Iri Hati (HASAD) yang Diperbolehkan

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 7 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gatot Sundoro

JATIMRAYA.COM – Iri hati yang diperbolehkan dalam Islam adalah iri hati terhadap orang yang menggunakan kelebihannya untuk kebaikan.

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Tirmidzi dan Imam Nasa’i menyebutkan: Dari Ibnu Umar, Rasulullah saw bersabda:” Tidak diperbolehkan iri hati (hasad) kecuali terhadap  dua orang, yaitu orang yang dikaruniai ALLOH (kemampuan membaca/ menghafal Al Qur’an). Lalu ia membacanya siang dan malam; dan orang yang dikaruniai harta oleh ALLOH, lalu ia menginfaqkan siang dan malam.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Al Qur’an dan hadits banyak diterangkan bahwa iri hati atau hasad hukumnya mutlak dilarang; kecuali iri hati menurut hadits diatas, kita boleh hasad terhadap ke dua orang tersebut.

Pelajaran yang diambil dari hadits tersebut adalah: Seorang muslim diperbolehkan iri hati terhadap saudaranya yang memiliki kemampuan ilmu yang mumpuni dan mengamalkannya, baik ilmu agama ataupun ilmu kebaikan lainnya.

Rasa iri hati ini diharapkan bisa melecut semangat atau spirit orang itu agar wawasan ilmunya lebih baik.

Begitu juga iri hati terhadap seorang muslim yang dikaruniai harta melimpah namun tidak kikir. Kedermawanan dengan berinfaq siang dan malam. Diperbolehkan iri hati terhadap hal tersebut, yang tujuannya adalah untuk memotivasi apabila ia kelak dikaruniai harta; juga akan meniru bersifat dermawan alias tidak kikir.

Berita Terkait

Karhutla, Krisis Spiritual, dan Amanah Kekhalifahan: Ketika Hutan Dibakar atas Nama Kemajuan
Pisau Kebenaran dan Bungkus Moral Kekuasaan
Menyikapi Anatomi Operasional Shadow State
Menko Sugiono dan Tembakau
Antrean di Ujung Barel: Ilusi Harga Pompa dan Ujian Kedaulatan Energi
Menembus Labirin Dark Economy: Mengapa Pembersihan Bisnis Haram dan Kejahatan Kerah Putih Begitu Rumit?
Keheningan Kekuasaan dan Debu Legitimasi
Mencari Malapetaka di Balik Wacana Payroll Kopdes

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Karhutla, Krisis Spiritual, dan Amanah Kekhalifahan: Ketika Hutan Dibakar atas Nama Kemajuan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Pisau Kebenaran dan Bungkus Moral Kekuasaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Menyikapi Anatomi Operasional Shadow State

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Menko Sugiono dan Tembakau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Antrean di Ujung Barel: Ilusi Harga Pompa dan Ujian Kedaulatan Energi

Berita Terbaru