Batu Sebesar ‘Poskamling’ Jatuh Setinggi 60 Meter di Desa Karang Gupito Ngawi

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 18 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batu besar menimpa salah rumah warga di Ngawi.

Batu besar menimpa salah rumah warga di Ngawi.

JATIMRAYA.COM – Sebuah rumah milik warga di Desa Karang Gupito, Kecamatan Kendal, Ngawi, Jawa Timur, tertimpa longsoran batu gunung sebesar ‘Poskamling’. Kejadiannya saat sang pemilik rumah sedang berkumpul dengan para tetangganya untuk berbuka bersama.

Musibah tanah longsor yang menimpa rumah milik Boniran, 65 tahun, itu terjadi Minggu menjelang malam (17/3/2024). Saat kejadian, cuaca di wilayah tersebut berlangsung hujan deras dengan durasi cukup lama.

Sesaat kemudian, bukit setinggi 60 meter di samping rumah korban tiba-tiba longsor. Material berupa tanah basah bercampur bebatuan besar lepas, menghantam tembok sisi ruang tamu dan dapur.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Batu raksasa itu sampai menjebol tembok, hingga merusak sejumlah perabotan rumah tangga yang berada di ruangan rumah. Kondisinya berantakan, yang di area ruang tamu maupun dapur.

“Saya mendengar suara gludug-gludug, seperti benda raksasa bergerak. Kan dekat dengan rumah saya. Setelah dilihat ternyata batu jatuh,” tutur Siti Zulaikah, tetangga korban, kepada jurnalis, Senin (18/3/2024).

Sedangkan pemilik rumah, Boniran, mengaku tidak tahu kalau rumahnya tertimpa batu besar yang longsor. Lantaran, katanya, saat kejadian dia dan keluarganya sedang mengikuti acara buka bersama di rumah tetangga sekampungnya.

“Habis hujan rumah saya kelongsoran batu besar. Sebelum menghantam rumah saya, batu itu lebih dulu menghantam pepohonan. Pas kejadian, saya berada di rumah tetangga untuk buka bersama,” aku Boniran.

Beruntung saat kejadian rumah dalam kondisi tanpa penghuni, sehingga tanpa menelan korban. Meski demikian, Boniran mengaku masih merasa was-was dan khawatir jika muncul longsor susulan.

Sementara pihak petugas kebencanaan setempat langsung melakukan kegiatan kerja bakti di titik lokasi bencana. Para petugas menyingkirkan material longsor, merapikan dan membenahi kerusakan rumah korban.

Personel kebencanaan dari unsur BPBD, Tagana, PMI, TNI, Polri, perangkat desa dan warga masyarakat bekerja sama membenahi kerusakan. Mereka bekerja menggunakan peralatan linggis, cangkul, sekop, gergaji serta peralatan pertukangan lainnya.

“Tadi sudah dilakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor. Tadi siang rekan-rekan relawan Kendal, yang termasuk melakukan kegiatan,” kata Sutikno, personel SAR setempat.

Petugas kebencanaan setempat menghimbau, masyarakat diminta senantiasa waspada. Dalam kondisi cuaca seperi saat ini segala kemungkinan buruk bisa terjadi. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Patroli Humanis, Polwan Polresta Sidoarjo Imbau Warga Waspadai Gangguan Kamtibmas
Forkopimka Gedangan Kompak Olahraga Bersama, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Sat Binmas Polresta Sidoarjo Beri Pembinaan Hukum kepada Siswa SMAN 3
Puluhan Wartawan Nganjuk Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Adhyaksa Night Run Merah Putih 2026 Digelar, 3.000 Pelari Padati Kota Nganjuk
Jaringan Uang Palsu Rp298 Juta Dibongkar Polresta Sidoarjo, 3 Orang Ditangkap
Sat Binmas Polresta Sidoarjo Edukasi Pelajar soal Hukum, Bullying hingga Radikalisme
Anak Hilang di Mojokerto Ditemukan Selamat oleh Polsek Balongbendo

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:42 WIB

Patroli Humanis, Polwan Polresta Sidoarjo Imbau Warga Waspadai Gangguan Kamtibmas

Sabtu, 12 September 2026 - 11:30 WIB

Forkopimka Gedangan Kompak Olahraga Bersama, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 - 10:36 WIB

Sat Binmas Polresta Sidoarjo Beri Pembinaan Hukum kepada Siswa SMAN 3

Kamis, 10 September 2026 - 20:30 WIB

Puluhan Wartawan Nganjuk Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Rabu, 9 September 2026 - 11:27 WIB

Adhyaksa Night Run Merah Putih 2026 Digelar, 3.000 Pelari Padati Kota Nganjuk

Berita Terbaru

Lifestyle

Demokrasi Tanpa Akal Sehat: Mengapa Kita Harus Muak?

Sabtu, 12 Sep 2026 - 14:44 WIB