JATIMRAYA.COM – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Nganjuk angkat bicara menanggapi kebuntuan (deadlock) dan kericuhan dalam Konferensi Daerah (Konferda) GMNI Jawa Timur 2026. Alumni mengimbau seluruh pihak yang bertikai untuk menahan diri dan mengutamakan musyawarah mufakat demi menjaga marwah organisasi.
Ketua PA GMNI Nganjuk, Lukmanul Hakim, menilai situasi dan kondisi di lapangan sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan persidangan tanpa adanya penyelesaian konflik secara beradab.
“Melihat situasi di lapangan yang tidak memungkinkan untuk dilanjutkannya persidangan, kami memohon kedua belah pihak saling menahan diri. Segera lakukan musyawarah mufakat untuk menentukan kelanjutan persidangan agar dapat berjalan secara sehat,” ujar Lukman
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lukman juga meminta para kader yang berdinamika dalam Konferda GMNI Jatim 2026 untuk berpikir dewasa. Ia menegaskan agar tidak ada kubu yang mengambil langkah sepihak di tengah situasi ganting.
“Kami mengimbau kedua belah pihak untuk tidak membuat deklarasi suksesi calon Ketua DPD secara sepihak serta tetap menjunjung asas musyawarah mufakat,” tutur Lukman.
Menurutnya, tindakan nekad melakukan klaim atau deklarasi sepihak hanya akan memperkeruh suasana di Jawa Timur. Langkah tersebut dinilai dapat merusak reputasi organisasi serta mencederai ideologi gerakan.
“Deklarasi sepihak hanya merusak reputasi dan marwah organisasi, merusak spirit Memayu Hayuning Bawono, serta mencoreng Marhaenisme sebagai ideologi perjuangan GMNI,” tegasnya.
Baca Juga:
Presidium 2 Tegaskan Konferda GMNI Jatim Resmi Di-Pending hingga Waktu Belum Ditentukan
Konferda GMNI Jatim 2026 Deadlock, Peserta Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART
Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat HUT RI di Pabean Sidoarjo, Hadiah Utama Umrah
Lukman mengungkapkan, kericuhan yang berujung deadlock ini telah memicu keprihatinan luas dari para senior GMNI di Jawa Timur. Banyaknya informasi simpang siur yang beredar di media sosial turut memperkeruh situasi.
Sebagai pengurus alumni di daerah tuan rumah, PA GMNI Nganjuk merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal dinamika ini agar kembali ke koridor organisasi yang benar.
“Banyak senior GMNI di Jawa Timur yang mempertanyakan situasi Konferda di Nganjuk akibat maraknya berita simpang siur di media sosial. Sebagai Persatuan Alumni Kabupaten Nganjuk, kami bertanggung jawab memastikan keberlangsungan Konferda Jatim berjalan lancar hingga melahirkan pemimpin berpikiran pejuang yang mampu menjalankan roda organisasi dengan baik,” kata Lukman. (as)









