Alloh Mencintai Hambanya Yang Suka Perdamaian dan Mendamaikan Sesamanya

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 30 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA.COM – Cinta ALLOH kepada hamba hamba-NYA adalah suatu karunia yang tidak bisa diukur nilainya, kecuali oleh orang yang mengetahui ALLOH (Ma’rifatullah) secara baik. Dan cinta ALLOH kepada hamba hamba-NYA merupakan salah satu dari sifat sifatnya-NYA yang wajib diimani.

Sebaliknya, cinta hamba kepada RABB nya adalah suatu kenikmatan bagi hamba itu sendiri. Tidak bisa dirasakan, kecuali oleh orang yang mengecap nikmatnya imam. Dan hukumnya fardhu ain bagi semua makhluk, karena ia merupakan manifestasi dari tauhid itu sendiri. Oleh karena itu, seorang mukmin yang mencintai ALLOH tidak boleh mencintai sesuatu yang dibenci oleh ALLOH, siapa pun dia dan apa pun dia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam ajaran Islam, perdamaian adalah prinsip utama yang harus diutamakan dalam berinteraksi dengan sesama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat maupun antarbangsa.

Berikut adalah dalil dalil dalam Al-Qur’an dan Hadits yang menegaskan betapa pentingnya perdamaian dalam Islam:

1. Dalam Al-Qur’an.

– ALLOH SWT mengajarkan perdamaian terhadap suami istri yang bertengkar, firman-NYA:” Dan jika seorang perempuan kawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, maka tidak ada dosa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenarnya diantara mereka berdua, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka).” (An-Nisa’: 128)

– Namun apabila mereka suami istri yang bertengkar tidak mampu berdamai, maka wajib adanya campur tangan keluarga dan kerabat, sebagaimana yang tersirat dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’: 35

– ALLOH SWT memerintahkan untuk mendamaikan perselisihan dan menjadikannya sebagai tanda iman. Sebagaimana firman-NYA:” Sesungguhnya orang orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudara (yang berselisih) dan bertakwalah kepada ALLOH, agar kalian mendapat rahmat.” (Al-Hujarat : 10)

– ALLOH SWT memerintahkan untuk mendamaikan dan monolong orang orang yang dizalimi walaupun harus memerangi orang yang menzaliminya (Tersirat dalam Al-Qur’an surat Al Hujurat : 9)

– Sedangkan mendamaikan antar manusia, dijanjikan oleh ALLOH SWT suatu pahala yang besar dengan dasar iman serta mengharap Ridha-NYA (Tersirat dalam An-Nisa’ : 114)

– ALLOH SWT memerintahkan untuk menerima tawaran perdamaian dari pihak lain, jika mereka ingin. (Tersirat dalam QS. Al-Anfal :61)

2. Dalam Hadits.

– Dari Abu Ayyub Al Anshari, dia berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah bersabda:” Maukah kamu aku tunjukkan pada sedekah yang dicintai ALLOH dan Rasul-NYA? Damaikanlah orang orang jika mereka saling membenci atau bermusuhan.” (HR. At Thabrani)

Rasulullah Saw sendiri biasa mendamaikan orang orang yang bertengkar, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Sahl bin Sa’d

– ” Bahwa penduduk Quba’ bertikai, mereka saling melempar batu, maka Rasulullah Saw diberitahu hal itu, kemudian beliau bersabda:” Marilah kita pergi untuk mendamaikan mereka.” (HR. Bukhari)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga menganjurkan kepada sahabat sahabatnya untuk mendamaikan terutama kepada orang orang yang mempunyai pertalian keluarga

– Dari Abu Darba, dia berkata bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda:” Maukah kalian aku beritahu amalan yang lebih utama daripada derajat puasa, sholat dan sedekah?” Para sahabat menjawab:” Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda:” Mendamaikan perselisihan orang yang memiliki pertalian keluarga, karena kerusakan pertalian keluarga adalah perusak dan pencabut agama sampai ke akar akarnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Karena sangat dianjurkan masalah perdamaian ini; sampai sampai Rasulullah Saw membolehkan berdusta dengan tujuan damai.

– Dari Ummu Kulsum binti ‘Uqbah, dia berkata:” Saya tidak mendengar Rasulullah Saw memberi rukhsah untuk berbohong kecuali dalam tiga hal, beliau bersabda:” Saya tidak menganggapnya sebagai orang yang berbohong, yaitu orang yang mendamaikan antar manusia, berbohong saat perang, serta seorang laki laki yang berbohong kepada istrinya (demi keharmonisan keluarga) dan seorang perempuan berkata bohong pada suaminya.” (HR. Muslim dan Abu Dawud).

Apabila setan menghasut antara dua orang muslim dan berhasil membuat mereka bertengkar, maka Islam membolehkan menunda perdamaian sampai tempo tiga hari saja, untuk memberi kesempatan kepada masing masing agar menenangkan diri dari kemarahan, sampai setan meninggalkannya, kemudian setelah lewat tiga hari, tidak boleh mereka terus bermusuhan; kalau tidak mereka akan terhalang dari Rahmat ALLOH SWT sampai mereka berdamai.

– Dari Abu Ayyub Al Anshari, bahwasanya Rasulullah Saw pernah bersabda:” Tidak halal bagi seseorang yang mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam, apabila mereka berdua bertemu, saling berpaling (melengos); dan sebaik baik mereka adalah orang yang menyapa duluan dengan salam.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi).

– Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah Saw telah bersabda:” Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari, barangsiapa yang mendiamkan (saudaranya) lebih dari tiga hari kemudian dia meninggal, maka dia akan masuk neraka.” (HR. Abu Dawud).

Hendaklah orang orang yang bertikai itu melihat sebab sebab pertengkarannya, kemudian menyelesaikannya dan segera berdamai, agar mereka diliputi Rahmat ALLOH.

Karena ALLOH SWT telah berfirman:” …. dan perdamaian itu lebih baik bagi mereka…” (An – Nisa’ : 128)

Berita Terkait

Duduk di Antara Dua Sujud: Seni Mengembalikan Segalanya kepada Allah
Angka 52 Persen sebagai Sinyal Politik: Taktik dan Strategi di Balik Pernyataan Danantara
Jempol untuk Blak-Blakan Doni
Kok Haji Isam?
Nyali Prabowo di Antara Dikte Pasar dan Cengkeraman Oligarki
Membeli Gelembung, Menjual Halusinasi: Dari Tanah Spekulatif hingga Kasino Bursa
Labirin Kekuasaan, Kompromat, dan Retorika “Risiko Bisnis”
Ketika Uang Berbiak Tanpa Keringat: Wajah Perekonomian Kita Hari Ini

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Alloh Mencintai Hambanya Yang Suka Perdamaian dan Mendamaikan Sesamanya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Duduk di Antara Dua Sujud: Seni Mengembalikan Segalanya kepada Allah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:49 WIB

Angka 52 Persen sebagai Sinyal Politik: Taktik dan Strategi di Balik Pernyataan Danantara

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Jempol untuk Blak-Blakan Doni

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Kok Haji Isam?

Berita Terbaru