Keutamaan dan Adab di Bulan Ramadhan

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA.COM – Ramadhan melatih manusia beriman untuk menjadi manusia yang bertaqwa melalui ibadah puasa setiap hari, sebulan penuh di bulan Ramadhan.

Dalam puasa, kita dilarang melakukan hal hal yang membatalkan puasa, seperti: Makan, minum dan hubungan suami istri (bersetubuh); meskipun hal hal tersebut boleh dilakukan apabila tidak berpuasa.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika hal hal yang halal dilarang ketika berpuasa, apalagi hal hal yang haram. Tentunya kita harus lebih menjaga diri dari yang diharamkan ALLOH Ta’ala.

Rasulullah Saw dalam sebuah hadits menganjurkan empat hal agar kita mengamalkannya sebanyak mungkin pada bulan ramadhan, yaitu membaca kalimat thayyibah, beristigfar, berdoa agar dimasukkan ke dalam surga dan berlindung dari siksa api neraka.

Selanjutnya Rasulullah Saw bersabda tentang keutamaan dan adab bulan ramadhan,

Pertama: Bulan ramadhan adalah bulan kesabaran. Oleh sebab itu, walaupun sesulit apapun saat berpuasa, hadapilah dengan senang hati, berbahagia. Janganlah berkeluh-kesah seperti perilaku orang orang ketika bulan ramadhan jatuh pada musim panas.

Demikian juga saat tertinggal untuk bersahur, tetaplah berpuasa. Jika kalian merasa letih saat tarawih, tahanlah dengan senang hati. Jangan menganggapnya sebagai suatu musibah, karena hal itu akan menghilangkan pahalanya. Jika untuk mendapatkan materi dunia saja sanggup meninggalkan makan, minum dan istirahat, mengapa tidak mampu menahan sedikit kesulitan untuk mencari Ridha ALLOH SWT?”

Selanjutnya Nabi Saw bersabda bahwa inilah bulan kasih sayang, yaitu dengan membantu fakir miskin. Jika ada sepuluh makanan yang tersedia untuk berbuka, sekurang kurangnya tiga atau empat dari makanan itu bisa disisihkan untuk fakir miskin. Jika kita tidak dapat memberikan yang lebih baik dari yang kita makan, paling tidak berikan makanan yang sama dengan yang kita makan. Berapa pun kemampuan kita, sisihkanlah sebagian makanan berbuka dan bersahur untuk diberikan kepada fakir miskin.

Berita Terkait

Adu Domba: Racun dalam Bungkus Manajemen Konflik
KUWALAT DI PELATARAN TAMBAKBERAS: Membaca Tanggung Jawab Kosmis Rais Aam dan Muktamirin
Ketika Arkana III Bertemu Arkana 0: Rekonstruksi Takdir Gus Gudfan di Tengah Kegelapan Muktamar
Ketika Langit Nusantara Bergetar: Membaca Aksara Semesta di Ambang 27 Agustus 2026
Mutilasi Kemasan Konstitusional
Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan
Menjelang Muktamar: Bencana, Syahwat Kekuasaan, dan Kebutaan Spiritual Kita
Perang Hibrida dan Kerentanan Indonesia: Ancaman dari Wilayah Abu-Abu

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:42 WIB

KUWALAT DI PELATARAN TAMBAKBERAS: Membaca Tanggung Jawab Kosmis Rais Aam dan Muktamirin

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Ketika Arkana III Bertemu Arkana 0: Rekonstruksi Takdir Gus Gudfan di Tengah Kegelapan Muktamar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:04 WIB

Ketika Langit Nusantara Bergetar: Membaca Aksara Semesta di Ambang 27 Agustus 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Mutilasi Kemasan Konstitusional

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan

Berita Terbaru