Oleh: Ferry Is Mirza (FIM) dengan narsum berbagai relase, medsos-ol.
AROGANSI GREBEK PONPES SANTRIWATI DINIHARI
JATIMRAYA.COM – Sungguh hati ini bergetar dan menangis membaca serta mendengarkan kisah pilu yang dialami oleh para santriwati cilik di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an, Sukoharjo, Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejadiannya pada 27 Oktober pukul 03.20 dinihari, saat puluhan anak-anak yatim dan dhuafa penghafal Al-Qur’an ini harus terbangun dalam kepanikan luar biasa. Ponpes mereka digerebek secara paksa.
Latar belakangnya? Hanya karena dugaan pembakaran warung Mie Babi di tepi sawah setempat. Sebuah alasan yang sama sekali tidak masuk akal untuk mengerahkan tindakan represif Polri layaknya menghadapi penjahat berbahaya.
APA DOSA ANAK-ANAK INI?
Mereka yang digerebek adalah anak-anak di bawah umur yang masih berusia 10 hingga 16 tahun. Dalam kondisi kaget luar biasa dini hari:
Mereka digeledah tanpa diberi kesempatan untuk merapikan jilbab dan menutup aurat dengan sempurna.
Mereka ditodong dengan senjata laras panjang yang membuat mental anak-anak usia belasan tahun ini terguncang hebat.
Dengan sangat tidak beretika, seorang santri yang izin hendak ke kamar mandi bahkan dipaksa membuka jilbabnya, lalu diinterogasi dengan nada merendahkan: “Kamu laki-laki atau perempuan?!”
Lebih menyayat hati, anak-anak balita yang masih berusia 3 dan 5 tahun (buah hati dari ustazah pengasuh) turut diseret dan diangkut ke Polres.
DITAHAN SEHARIAN, DILEMASKAN, LALU DIRAMPAS HAKNYA
Tanpa pendampingan orang tua, anak-anak tak berdosa ini diboyong ke kantor polisi dan ditahan seharian penuh hingga jatuh lemas, kelaparan, dan trauma mendalam.
Hingga akhirnya, fakta membuktikan: MEREKA TIDAK TERBUKTI TERLIBAT!
Namun, bukannya meminta maaf atas kesalahan prosedur dan trauma yang diberikan, kezaliman justru berlanjut. Setelah dipulangkan ke pondok, seluruh barang berharga milik ponpes dan sang ustazah justru disita dan tak kunjung dikembalikan:
3 unit sepeda motor operasional
* Emas Antam
* Drone dan Busur Pan4h(alat olahraga)
* Dirham dengan total nilai mencapai kurang lebih Rp50 juta rupiah!
Dimana letak keadilan ? Dimana hati nurani aparat penegak hukum saat memperlakukan anak-anak penghafal Al-Qur’an dan harta umat seperti ini ?
SERUAN UNTUK NETIZEN dan PEJABAT TINGGI NEGERI INI:
Mengetuk pintu hati bapak-bapak pejabat tinggi, lembaga perlindungan anak, para tokoh, dan seluruh warganet di seluruh penjuru Indonesia:
1. KAWAL KASUS INI sampai terang- benderang. Jangan biarkan hukum tajam ke bawah tumpul ke sembarangan orang.
2. USUT TUNTAS DAN HUKUM TEGAS oknum aparat yang terlibat dalam penggerebekan arogan ini. Berikan sanksi setimpal agar menjadi pelajaran.
3. KEMBALIKAN HAK PONPES dan seluruh barang sitaan yang dirampas tanpa dasar yang jelas.
Jika institusi penegak hukum diam dan membiarkan arogansi ini tanpa evaluasi, jangan salahkan jika kepercayaan masyarakat dan rakyat kecil kepada kepolisian benar- benar runtuh seketika.
Tolong SHARE / BAGIKAN postingan ini seluas -luasnya. Tag akun- akun instansi terkait, media, atau tokoh publik agar keadilan segera berpihak kepada yang benar!












