Dahsyatnya Hari Kiamat

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 11 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gatot Sundoro.

Gatot Sundoro.

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA.COM – Allah SWT telah menetapkan hari kiamat yang gaib bagi manusia. Sebuah hari yang tidak ada satupun makhluk yang tahu kapan hari kiamat itu akan terjadi.

Malaikat Israfil lah yang diberi tugas oleh ALLOH untuk membawa sangkakala dan meniupnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiupan pertama merupakan kematian bagi semua makhluk hidup yang di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikendaki ALLOH; sedangkan tiupan kedua hari kebangkitan manusia dari kuburnya. Menunggu (keputusan ALLOH).” (QS. Az Zumar : 68)

Menurut Rasulullah saw, manusia akan tenggelam dalam keringatnya sendiri di Padang Mahsyar pada hari kiamat. Hal ini disebabkan oleh jarak matahari yang sangat dekat dengan Padang Mahsyar, yaitu hanya sejengkal. Nabi saw juga bersabda bahwa jumlah keringat yang keluar dari tubuh manusia di Padang Mahsyar akan disesuaikan dengan amalan yang dilakukan di dunia. Bahkan, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ada manusia yang tenggelam hingga sampai ke telinganya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:” Antara dua tiupan itu selangnya empat puluh.”

Namun saat ditanya oleh Abu Hurairah, waktu 40 itu hari, bulan ataukah tahun? Beliau bersabda:” Aku tidak ingin menyebutkannya.”

Kemudian Nabi saw melanjutkan sabdanya:” Kemudian ALLOH menurunkan hujan dari langit, kemudian orang yang mati hidup kembali seperti tumbuhnya tanaman; tidak ada bagian manusia yang tidak hancur kecuali satu tulang, yaitu : ‘ajbu ad-danabi’ (tulang ekor yang paling kecil); dari tulang ini makhluk akan dihidupkan kembali.”

 

Berita Terkait

Adu Domba: Racun dalam Bungkus Manajemen Konflik
KUWALAT DI PELATARAN TAMBAKBERAS: Membaca Tanggung Jawab Kosmis Rais Aam dan Muktamirin
Ketika Arkana III Bertemu Arkana 0: Rekonstruksi Takdir Gus Gudfan di Tengah Kegelapan Muktamar
Ketika Langit Nusantara Bergetar: Membaca Aksara Semesta di Ambang 27 Agustus 2026
Mutilasi Kemasan Konstitusional
Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan
Menjelang Muktamar: Bencana, Syahwat Kekuasaan, dan Kebutaan Spiritual Kita
Perang Hibrida dan Kerentanan Indonesia: Ancaman dari Wilayah Abu-Abu

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Adu Domba: Racun dalam Bungkus Manajemen Konflik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Ketika Arkana III Bertemu Arkana 0: Rekonstruksi Takdir Gus Gudfan di Tengah Kegelapan Muktamar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:04 WIB

Ketika Langit Nusantara Bergetar: Membaca Aksara Semesta di Ambang 27 Agustus 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Mutilasi Kemasan Konstitusional

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan

Berita Terbaru

Lifestyle

Adu Domba: Racun dalam Bungkus Manajemen Konflik

Rabu, 26 Agu 2026 - 11:40 WIB