Bupati Subandi : Kirab Ritual dan Budaya Kelenteng Teng Swie Bio, Bukti Harmoni dan Toleransi

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kirab Ritual dan Budaya dalam rangka merayakan Shen Dien Y.M. Kongco Kong Tek Cun Ong yang dihadiri langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi di Kelenteng Teng Swie Bio Krian, Minggu (2/11).

Kirab Ritual dan Budaya dalam rangka merayakan Shen Dien Y.M. Kongco Kong Tek Cun Ong yang dihadiri langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi di Kelenteng Teng Swie Bio Krian, Minggu (2/11).

JATIMRAYA.COM – Suasana penuh semangat kebersamaan dan toleransi mewarnai Kirab Ritual dan Budaya dalam rangka merayakan Shen Dien Y.M. Kongco Kong Tek Cun Ong yang dihadiri langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi di Kelenteng Teng Swie Bio Krian, Minggu (2/11).

Perayaan ini dimeriahkan dengan Kirab Budaya Ruwat Desa, arak-arakan barongsai dan berbagai pergelaran kesenian tradisional. Kirab ritual dan budaya yang menempuh jarak sekitar 4 kilometer ini diikuti oleh lintas agama dan lintas budaya Nusantara, menggambarkan semangat persaudaraan dan toleransi yang kuat di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Subandi menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh masyarakat yang ikut menjaga kelestarian tradisi dan budaya Tionghoa di Sidoarjo.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Acara ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual, tetapi juga wujud nyata pelestarian budaya Tionghoa yang telah menjadi bagian dari kekayaan tradisi di Kabupaten Sidoarjo,” ujar Bupati Subandi.

Ia menegaskan bahwa Kirab Budaya merupakan simbol harmoni, toleransi, dan persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman masyarakat. Ia juga mengajak warga untuk terus menjaga semangat guyub rukun, saling menghormati, dan mendukung satu sama lain demi terwujudnya Sidoarjo yang aman dan sejahtera.

Bupati Subandi juga menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai tanggung jawab bersama. “Melestarikan budaya bukan hanya tugas komunitas tertentu, tapi tanggung jawab kita bersama. Dari budaya, kita belajar tentang nilai, sejarah, dan jati diri. Dari perjalanan kita, kita membangun masa depan yang lebih kuat dan bersatu,” ucapnya.

Bupati Subandi berharap agar acara kirab ritual dan budaya ini dapat dilestarikan dan menjadi agenda tahunan, karena selain mempererat silaturahmi antar umat beragama, juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai tradisi leluhur. (Fid)

Berita Terkait

Presidium 2 Tegaskan Konferda GMNI Jatim Resmi Di-Pending hingga Waktu Belum Ditentukan
PA GMNI Nganjuk Soroti Kericuhan Konferda Jatim, Minta Tak Ada Deklarasi Sepihak
Konferda GMNI Jatim 2026 Deadlock, Peserta Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART
Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat HUT RI di Pabean Sidoarjo, Hadiah Utama Umrah
Kecelakaan di Jalan Raya Kesatria, Polsek Buduran Evakuasi Dua Korban
Konferda GMNI Jatim Ricuh, Ketua DPC GMNI Jember Mengaku Dihantam Batu hingga Bibir Robek
Konferda GMNI Jatim di Nganjuk Berakhir Ricuh, Pimpinan DPP dan DPD Disorot
Polemik SK dan Surat Rekomendasi Memicu Kericuhan di Konferda GMNI Jatim

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:56 WIB

Presidium 2 Tegaskan Konferda GMNI Jatim Resmi Di-Pending hingga Waktu Belum Ditentukan

Senin, 7 September 2026 - 19:36 WIB

Konferda GMNI Jatim 2026 Deadlock, Peserta Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART

Senin, 7 September 2026 - 11:36 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat HUT RI di Pabean Sidoarjo, Hadiah Utama Umrah

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Kecelakaan di Jalan Raya Kesatria, Polsek Buduran Evakuasi Dua Korban

Minggu, 6 September 2026 - 17:50 WIB

Konferda GMNI Jatim Ricuh, Ketua DPC GMNI Jember Mengaku Dihantam Batu hingga Bibir Robek

Berita Terbaru