Bismillahirrahmanirrahim (Bacaan Basmalah)

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 26 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA COM – Membaca basmallah (Bismillah hirrahmanirrahim) adalah kalimat pembuka yang sangat dianjurkan dalam Islam untuk mengawali aktivitas kegiatan.

Berdasarkan literatur Islam, membaca basmallah berfungsi untuk meniatkan segala aktivitas atas nama ALLOH, memohon perlindungan dari gangguan setan dan mendatangkan keberkahan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap muslim dianjurkan untuk selalu membaca basmallah sebelum memulai pekerjaannya. Dengan membaca basmallah, seorang muslim berarti mengikutsertakan ALLOH dalam setiap tindakannya, dan bahwa yang ia lakukan semata-mata karena mengharapkan ridho ALLOH SWT.

Bagaimana cara membaca basmallah dalam sholat?

1. Dengan suara keras

Para ulama yang membaca basmallah dengan suara keras mendasarkan bahwa basmallah merupakan bagian dari surat Al Fatihah, sehingga basmallah dibaca keras sama seperti ayat ayat lainnya dalam surat Al Fatihah.

Ummu Salamah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw selalu membaca basmallah sebelum membaca surat Al Fatihah dalam setiap sholat beliau dan menganggap basmallah sebagai salah satu ayat dalam surat Al Fatihah (HR. Ibnu Khuzaimah).

Hadits yang sama juga diriwayatkan Daruquthni dari Ali dan Ibnu Abbas.

Abu Hurairah membaca basmallah dengan suara keras dalam sholatnya. Ketika selesai sholat, Abu Hurairah berkata:” Diantara kalian, aku adalah orang yang paling mirip sholatnya dengan Rasulullah Saw.”

Riwayat ini dianggap shahih oleh Daruquthni, Khatib, Baihaqi dan lain lain.

Anas meriwayatkan bahwa Muawiyah ketika memimpin sholat berjamaah di Madinah, dia tidak membaca basmallah. Para sahabat dari kalangan Muhajirin pun protes. Saat memimpin sholat berikutnya, diabpun membaca basmallah dengan suara keras (Riwayat Abu Abdullah Asy Syafi’i dan Hakim).

2. Membaca basmallah dengan suara pelan (sirii).

Ulama lainnya berpendapat bahwa basmallah tidak perlu dibaca dengan keras saat sholat. Pendapat ini disandarkan kepada Khulafaur Rasyidin.

Pendapat ini diikuti oleh madzhab Abu Hanifah, Tsauri dan Ahmad bin Hambal.

Imam Malik malahan mengatakan tidak perlu membaca basmallah.

Pendapat ini didasarkan pada riwayat Aisyah Ra yang berkata:” Rasulullah Saw memulai sholat dengan bertakbiratul ihram dan membaca ‘al hamdu lillahi rabbil ‘alamin’ (HR. Muslim)

Anas bin Malik meriwayatkan dirinya pernah sholat menjadi makmun Rasulullah Saw, Abu Bakar, Umar dan Utsman. Mereka memulai sholat mereka dengan membaca ‘al hamdu lillahi rabbil ‘alamin’

Beberapa keutamaan membaca basmallah:

1. Setiap perbuatan ataupun perkataan (khutbah) disunnahkan untuk didahului dengan membaca basmallah.

2. Basmallah juga disunnahkan diucapkan sebelum masuk toilet.

3. Basmallah juga disunnahkan diucapkan pada permulaan wudhu; sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:” Wudhu seseorang tidak sempurna jika dia tidak membaca basmallah.” (HR. Ahmad).

4. Basmallah juga disunnahkan diucapkan sebelum makan/minum; seperti dalam hadits:” Ucapkanlah basmallah sebelum makan. Makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di sampingmu (terdekat).” (HR. Muslim)

5. Basmallah juga disunnahkan diucapkan sebelum hubungan seksual antara suami dan istrinya.

6. Basmallah diturunkan hanya kepada dua Rasul, yaitu kepada Rasulullah Saw dan Sulaiman bin Dawud; seperti yang diriwayatkan dalam hadits oleh Ibnu Murdawaih, Rasulullah Saw bersabda:” Ada sebuah ayat diturunkan kepadaku. Ayat ini tidak pernah diturunkan kepada siapapun kecuali kepada Sulaiman bin Dawud. Ayat itu adalah ‘bismillah hirrahmanirrahim’.”

Begitulah perbedaan pendapat diantara para ulama tentang cara membaca basmallah dalam sholat. Namun mereka bersepakat bahwa orang yang membaca basmallah dengan suara yang keras ataupun membaca basmallah dengan pelan, sama sama sah sholatnya.

Berita Terkait

Hanacaraka dan Kutukan “Ma Ga Ba Tha Nga” dalam Politik Kita
Ketika Intelektual Membegokan Diri
Ketika Aspirasi Kehilangan Nalar: Gerakan Mahasiswa, Krisis Kepemimpinan, dan Perebutan Makna Demokrasi
Samudra Tanpa Pantai: Menyelami Tauhid dan Pembebasan Diri dari Ilusi Kekuatan
Membaca Ekonomi Indonesia dengan Game Theory Thomas Schelling
Mahasiswa dan Dalang
Waralaba Kartel Politik di Indonesia
Seni Memecah Fokus: Kontra-Intelijen di Balik Gerakan Massa

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:37 WIB

Hanacaraka dan Kutukan “Ma Ga Ba Tha Nga” dalam Politik Kita

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:32 WIB

Ketika Intelektual Membegokan Diri

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:31 WIB

Bismillahirrahmanirrahim (Bacaan Basmalah)

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:55 WIB

Ketika Aspirasi Kehilangan Nalar: Gerakan Mahasiswa, Krisis Kepemimpinan, dan Perebutan Makna Demokrasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:34 WIB

Samudra Tanpa Pantai: Menyelami Tauhid dan Pembebasan Diri dari Ilusi Kekuatan

Berita Terbaru

Lifestyle

Ketika Intelektual Membegokan Diri

Jumat, 26 Jun 2026 - 11:32 WIB