ARSAK Geruduk Kantor Pemerintahan, Tuntut Transparansi dan Pemberantasan Korupsi di Sidoarjo

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa pendemo dari kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sidoarjo Anti Korupsi (ARSAK) turun ke jalan memperingati Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada hari ini, Selasa (9/12/2025).

Massa pendemo dari kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sidoarjo Anti Korupsi (ARSAK) turun ke jalan memperingati Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada hari ini, Selasa (9/12/2025).

JATIMRAYA.COM – Massa pendemo dari kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sidoarjo Anti Korupsi (ARSAK) turun ke jalan memperingati Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada hari ini, Selasa (9/12/2025). Mereka menggelar demo di depan Kantor Kejari, Pemkab dan DPRD Sidoarjo.

‎Husein salah satu orator menyoroti merosotnya komitmen pemberantasan korupsi di bawah pemerintahan Subandi – Mimik yang dinilai makin jauh dari janji kampanye pada Pilkada 2024.

‎Satu tahun terakhir, berbagai kebijakan Bupati Subandi justru memperlemah upaya pencegahan dan penindakan kasus korupsi. Husein menyampaikan aspirasinya terkait krisis kepemimpinan di Kabupaten Sidoarjo dan tuntutan transparansi hukum tanpa kompromi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Menurut Husein, ARSAK menegaskan bahwa Sidoarjo hari ini sedang menghadapi krisis kepemimpinan yang tidak bisa lagi ditutup-tutupi. Rakyat melihat dan merasakan langsung bagaimana infrastruktur dibiarkan tak terurus, banjir merendam jalan raya protokol hingga pemukiman warga, jalan rusak, dan layanan dasar yang berjalan setengah hati.

“Sehingga rakyat dapat menilai kondisi pemerintah seolah berjalan tanpa arah. Proyek-proyek publik molor, tanpa penjelasan, tanpa transparansi, dan tanpa evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan, ” tegasnya.

‎Sementara itu, masterplan pembangunan terkait penanganan banjir yang diharapkan ada sejak awal periode justru baru dijanjikan rampung tahun 2026, menunjukkan betapa rapuhnya perencanaan di meja kekuasaan.

“Janji politik yang dulu digembar-gemborkan kini tinggal slogan kosong. Perbaikan infrastruktur, Masterplane pengaman banjir, penataan wilayah, hingga peningkatan layanan dasar tak kunjung diwujudkan, yang muncul justru hilangnya kepercayaan rakyat, karena di balik layar pemerintahan terjadi disharmoni antara Bupati dan Wakil Bupati sebuah konflik internal yang akhirnya dibayar mahal oleh masyarakat dalam bentuk stagnasi kebijakan dan mandeknya pembangunan, ” tambahnya.

‎Sementara itu, Sigit Imam Basuki tokoh ARSAK menambahkan bahwa di tengah merosotnya kepercayaan publik, ARSAK menuntut kejujuran dan keberanian hukum. Belum lagi baru ini publik dikejutkan dengan terseretnya nama Bupati kabupaten Sidoarjo dalam dugaan kasus investasi bodong senilai 28 M.

“Maka demikian kami masyarakat Sidoarjo yang tergabung dalam ARSAK meminta aparat penegak hukum mengungkap secara terang benderang status hukum Bupati Sidoarjo dalam dugaan kasus yang menyeret namanya. Jangan lagi ada ruang gelap, jangan ada kompromi, dan jangan ada upaya menutup-nutupi proses hukum. Rakyat berhak tahu sejauh mana penyelidikan berlangsung, apa langkah yang telah dan akan diambil, serta bagaimana integritas penegakan hukum dijaga dari intervensi politik, ” pintanya.

‎Dalam momentum penting ini, ARSAK mengajak seluruh warga Sidoarjo untuk kembali bersuara dan mengawal pemerintahan yang bersih. Banjir, jalan berlubang jelas berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

‎“Belum lagi diamnya DPRD sebagai lembaga yang seharusnya menjadi penyambung aspirasi, menjadi sorotan serius oleh masyarakat. Kinerjanya sebagai wakil rakyat patut dipertanyakan. Bukan hanya koruptor tapi mereka yang melakukan pembiaran adalah bentuk pengkhianatan terhadap masa depan Kabupaten Sidoarjo yang kita cintai bersama, ” tambah Nadia Bafagih toko wanita. (Fid)

Berita Terkait

Presidium 2 Tegaskan Konferda GMNI Jatim Resmi Di-Pending hingga Waktu Belum Ditentukan
PA GMNI Nganjuk Soroti Kericuhan Konferda Jatim, Minta Tak Ada Deklarasi Sepihak
Konferda GMNI Jatim 2026 Deadlock, Peserta Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART
Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat HUT RI di Pabean Sidoarjo, Hadiah Utama Umrah
Kecelakaan di Jalan Raya Kesatria, Polsek Buduran Evakuasi Dua Korban
Konferda GMNI Jatim Ricuh, Ketua DPC GMNI Jember Mengaku Dihantam Batu hingga Bibir Robek
Konferda GMNI Jatim di Nganjuk Berakhir Ricuh, Pimpinan DPP dan DPD Disorot
Polemik SK dan Surat Rekomendasi Memicu Kericuhan di Konferda GMNI Jatim

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:56 WIB

Presidium 2 Tegaskan Konferda GMNI Jatim Resmi Di-Pending hingga Waktu Belum Ditentukan

Senin, 7 September 2026 - 19:36 WIB

Konferda GMNI Jatim 2026 Deadlock, Peserta Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART

Senin, 7 September 2026 - 11:36 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat HUT RI di Pabean Sidoarjo, Hadiah Utama Umrah

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Kecelakaan di Jalan Raya Kesatria, Polsek Buduran Evakuasi Dua Korban

Minggu, 6 September 2026 - 17:50 WIB

Konferda GMNI Jatim Ricuh, Ketua DPC GMNI Jember Mengaku Dihantam Batu hingga Bibir Robek

Berita Terbaru