JATIMRAYA.COM, Dalam peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober, Pemerintah Kabupaten dan Kota Mojokerto berkolaborasi menggelar Mojo Batik Fest 2023 pada Sabtu malam (7/10) di Alun-alun kota Mojokerto.
Dalam sambutannya, Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebutkan hal ini juga berhubungan dengan Istana Berbatik yang nantinya akan menampilkan beberapa kreasi seni batik.
“Ini merupakan kelanjutan dari Istana Berbatik. Dimana nantinya akan ditampilkan 36 kreasi. Dan batik Mojokerto yang memiliki keunikan dan sudah dilindungi gak kekayaan intelektualnya dan punya makna filosofinya, ” ungkap Sandi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sandi juga mengatakan succes concession yang telah menyumbangkan 15% dari PDB angka ekonomi di tanah air khususnya serta telah menciptakan 24 juta lapangan pekerjaan khususnya dalam batik.
Sandiaga Uno menyampaikan harapannya agar Festival Mojo Batik menjadi bagian kurasi Festival Karisma Event Nusantara (KEN) pada tahun mendatang. KEN merupakan program penting yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf/Baparekraf yang menjadi wadah menampilkan berbagai event unggulan dari berbagai daerah.
Dimasukkannya Festival Mojo Batik di KEN tidak hanya menyoroti kekayaan warisan budaya batik namun juga memberikan wadah bagi perajin dan desainer lokal untuk menampilkan bakat mereka. Kolaborasi ini akan menumbuhkan apresiasi yang lebih besar terhadap batik dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.
“Saya akan meminta ibu wali kota untuk mengirimkan batik terbaiknya untuk dikurasi oleh komite KEN 2024. Dan seandainya bisa lolos, ini akan mendapatkan tambahan insentif dan tambahan pendukung lainnya dari pemerintah,” katanya.
Baca Juga:
Menjelang Pelantikan PCNU Pamekasan, NU Didorong Adaptif di Era Digital
Jatim Open Woodball 2026 Resmi Dibuka di Sidoarjo, 400 Atlet Bertanding
CGTN: Tiongkok dan AS Sepakati Visi Baru, Dorong “Hubungan Lebih Stabil dan Konstruktif”
Sandi juga mengapresiasi atas Mojo Batik Fest yang dibuat dengan motif kontemporer dan menggunakan bahan pewarna yang ramah lingkungan.
“Oleh karena itu ini yang disebut dengan Ekonomi Mijap, Ekonomi Masa Depan Indonesia, ” katanya.
Tak lupa juga, ia meminta agar semua elemen masyarakat melestarikan serta mendukung Batik dengan gerakan 3G (Gercep, Geber, Gaspol).
G pertama yaitu Gercep (Gerak Cepat), Sandi menyatakan kita punya banyak waktu untuk mencapai Indonesia emas 2045 dan harus mempercepat langkah dengan Gercep.
Baca Juga:
Infrastruktur Digital Mempercepat Transformasi Cerdas di Industri Perkeretaapian
G kedua, Geber (Gerak Bersama), Ia mengungkapkan kita tak bisa sendiri-sendiri dengan melibatkan semua pihak untuk menciptakan peluang untuk menjadi pemenang.
G ketiga, Gaspol (Garap Semua Potensi Online), Sandi meminta agar semua menggunakan digitalisasi sebagai bagian dari transformasi khususnya batik Mojokerto agar lebih dikenal oleh dunia. (Andy Setiawan)***














