” tutup Subandi. (Rin)













