Surat Al – An’am (Binatang Ternak)

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA.COM – Dinamakan surat An-An’am, karena dalam surat ini dibahas berbagai hal tentang hukum hewan ternak dan budaya kaum musyrikin Quraisy yang menggunakan hewan ternak sebagai hewan persembahan kepada berhala mereka.

Selain membahas tentang hewan ternak, dalam surat An-An’am. Dalam surat ini juga ada kisah Nabi Ibrahim yang mencari TUHANNYA (ALLOH).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika masih remaja, Ibrahim melakukan pencarian kebenaran. Dia keluar rumah menuju ke sebuah gunung, dipilih nya salah satu gua, disandarkan punggungnya sambil duduk termenung memperhatikan langit, melakukan pengamatan terhadap alam. Ibrahim muda berkeyakinan sesuatu yang disembah pastilah sesuatu yang istimewa dan mempunyai kemampuan yang tak tertandingi.

Kemudian ALLOH memperlihatkan tanda-tanda ke agungan-NYA, dengan memperlihatkan bintang, bulan dan matahari.

Saat malam tiba,

Ibrahim muda melihat sebuah bintang yang terang. Dia pun berkata:” Inilah TUHANKU.”

Saat, bintang itu mulai terbenam, dia berkata:” Aku tidak suka kepada yang terbenam.”

Ibrahim berkeyakinan bahwa yang terbenam/ tenggelam dan menghilang, tidak bisa dianggap sebagai TUHAN.

Kemudian saat Ibrahim melihat bulan terbit dengan sempurna, dia berkata kepada kaumnya:” Inilah TUHANKU.” Akan tetapi ketika bulan itu mulai terbenam dan menghilang, dia pun berkata:” Sungguh, jika TUHANKU tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk kaum yang sesat.”

Kemudian, ketika Ibrahim melihat matahari terbit, dia berkata lagi kepada kaumnya:” Inilah TUHANKU, ini lebih besar.” Akan tetapi, ketika matahari terbenam dan menghilang. Ibrahim pun berkata:” Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari yang kamu persekutukan.”

Inilah alasan Nabi Ibrahim untuk mematahkan keyakinan kaumnya, bahwa semua yang mengalami perubahan itu tidak pantas dianggap sebagai TUHAN.

Petualangan Ibrahim mencari TUHANNYA diabadikan ALLOH SWT dalam Al-Qur’an surat An-Anam ayat 75-80.

Keyakinan Ibrahim sampai derajat ‘ainul yaqin’ saat dia mencincang empat burung yang diletakkan di empat bukit yang berbeda, kemudian saat dipanggil; burung itupun dihidupkan oleh ALLOH SWT dan datang kembali ke Ibrahim. (QS. Al Baqarah: 260)

Berita Terkait

Akar yang Menghidupkan: Santri dan Ikhtiar Menjaga Keutuhan Negeri dan Peradaban
Kedaulatan Ekonomi di Bawah Bayang-Bayang Indeks
Dua Tahun Kekuasaan dan Hak Rakyat Menagih
Dua Tahun Prabowo -Gibran: Fatamorgana Gagasan di Lorong Gelap Birokrasi
MSCI, Pasar Saham dan Kebijakan Ekonomi Presiden Prabowo
Karhutla, Krisis Spiritual, dan Amanah Kekhalifahan: Ketika Hutan Dibakar atas Nama Kemajuan
Pisau Kebenaran dan Bungkus Moral Kekuasaan
Menyikapi Anatomi Operasional Shadow State

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Akar yang Menghidupkan: Santri dan Ikhtiar Menjaga Keutuhan Negeri dan Peradaban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Kedaulatan Ekonomi di Bawah Bayang-Bayang Indeks

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Dua Tahun Kekuasaan dan Hak Rakyat Menagih

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Dua Tahun Prabowo -Gibran: Fatamorgana Gagasan di Lorong Gelap Birokrasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:02 WIB

MSCI, Pasar Saham dan Kebijakan Ekonomi Presiden Prabowo

Berita Terbaru

Lifestyle

Kedaulatan Ekonomi di Bawah Bayang-Bayang Indeks

Kamis, 22 Okt 2026 - 18:45 WIB

Lifestyle

Dua Tahun Kekuasaan dan Hak Rakyat Menagih

Kamis, 22 Okt 2026 - 18:31 WIB

Lifestyle

MSCI, Pasar Saham dan Kebijakan Ekonomi Presiden Prabowo

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:02 WIB