Ketua Karang Taruna Pamekasan Apresiasi Pemuda yang Sulap Kedelai Jadi Peluang Usaha

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMRAYA.COM – Citra Karang Taruna yang kerap dianggap hanya aktif saat menggelar lomba agustusan perlahan terkikis di Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan. Lewat tangan dingin para pemudanya, organisasi ini bertransformasi menjadi wadah wirausaha mandiri dengan memproduksi tempe lokal.

Berbekal modal swadaya dari kantong pengurus dan alat produksi yang masih tradisional, para pemuda ini nekat memulai usaha dari nol. Keterbatasan modal justru menjadi bahan bakar yang membakar mental mandiri mereka.

Dwi Ari Oktaufikur Rachman, Ketua Karang Taruna Desa Teja Barat, menceritakan bahwa ide ini lahir dari keprihatinan sosial atas mahalnya harga protein hewani di tingkat desa.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin memberikan solusi pemenuhan gizi masyarakat melalui protein nabati yang murah dan mudah dijangkau, yaitu tempe. Apalagi bahan bakunya melimpah langsung dari petani lokal,” kata Dwi Ari, Minggu (7/6/2026).

Gerakan yang dimulai dua bulan lalu ini tidak berjalan instan. Para pemuda mulanya belajar teori, melakukan uji coba, hingga berguru langsung pada salah satu anggota yang keluarganya memiliki industri rumahan tahu dan tempe. Produk awal mereka bagikan gratis ke tetangga sekitar untuk tes pasar. Setelah mendapat respons positif, barulah mereka masuk ke komersialisasi.

“Awalnya kami hanya mengolah 4 kg kedelai, sekarang sudah naik jadi 6 kg. Konsumen pertama kami adalah warung-warung nasi di sekitar desa,” jelas Dwi Ari.

Ia berharap, dukungan dari berbagai pihak, termasuk Karang Taruna Kabupaten, bisa mengalir agar mereka mampu meningkatkan teknologi produksi. “Kalau alatnya sudah modern, kami targetkan bisa memproduksi tahu juga. Intinya, kami ingin memotivasi pemuda lain agar tidak takut melangkah,” tuturnya optimis.

Langkah konkret pemuda Desa Teja Barat ini diacungi jempol oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Pamekasan, Moh. Faridi. Menurutnya, inilah esensi asli dari organisasi kepemudaan: eksekusi, bukan sekadar adu konsep di meja diskusi.

“Kami sangat bangga. Ini adalah bentuk aktualisasi nyata yang visioner,” puji Faridi, Senin (8/6/2026).

Faridi, yang juga merupakan Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Karang Taruna Kabupaten berkomitmen mengawal rantai distribusi penjualan sekaligus menjembatani akses ke stakeholders untuk pengadaan alat produksi yang lebih efisien.

“Inovasi ini harus menjadi pilot project bagi Karang Taruna desa lain di Pamekasan. Saatnya pemuda bergerak dan berdaya bersama,” tutup Faridi. (as)

Berita Terkait

Publikasi Press Release Lebih Hemat, Diskon Persrilis.com Hingga 31 Juli 2026 Dorong Akselerasi Branding Digital
Kekuatan Ekonomi Indonesia Paling Progresif di ASEAN
VFive Group Bidik Peluang Ekonomi Hijau ASEAN Lewat Dua Anak Perusahaan Baru
Pelantikan DPW PROPAMI Surabaya Raya Perkuat Sinergi Kampus dan Industri
Sun Life Indonesia Perluas Kampanye “The One You Can Rely On” ke Lebih Banyak Kota, Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan
Bidik Pendapatan Rp42,5 Miliar, PT Loka Refractories Garap Serius Pasar Magnesia
Alat Drumband Investasi Serius untuk Prestasi, Identitas, dan Keberlanjutan
Jarang Disorot Publik, Eks Glencore Ini Kini Dijuluki Raja Nikel Indonesia

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:43 WIB

Ketua Karang Taruna Pamekasan Apresiasi Pemuda yang Sulap Kedelai Jadi Peluang Usaha

Senin, 18 Mei 2026 - 07:41 WIB

Publikasi Press Release Lebih Hemat, Diskon Persrilis.com Hingga 31 Juli 2026 Dorong Akselerasi Branding Digital

Senin, 11 Mei 2026 - 07:26 WIB

Kekuatan Ekonomi Indonesia Paling Progresif di ASEAN

Senin, 11 Mei 2026 - 07:12 WIB

VFive Group Bidik Peluang Ekonomi Hijau ASEAN Lewat Dua Anak Perusahaan Baru

Senin, 2 Februari 2026 - 19:32 WIB

Pelantikan DPW PROPAMI Surabaya Raya Perkuat Sinergi Kampus dan Industri

Berita Terbaru

Lifestyle

Soekarno dan Luka Nasionalisme Yang Tak Kunjung Sembuh

Senin, 8 Jun 2026 - 09:21 WIB