Hari Raya Idul Fitri Yang Berbeda

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 20 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA.COM – Hari ini Muhammadiyah telah menetapkan bahwa hari raya Idul Fitri adalah hari Jum’at 20 Maret 2026. Tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah ini sebagai tanda berakhirnya bulan suci ramadhan. Saat hari raya Idul Fitri, umat Islam dilarang berpuasa.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasanya Nabi Saw melarang puasa pada dua hari, yaitu : Idul Fitri dan Idul Adha (HR. Muslim).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedangkan saudara kita Nahdiyin dan juga Pemerintah telah menetapkan bahwa hari raya jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.

Perbedaan penetapan 1 Syawal ini bukanlah hal yang baru, setiap tahun selalu menghadirkan reaksi yang sama ‘perdebatan’ ; terutama di media sosial.

Perbedaan penentuan hari raya ini, berbeda karena dasar penetapannya. Keduanya memiliki dasar syar’i yang kuat.

Muhammadiyah berdasarkan HISAB (Perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan), berdasarkan firman ALLOH SWT pada QS. Ar-Rahman: 5 ” Matahari dan bulan (beredar) sesuai dengan perhitungan.”

Sedangkan Pemerintah dan Nahdiyin berdasarkan RUKYAT : Pengamatan langsung hilal (bulan sabit pertama), berdasarkan hadits Nabi Saw :” Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dua dalil itu menunjukkan Islam memberi ruang pendekatan baik melalui observasi maupun analisa (perhitungan). Perbedaan yang muncul bukanlah penyimpangan, melainkan hasil dari ijtihad.

Bagaimana di jaman Nabi Saw?

Perbedaan hari raya pernah terjadi di jaman Nabi Saw. Hal ini disebabkan tidak ada orang yang melihat hilal, sehingga puasa digenapkan 30 hari.

Kisah itu diketahui saat sahabat Kuraib diutus menemui Muawiyah di Syam, di Syam ia telah melihat hilal pada malam Jum’at, Saat Kuraib kembali ke Madinah pada akhir ramadhan, ia ditanya oleh Ibnu Abbas perihal melihat hilal (HR. Muslim, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi dll)

Di Syam, hilal terlihat malam Jum’at, sedangkan di Madinah terlihat malam Sabtu, sehingga puasanya digenapkan 30 hari. Padahal jarak Syam (Palestina/Suriah/Lebanon) dam Madinah relatif dekat, sekitar 1.100 km. Namun penetapan hari raya Idul Fitri nya berbeda.

Berita Terkait

Akar yang Menghidupkan: Santri dan Ikhtiar Menjaga Keutuhan Negeri dan Peradaban
Kedaulatan Ekonomi di Bawah Bayang-Bayang Indeks
Dua Tahun Kekuasaan dan Hak Rakyat Menagih
Dua Tahun Prabowo -Gibran: Fatamorgana Gagasan di Lorong Gelap Birokrasi
MSCI, Pasar Saham dan Kebijakan Ekonomi Presiden Prabowo
Karhutla, Krisis Spiritual, dan Amanah Kekhalifahan: Ketika Hutan Dibakar atas Nama Kemajuan
Pisau Kebenaran dan Bungkus Moral Kekuasaan
Menyikapi Anatomi Operasional Shadow State

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Akar yang Menghidupkan: Santri dan Ikhtiar Menjaga Keutuhan Negeri dan Peradaban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Kedaulatan Ekonomi di Bawah Bayang-Bayang Indeks

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Dua Tahun Kekuasaan dan Hak Rakyat Menagih

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Dua Tahun Prabowo -Gibran: Fatamorgana Gagasan di Lorong Gelap Birokrasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:02 WIB

MSCI, Pasar Saham dan Kebijakan Ekonomi Presiden Prabowo

Berita Terbaru

Lifestyle

Kedaulatan Ekonomi di Bawah Bayang-Bayang Indeks

Kamis, 22 Okt 2026 - 18:45 WIB

Lifestyle

Dua Tahun Kekuasaan dan Hak Rakyat Menagih

Kamis, 22 Okt 2026 - 18:31 WIB

Lifestyle

MSCI, Pasar Saham dan Kebijakan Ekonomi Presiden Prabowo

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:02 WIB