Ketua DPD RI Dukung Penguatan Hukum Lingkungan dengan Pendekatan Antroposen

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 10 Juni 2024 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung penguatan hukum perlindungan lingkungan dengan pendekatan antroposen. (foto: tim media LaNyalla)

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung penguatan hukum perlindungan lingkungan dengan pendekatan antroposen. (foto: tim media LaNyalla)

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung hasil Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Universitas Airlangga dengan tema ‘Law in the Anthropocene dalam Konteks Indonesia’, yang digelar hybrid pada Senin (10/6/2024), dengan narasumber utama Profesor Mas Achmad Santosa, dari Universitas Indonesia, yang juga pendiri ICEL (Indonesia Center of Environment Law).

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

“Saya ikuti melalui zoom dari Jakarta. Saya pikir hal ini penting, untuk masa depan planet bumi yang semakin terbatas ini. Terutama dengan ancaman perubahan iklim yang bisa menjadi disrupsi sangat serius bagi bumi dan isinya. Saya selaku Ketua DPD RI tentu mendukung penguatan hukum lingkungan dengan pendekatan antroposen (hubungan timbal balik manusia dan alam),” tandas LaNyalla.

Dikatakan LaNyalla, sebagai wakil daerah, DPD RI sebenarnya paling berkepentingan dengan perlindungan alam dan masyarakat adat. Tetapi DPD RI bukan pemegang kekuasaan pemegang Undang-Undang, sehingga baru sebatas memberi pertimbangan kepada DPR RI. Tetapi dalam fungsi pengawasan, DPD RI dapat melakukan banyak hal. Termasuk pengawasan kebijakan yang berkaitan dengan lingkungan.

“Sebenarnya pendekatan antroposen sudah diperintahkan oleh Allah SWT melalui Al Quran. Ada 9 ayat dalam Al-Qur’an tentang lingkungan yang merupakan perintah agar umat manusia menjaga dan tidak berbuat kerusakan yang akan memberi dampak negatif bagi keseimbangan kehidupan di bumi,” urai LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu memberi apresiasi kepada ICEL, sebagai organisasi masyarakat sipil terus memberi kontribusi terhadap isu-isu lingkungan. Karena posisi penting masyarakat sipil adalah sebagai pendorong gerakan hukum lingkungan. Bahkan, juga untuk menghasilkan teori hukum baru.

“Saya juga mendorong agar lembaga pendidikan juga memikirkan kurikulum lingkungan sebagai bagian dari kurikulum umum di semua program studi. Sehingga menjadi bagian pengetahuan dan pemahaman semua lapisan masyarakat, karena ini bisa mempercepat kesadaran umum,” pungkasnya.

Dalam FGD tersebut Profesor Mas Ahmad memberikan empat agenda aksi untuk menuju penguatan hukum lingkungan dengan pendekatan antroposen. Yang pertama adalah research yang diperkuat, kedua mendorong para pembuat kebijakan untuk memperkuat antroposen. Ketiga, memperkuat jaringan lintas keilmuan dan keempat mempertajam kurikulum hukum lingkungan dengan pendekatan antroposen.

Berita Terkait

Terkait Pernyataan tentang Perlindungan Orang Tobelo Dalam, Direktur International Survival Asia Temui Ketua DPD RI
Menaker: Berkurban, Simbol Solidaritas Nilai-Nilai Sosial
2024, Panitia Masjid Siti Suci Nur Rohmah Perumahan Magersari Permai Sembelih 41 Ekor sapi dan 25 Ekor Kambing
Perayaan Idul Adha 1445 H, Plt Bupati Subandi Menyerahkan Satu Ekor Sapi di Takmir Masjid Agung Sidoarjo
Sebanyak 76 Hewan Kurban, di Salurkan Polresta Sidoarjo kepada Masyarakat
Mimik Idayana Bersama Suami Fasilitasi Kurban Sapi di Perumahan AL Desa Kedungbendo Candi
Menko Muhadjir Berharap Pesantren Ar Roudhotul Ilmiyah Mampu Transformasi Menuju Keseimbangan
Berikan Pembelajaran Inklusif, Menko Muhadjir Apresiasi Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 05:41 WIB

2024, Panitia Masjid Siti Suci Nur Rohmah Perumahan Magersari Permai Sembelih 41 Ekor sapi dan 25 Ekor Kambing

Senin, 17 Juni 2024 - 19:52 WIB

Perayaan Idul Adha 1445 H, Plt Bupati Subandi Menyerahkan Satu Ekor Sapi di Takmir Masjid Agung Sidoarjo

Senin, 17 Juni 2024 - 17:44 WIB

Sebanyak 76 Hewan Kurban, di Salurkan Polresta Sidoarjo kepada Masyarakat

Minggu, 16 Juni 2024 - 21:37 WIB

Menko Muhadjir Berharap Pesantren Ar Roudhotul Ilmiyah Mampu Transformasi Menuju Keseimbangan

Minggu, 16 Juni 2024 - 17:28 WIB

Berikan Pembelajaran Inklusif, Menko Muhadjir Apresiasi Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono

Sabtu, 15 Juni 2024 - 21:36 WIB

Bacawalkot Malang Dwi Hari Cahyono Terapkan Program Pembuatan Sumur Resapan Setiap IMB Baru

Sabtu, 15 Juni 2024 - 18:18 WIB

Anggota Samapta Polresta Sidoarjo Laksanakan Patroli Kamtibmas Sekaligus Bagikan Makanan

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:13 WIB

Serah Terima Kepala Kanim Tanjung Perak, I Gusti Tertantang Pertahankan Predikat WBBM dan WBK

Berita Terbaru

Menaker Ida Fauziyah. (foto: Humas Kemnaker RI)

Nasional

Menaker: Berkurban, Simbol Solidaritas Nilai-Nilai Sosial

Selasa, 18 Jun 2024 - 16:27 WIB