Gubernur Khofifah Menyoroti Pentingnya Batik Legendaris di Sidoarjo sebagai Sarana Peningkatan Ekosistem UMKM Persiapan PORPROV VIII

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 3 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jatim menyempatkan diri untuk membatik bersama pengrajin di Dusun Jetis.

Gubernur Jatim menyempatkan diri untuk membatik bersama pengrajin di Dusun Jetis.

JATIMRAYA.COM, Kunjungan tersebut terjadi saat Gowes Gemilang, dalam rangka menyambut Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur ke-8 tahun 2023 mendatang. Kunjungan tersebut dilakukan bersama Bupati Sidoarjo dan warga Sidoarjo, Minggu (3/9).

Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu dari empat daerah yang menjadi tuan rumah PORPROV Jatim ke-8, bersama Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Jombang. Khususnya, Kabupaten Sidoarjo yang menjadi lokasi pembukaan PORPROV VIII pada 9-16 September 2023.

Gubernur Khofifah mendorong partisipasi masyarakat dalam mempromosikan berbagai produk UMKM pada PORPROV VIII. Salah satunya menampilkan kerajinan batik tulis dari Desa Batik Jetis di Sidoarjo merupakan tempat yang terkenal dengan persembahannya yang terjangkau dan legendaris.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PORPROV ini tidak sekadar menjadi pesta olahraga. Jadi keberadaan Kampung Batik Jetis di Sidoarjo ini akan menjadi bagian memperkuat ekosistem ekonomi yang sangat strategis untuk memperkenalkan produk-produk UMKM,” terangnya.

Gubernur Khofifah didampingi Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengawali kunjungannya dengan menjelajahi salah satu pertokoan. Dalam kunjungannya, ia berkesempatan mengamati berbagai macam desain batik tulis yang ditampilkan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Selain meninjau desain, Gubernur Khofifah juga melakukan pembelian berbagai jenis kain batik tulis dengan motif berbeda-beda. Harganya berkisar antara Rp100.000 hingga Rp700.000 per lembar berdasarkan kerumitan polanya.

“Sentra Batik Jetis ini cukup tua yakni sejak tahun 1953. Tadi saya lihat juga sangat terjangkau harganya. Untuk kualitas batik yang lebih halus tulisnya juga ada di sini,” kata Khofifah.

Setelah membeli berbagai motif kain batik tulis, Khofifah juga mengunjungi tempat usaha Ibu Tatik yang menjual dan membuat batik. Selama berada di sana, ia bahkan sempat membuat sendiri desain batik di atas kain bermotif Jetis yang menampilkan flora khas Sidoarjo dengan warna-warna eye-catching seperti merah, hijau, kuning, dan hitam.

Khofifah menjelaskan, mayoritas batik di Jetis bermotif Madura. Faktanya, lokasi ini telah memproduksi desain batik Madura sejak sebelum tahun 1953. Hal ini menyiratkan bahwa makna budaya Jetis Sidoarjo dan hubungannya dengan Madura berakar kuat pada ekspresi budaya mereka melalui pola batik yang unik.

“Saya ingin menyampaikan kekuatan budaya kita itu harus menjadi kekuatan seduluran di antara kita semua. Salah satu wujudnya melalui keberadaan Batik Jetis ini,” katanya.

Ia menyampaikan pentingnya mempromosikan produk-produk berkualitas dari UMKM kepada seluruh peserta acara PORPROV. Kekhawatirannya bermula dari tidak semua orang yang hadir di Porprov VIII, termasuk atlet dan pengunjung, mengetahui keberadaan Sentra Batik Jetis di Sidoarjo. Pusat ini menawarkan harga yang terjangkau dan kualitas yang sangat baik.

“Hal penting yang saya tekankan adalah supaya mereka mengenal Sidoarjo lebih dekat, lebih luas, dan lebih dalam,” tegasnya.

Apalagi, seperti disampaikan Khofifah, keberadaan industri Batik Jetis tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga meningkatkan tali silaturahmi dan komunikasi masyarakat sekaligus meningkatkan taraf hidup para perajin Batik Jetis.

“Mari kita ikut mempromosikan keberadaan Kampung Batik Jetis ini ke seluruh masyarakat luas. Utamanya di momen akbar PORPROV Jatim VIII Tahun 2023,” pungkasnya.

Sebagai informasi latar belakang, pada tahun 2008 silam, Bupati Win Hendrarso resmi menetapkan Kampung Jetis sebagai tempat wisata Kampung Batik Jetis. Batik yang tersedia diantaranya adalah Batik Kamsatun, Batik Amri, Batik Daun, Batik Adam, Batik Namiroh, Batik Yassaroh, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Ciri khas batik Jetis adalah warnanya yang merah coklat kehitaman dan motifnya terinspirasi dari flora dan fauna. Motif Merak, Motif Bunga Tebu, Motif Bunga Bayam hanyalah beberapa contoh desain rumit yang dikenal dengan Motif Sekardangan atau Sekar Jagad. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Polisi Patroli Objek Vital di Sidoarjo, Museum hingga Pusat Perbelanjaan Disisir
Menjelang Pelantikan PCNU Pamekasan, NU Didorong Adaptif di Era Digital
Jatim Open Woodball 2026 Resmi Dibuka di Sidoarjo, 400 Atlet Bertanding
Harga Terjangkau Sari Sari POP Siap Bidik Market Share Menengah Ke Bawah
Guru Besar UIN Madura: 1 Zulhijah 1447 Hijriah Jatuh pada 18 Mei 2026
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, BRI Jemursari Serahkan Bantuan TJSL ke SMAN 10 Surabaya
Siswa SMP Al Muslim Waru Turun ke Desa, Program Young Changemakers 2025/2026 Cetak Solusi Nyata
IBS PKMKK Pamekasan Lahirkan Generasi Penulis, 206 Buku Santri Ber-ISBN Terbit

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:16 WIB

Polisi Patroli Objek Vital di Sidoarjo, Museum hingga Pusat Perbelanjaan Disisir

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:00 WIB

Menjelang Pelantikan PCNU Pamekasan, NU Didorong Adaptif di Era Digital

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:51 WIB

Jatim Open Woodball 2026 Resmi Dibuka di Sidoarjo, 400 Atlet Bertanding

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:52 WIB

Harga Terjangkau Sari Sari POP Siap Bidik Market Share Menengah Ke Bawah

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:34 WIB

Guru Besar UIN Madura: 1 Zulhijah 1447 Hijriah Jatuh pada 18 Mei 2026

Berita Terbaru