JATIMRAYA.COM – Partai Golkar menegaskan bahwa Ketua Umum Airlangga Hartarto diusulkan menjadi calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia juga membantah klaim PDIP yang menyebut Ridwan Kamil diusulkan menjadi kandidat cawapres Ganjar Pranowo.
Menurut Ahmad Doli Kurnia, tidak ada rencana partai berlambang pohon beringin mengusulkan mantan Gubernur Jawa Barat itu untuk jadi pendamping capres dari PDIP.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menegaskan, belum ada perencanaan untuk menjadikan Ridwan Kamil sebagai bakal cawapres dari bakal capres manapun.
“Sampai sekarang kita masih putuskan Airlangga Hartarto,” katanya di Jakarta, Senin, 11 September 2023.
Baca artikel lainnya di sini: Ridwan Kamil Sudah Diskusi dengan Agung dan Airlangga, PDIP: Ibu Mega akan Tetapkan Siapa Pendaming Ganjar
Ahmad Doli Kurnia menjelaskan keputusan mendorong Airlangga untuk maju di pemilihan presiden, merupakan amanat Munas, Rapimnas, dan Rakernas partai.
Baca Juga:
Fasilitas ADR Tambang Emas Pani Siap Jalan, EMAS Targetkan Penuangan Emas Perdana 2026
Mujahadah Kubro JATMAN Sidoarjo, Bupati Subandi Ajak Warga Perkuat Iman dan Persatuan JATIMRAY
Pengurus Baru IPSI Sidoarjo Dilantik, Targetkan Tiga Emas di 2027
Dia mengungkapkan Airlangga merupakan nominasi di urutan pertama untuk menjadi cawapres Prabowo dari Koalisi Indonesia Maju.
Selain nama Airlangga, ada nama Menteri BUMN Erick Thohir yang diusulkan Partai Amanat Nasional (PAN).
“Waktu itu kan disepakati, nanti akan dibicarakan secara musyawarah bersama-sama,” ujarnya.
Partai Golkar menyiapkan karier politik pada Ridwan Kamil yang karib disapa Kang Emil itu untuk maju sebagai calon gubernur.
Baca Juga:
Dukung Budaya dan UMKM, Wabup Sidoarjo Buka Jayandaru Sunrise Jazz Festival 2025
UPA PERADI 2025 Digelar Serentak, 143 Peserta Ikuti Ujian di Fakultas Hukum UGM
Bupati Subandi Cek Kualitas Konstruksi Double Deck Parking RSUD Notopuro
Golkar menyiapkan dua opsi yang akan dilakoni Ridwan Kamil, yakni maju sebagai cagub di Jawa Barat atau DKI Jakarta pada Pilkada 2024.***














