Hadist Lemah Tentang Ramadhan Dibagi Tiga

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA.COM – Telah masyhur di tengah masyarakat sebuah hadits yang menyatakan bahwa ramadhan dibagi menjadi tiga; Awal ramadhan terdapat rahmat, tengahnya merupakan ampunan dosa dan akhir ramadhan terdapat pembebasan dari api neraka.

Harus dipahami bahwa hadits tersebut diatas adalah hadits yang dhaif (lemah). Justru rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka ada di seluruh ramadhan, bukan sepertiga saja.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah, Rasulullah Saw bersabda:” Sesungguhnya di setiap hari dan malam bulan ramadhan dari ALLOH ada pembebasan dari api neraka, dan bagi setiap muslim ada doa yang jika ia berdoa maka akan diijabah.” (HR. Ahmad)

Dengan demikian jelaslah bahwa di seluruh waktu di bulan ramadhan terdapat rahmat, seluruh ramadhan terdapat ampunan dosa dan seluruhnya terdapat kesempatan bagi orang mukmin untuk terbebas dari api neraka, tidak hanya sepertiganya.

Rahmat dan ampunan ALLOH SWT tidaklah mungkin dibatasi oleh ruang dan waktu.

ALLOH Berfirman:” Rahmat-KU mencakup segala sesuatu.” (QS. Al-A’raf : 156)

Dalam sebuah hadits, Nabi Saw bersabda:” Disetiap malam, ketika tersisa sepertiga malam yang terakhir, TUHAN turun ke langit yang terdekat, lalu berfirman” Barangsiapa berdoa kepada-KU akan AKU kabulkan, siapa yang meminta kepada-KU akan AKU berikan, dan siapa yang memohon ampunan akan AKU ampuni dia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berita Terkait

Berhala Ekonomi Makro dan Paradigma ‘Otomatis’ bagi Sektor Riil
Gubernur Jawa Timur yang Terpasung: Sebuah Refleksi Filosofis tentang Kekuasaan, Ketakutan, dan Pengkhianatan terhadap Atlet
Melampaui Kefanaan: Menyelami Samudera Fana’ul Fana’ sebagai Puncak Tauhid
Pajak, Keadilan Sosial, dan Kedaulatan Ekonomi: Membaca PP No. 20 Tahun 2026 di Tengah Pusaran Geoekonomi Global
Martabat Kedaulatan Yang Terluka: Perang Semesta Melawan Minimarket dan Filosofi Warung yang Tak Boleh Mati
Realitas Pahit di Balik Status Upper-Middle Income Indonesia
“Jangan Cari Perkara”: Rakyat Bisa Tiwikrama
Menakar Dosis Kemunafikan: Ketika Paru-Paru Bangsa Memiliki Kasta

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:46 WIB

Berhala Ekonomi Makro dan Paradigma ‘Otomatis’ bagi Sektor Riil

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:25 WIB

Gubernur Jawa Timur yang Terpasung: Sebuah Refleksi Filosofis tentang Kekuasaan, Ketakutan, dan Pengkhianatan terhadap Atlet

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:57 WIB

Melampaui Kefanaan: Menyelami Samudera Fana’ul Fana’ sebagai Puncak Tauhid

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:26 WIB

Pajak, Keadilan Sosial, dan Kedaulatan Ekonomi: Membaca PP No. 20 Tahun 2026 di Tengah Pusaran Geoekonomi Global

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:44 WIB

Martabat Kedaulatan Yang Terluka: Perang Semesta Melawan Minimarket dan Filosofi Warung yang Tak Boleh Mati

Berita Terbaru