Haji Mabrur dan Mabruroh

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 13 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA.COM – Dalam menjalankan ibadah haji, ada tiga tingkatan haji yang dikenal, yaitu : Maqbul, Mardud dan Mabrur.

– Haji Maqbul adalah melaksanakan ibadah haji yang sekedar menggugurkan kewajibannya ( Pasca haji, tidak berbekas)

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

– Haji Mardud, hajinya tertolak; karena saat momentum wukuf di Padang Arafah, tidak hadir.

– Haji Mabrur, menjalankan ibadah haji sesuai syariat.

Haji mabrur adalah adalah haji yang diterima oleh ALLOH SWT, yang dicirikan dengan pelaksanaan yang sesuai dengan syariat, ikhlas karena ALLOH dan adanya perubahan yang lebih baik dari diri pelakunya setelah ia kembali dari tanah suci; termasuk meningkatnya iman, meningkatnya amal saleh dan berakhlak mulia. Sementara haji mabruroh adalah bentuk feminin dari mabrur, yakni untuk jamaah haji wanita.

Setiap jamaah haji tentu mendambakan bisa mencapai haji mabrur/mabruroh. Apalagi semangat untuk haji mabrur ini disebutkan dalam sebuah hadits bahwa balasan bagi haji yang mabrur adalah Surga.

Haji yang mabrur wajib menjalankan tuntunan ALLOH dan Rasul-NYA, dengan memenuhi syarat, rukun dan adab, serta menjauhi larangan larangan-NYA, dilakukan secara ikhlas semata mata untuk mengharapkan ridha ALLOH.

Rasulullah saw bersabda:” Siapa yang berhaji, lalu tidak berkata keji dan tidak berbuat dosa, maka ia pulang seperti hari ketika ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama menyebutkan ciri ciri haji mabrur dengan beragam. Yang pasti barometernya adalah dampak pasca haji, yaitu perubahan yang lebih baik, yaitu semakin taat beribadah, menjauhi maksiat, rajin bersedekah, menebar kebaikan dan tumbuhnya kepedulian sosial terhadap sesamanya, serta tidak mengulangi dosa dosa sebelumnya.

Berita Terkait

Akar yang Menghidupkan: Santri dan Ikhtiar Menjaga Keutuhan Negeri dan Peradaban
Kedaulatan Ekonomi di Bawah Bayang-Bayang Indeks
Dua Tahun Kekuasaan dan Hak Rakyat Menagih
Dua Tahun Prabowo -Gibran: Fatamorgana Gagasan di Lorong Gelap Birokrasi
MSCI, Pasar Saham dan Kebijakan Ekonomi Presiden Prabowo
Karhutla, Krisis Spiritual, dan Amanah Kekhalifahan: Ketika Hutan Dibakar atas Nama Kemajuan
Pisau Kebenaran dan Bungkus Moral Kekuasaan
Menyikapi Anatomi Operasional Shadow State

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Akar yang Menghidupkan: Santri dan Ikhtiar Menjaga Keutuhan Negeri dan Peradaban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Kedaulatan Ekonomi di Bawah Bayang-Bayang Indeks

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Dua Tahun Kekuasaan dan Hak Rakyat Menagih

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Dua Tahun Prabowo -Gibran: Fatamorgana Gagasan di Lorong Gelap Birokrasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:02 WIB

MSCI, Pasar Saham dan Kebijakan Ekonomi Presiden Prabowo

Berita Terbaru

Lifestyle

Kedaulatan Ekonomi di Bawah Bayang-Bayang Indeks

Kamis, 22 Okt 2026 - 18:45 WIB

Lifestyle

Dua Tahun Kekuasaan dan Hak Rakyat Menagih

Kamis, 22 Okt 2026 - 18:31 WIB

Lifestyle

MSCI, Pasar Saham dan Kebijakan Ekonomi Presiden Prabowo

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:02 WIB