Bau Mulut Orang yang Berpuasa

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA.COM – Bagi orang awam, bau mulut orang yang sedang berpuasa menimbulkan aroma yang tidak sedap. Hal ini dikarenakan oleh penurunan produksi air liur, sehingga bakteri berkembang biak.

Namun dihadapan ALLOH SWT bau mulut orang yang berpuasa lebih harum daripada aroma harumnya minyak kesturi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda:” Umatku dikaruniai lima keistimewaan pada bulan ramadhan yang belum pernah diberikan kepada umat umat sebelum mereka : (1) Bau mulut orang yang berpuasa lebih disukai oleh ALLOH daripada wanginya minyak kesturi, (2)…….(HR. Ahmad dan Baihaqi)

Para ulama besar berbeda penafsiran masalah ‘bau mulut’ orang yang berpuasa:

1. Bahwa di akhirat nanti, ALLOH SWT akan mengganti bau mulut orang yang berpuasa dengan keharuman yang lebih harum dan lebih segar dari minyak kesturi.

2. Pada hari kiamat saat manusia dibangkitkan dari kubur, ada kelompok besar manusia dengan bau mulutnya lebih harum dari minyak kesturi. Inilah kelompok manusia ahli puasa.

3. Bau mulut orang yang berpuasa yang lebih harum dari minyak kesturi; menunjukkan hubungan kasih sayang antara ALLOH SWT dan hamba-NYA yang berpuasa (Kita meyakini meskipun bau mulut orang yang sangat dicintai tidak enak, bagi yang mencintai, bau tersebut lebih harum daripada seribu minyak wangi)

Puasa merupakan salah satu bentuk ibadah yang paling disukai oleh ALLOH SWT, sebuah hadits menyatakan bahwa setiap amalan akan dibawa oleh para malaikat, namun lain dengan puasa.

ALLOH berfirman:” AKU sendiri yang akan memberikannya, karena puasa hanya untuk-KU.”

Berita Terkait

Berhala Ekonomi Makro dan Paradigma ‘Otomatis’ bagi Sektor Riil
Gubernur Jawa Timur yang Terpasung: Sebuah Refleksi Filosofis tentang Kekuasaan, Ketakutan, dan Pengkhianatan terhadap Atlet
Melampaui Kefanaan: Menyelami Samudera Fana’ul Fana’ sebagai Puncak Tauhid
Pajak, Keadilan Sosial, dan Kedaulatan Ekonomi: Membaca PP No. 20 Tahun 2026 di Tengah Pusaran Geoekonomi Global
Martabat Kedaulatan Yang Terluka: Perang Semesta Melawan Minimarket dan Filosofi Warung yang Tak Boleh Mati
Realitas Pahit di Balik Status Upper-Middle Income Indonesia
“Jangan Cari Perkara”: Rakyat Bisa Tiwikrama
Menakar Dosis Kemunafikan: Ketika Paru-Paru Bangsa Memiliki Kasta

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:46 WIB

Berhala Ekonomi Makro dan Paradigma ‘Otomatis’ bagi Sektor Riil

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:25 WIB

Gubernur Jawa Timur yang Terpasung: Sebuah Refleksi Filosofis tentang Kekuasaan, Ketakutan, dan Pengkhianatan terhadap Atlet

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:57 WIB

Melampaui Kefanaan: Menyelami Samudera Fana’ul Fana’ sebagai Puncak Tauhid

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:26 WIB

Pajak, Keadilan Sosial, dan Kedaulatan Ekonomi: Membaca PP No. 20 Tahun 2026 di Tengah Pusaran Geoekonomi Global

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:44 WIB

Martabat Kedaulatan Yang Terluka: Perang Semesta Melawan Minimarket dan Filosofi Warung yang Tak Boleh Mati

Berita Terbaru