Perbandingan Jumlah Umat Muslim dan Umat Kafir di Akhirat

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 1 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gatot Sundoro

Gatot Sundoro

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA.COM – Siksa Neraka menjadi balasan bagi orang orang kafir dan yang durhaka kepada ALLOH SWT. Neraka ada delapan tingkatan, salah satunya adalah Neraka Jahanam.

Menurut Al-Quran, penghuni Neraka Jahanam ada 3 golongan, yaitu:

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Golongan yang menjauhi ajaran-NYA.

Orang orang yang tidak memenuhi seruan-NYA, mereka akan di hisab yang buruk, tempat kediamannya adalah di Neraka Jahanam (QS. Ar Rad : 118)

2. Golongan/orang Musyrik.

Penghuni Neraka Jahanam lainnya adalah orang yang berbuat syirik. Hal ini sesuai dengan surat At Taubah : 113, artinya :” Tidak ada hak bagi Nabi dan orang orang yang beriman untuk memohonkan ampunan (kepada ALLOH) bagi orang orang musyrik, sekalipun mereka ini kerabatnya, setelah jelas baginya bahwa sesungguhnya mereka adalah penghuni Neraka Jahanam.”

3. Penentang Aturan Agama.

Neraka Jahanam menjadi tempat kembalinya orang orang yang melampaui batas dengan menentang aturan agama dan mendustakan ALLOH dan para Rasul-NYA. Mereka akan tinggal didalamnya dan akan diperlakukan dengan sehina hinanya akibat perbuatan buruk mereka saat hidup didunia. (Seperti yang difirmankan ALLOH SWT dalam surat An Naba: 21- 26)

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud, Nabi saw bertanya:” Maukah kalian menjadi seperempat dari penduduk ahli Surga?”

Kami menjawab:” Ya.”

Beliau bersabda:” Sesungguhnya aku berharap semoga kalian menjadi sepertiga penduduk ahli Surga.”

Kami memuji ALLOH dan bertakbir.

Kemudian Nabi saw bersabda:” Demi jiwaku yang ada ditangan-NYA, sesungguhnya aku berharap semoga kalian separuh penduduk Surga, sesungguhnya perumpamaan jumlah kalian dan umat umat lain bagaikan sehelai rambut putih dikulit sapi hitam.”

Berita Terkait

Berhala Ekonomi Makro dan Paradigma ‘Otomatis’ bagi Sektor Riil
Gubernur Jawa Timur yang Terpasung: Sebuah Refleksi Filosofis tentang Kekuasaan, Ketakutan, dan Pengkhianatan terhadap Atlet
Melampaui Kefanaan: Menyelami Samudera Fana’ul Fana’ sebagai Puncak Tauhid
Pajak, Keadilan Sosial, dan Kedaulatan Ekonomi: Membaca PP No. 20 Tahun 2026 di Tengah Pusaran Geoekonomi Global
Martabat Kedaulatan Yang Terluka: Perang Semesta Melawan Minimarket dan Filosofi Warung yang Tak Boleh Mati
Realitas Pahit di Balik Status Upper-Middle Income Indonesia
“Jangan Cari Perkara”: Rakyat Bisa Tiwikrama
Menakar Dosis Kemunafikan: Ketika Paru-Paru Bangsa Memiliki Kasta

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:46 WIB

Berhala Ekonomi Makro dan Paradigma ‘Otomatis’ bagi Sektor Riil

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:25 WIB

Gubernur Jawa Timur yang Terpasung: Sebuah Refleksi Filosofis tentang Kekuasaan, Ketakutan, dan Pengkhianatan terhadap Atlet

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:57 WIB

Melampaui Kefanaan: Menyelami Samudera Fana’ul Fana’ sebagai Puncak Tauhid

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:26 WIB

Pajak, Keadilan Sosial, dan Kedaulatan Ekonomi: Membaca PP No. 20 Tahun 2026 di Tengah Pusaran Geoekonomi Global

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:44 WIB

Martabat Kedaulatan Yang Terluka: Perang Semesta Melawan Minimarket dan Filosofi Warung yang Tak Boleh Mati

Berita Terbaru