Manusia Pertama Yang Mengetuk Pintu Surga dan Masuk Ke Surganya Alloh Ta’ala

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 3 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA.COM – Surga dalam agama Islam merupakan tempat yang diidamkan idamkan oleh setiap muslim. Surga tempat yang sangat indah dan penuh kenikmatan yang tidak bisa dibayangkan oleh manusia.

Surga tempat yang penuh dengan kebahagiaan dan kedamaian yang abadi. Para penghuninya akan hidup kekal selamanya, terbebas dari segala penderitaan dan kesulitan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Manusia yang masuk surga, umurnya dijadikan ALLOH sekitar 30 an, tidak pernah sakit, tidak pernah capek dan tidak akan pernah buang kotoran (ingus, kecing maupun berak). Pembuangan kotoran manusia dijadikan/diubah oleh ALLOH menjadi keringat yang harum. Jadi jangan membayangkan di surga banyak toilet.

Dalam Al Qur’an surat Al-Fath, ayat 1 dan 2, merupakan jaminan dan ampunan dosa, yang berimplikasi pada kepastian jaminan surga.

Manusia yang pertama masuk surga adalah seseorang yang paling mulia di jagad raya ini, dialah Nabi Muhammad Saw.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim, Rasulullah Saw menegaskan bahwa beliau lah orang yang pertama kali dibukakan pintu surga pada hari kiamat nanti.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda:” Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat nanti, lalu aku minta dibukakan pintunya.

Maka penjaga surga bertanya:” Siapakah engkau?”

Aku menjawab:” Muhammad.”

Penjaga surga lalu berkata:” Aku diperintahkan untuk tidak membukakan pintu bagi seorangpun sebelummu.” (HR. Muslim).

Selain Nabi Saw, umatnya juga di hizab dan masuk surga terlebih dahulu dibandingkan umat umat Nabi yang lain; seperti yang diriwayatkan oleh imam Muslim, Nabi Saw bersabda:” Kita adalah yang terakhir (masanya di dunia), tetapi yang pertama di hari kiamat nanti. Kita yang akan masuk surga lebih dahulu.”

Ada 14 golongan orang orang yang akan masuk surga, surga 100 tingkat yang jarak satu surga dengan surga lainnya sejauh langit dan bumi, mereka adalah :

1. Orang orang yang beriman dan beramal kebajikan baik (QS. Al Isra:9)

2. Orang orang yang hijrah dan berjuang di jalan ALLOH (QS. At Taubah:22-23)

3. Orang orang yang bertaubat dan bertauhid (QS. Az Zumar : 17)

4. Muslim yang beriman kepada firman ALLOH (QS. Az Zukhruf:68-70)

5. Hamba ALLOH yang ikhlas (QS. As Saffat:40-43)

6. Manusia yang konsisten beriman kepada ALLOH (QS. Fussilat:30)

7. Orang orang yang bertaqwa, ahli puasa (QS. Al Baqarah 183; Ali Imran:15, 133)

8. Orang orang yang teraniaya (Diusir dan disakiti), Sahid di jalan ALLOH (QS. Ali Imran:195)

9. Orang orang yang bangun malam untuk zikir dan sholat (QS. As Sajdah:16-17)

10. Orang orang yang menjaga sholatnya, kemaluannya, amanatnya, meninggalkan kegiatan yang tak ada gunanya dan menunaikan zakat. (QS. Al-Mukminun:1-11)

11. Wali (kekasih) ALLOH (QS. Yunus: 62-64)

12. Orang orang yang beriman pada hari kiamat (QS. Al Mujadalah:22)

13. Orang orang yang bersabar, perbuatannya semata mata karena ALLOH dan ikhlas menginfakkan rezekinya (QS. Ar Rad:22)

14. Orang orang yang taat kepada ALLOH dan rasul-NYA (QS. An Nisa’:69)

Bergembiralah umat Nabi Muhammad Saw, karena secara akidah, semua orang Islam pada akhirnya akan masuk surga. Namun perjalanan menuju surga itu tergantung pada timbangan amal dan dosa masing masing individu selama hidup di dunia.

Berikut pembagian umat Nabi Saw saat di akhirat kelak:

1. Golongan masuk surga tanpa hizab.

Mereka kelompok istimewa langsung masuk surga tanpa proses perhitungan amalan dan dosa.

Jumlah mereka terbatas, merupakan hamba hamba pilihan dengan tingkat keimanan yang sempurna.

2. Golongan yang masuk surga setelah di hizab (Jalur cepat)

Kelompok orang yang dihitung amalan kebajikan terlebih dahulu. Apabila amal kebajikan lebih berat daripada dosa dosanya dan ALLOH mengampuni dosanya, mereka langsung dimasukkan surga.

3. Golongan yang mampir ke neraka terlebih dahulu (Al Jahannamiyyun)

Mereka adalah golongan yang memiliki dosa besar, belum bertobat; timbangan dosanya lebih berat daripada amal kebajikannya.

Golongan ini harus ‘dibersihkan’ terlebih dahulu di dalam neraka.

Selama masih ada iman sekecil zarah (biji sawi) di hatinya, mereka akan diangkat ke dalam surga.

Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Saw dalam riwayat Bukhari dan Muslim :” Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan ‘Laa ilaha illallah’ dan didalam hatinya ada kebaikan (iman) seberat biji sawi.”

Di gambarkan dalam suatu hadits, orang Islam yang terakhir dikeluarkan dari neraka dan paling terakhir masuk ke surga, yaitu seorang laki laki yang keluar dari neraka dengan merangkak.

Kemudian ALLOH berfirman:” Pergilah engkau, masuklah engkau ke surga.”

Semula ia mengira ALLOH SWT mengolok oloknya dan ia juga berpikir bahwa surga sudah penuh.

Akhir riwayat orang tersebut masuk surga, meskipun dia adalah penghuni surga yang paling rendah derajatnya. Namun dia mendapatkan kenikmatan setara dengan 10 kali lipat dari kenikmatan dunia.

Berita Terkait

Minimarket dan Mata Tuhan
Ketika Tangan Terangkat dan Ego Runtuh: Menyelami Samudra Takbir dalam Kesadaran Sufistik
Nestapa di Ruang Sidang MK: Jerat Kekerasan Ekonomi Dosen dan Runtuhnya Fondasi Indonesia Emas 2045
Hankamrata TNI: Lahir dari Rakyat, Berjuang Bersama Rakyat, Hanya Mengabdi untuk Rakyat—Tidak Menjadi Tentara Korporasi
Neraca di Tangan Iblis: Ketika Hukum Menjadi Berhala
Ketidakberdayaan Negara Mengendalikan Aparat: Ironi Negara Hukum Pancasila Dalam Membangun Kepastian Investasi
Dhele Kopong di Hati Pemimpin
Cermin yang Berdebu: Menyeka Kebencian, Menyingkap Wajah-Nya

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:35 WIB

Minimarket dan Mata Tuhan

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:29 WIB

Ketika Tangan Terangkat dan Ego Runtuh: Menyelami Samudra Takbir dalam Kesadaran Sufistik

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:20 WIB

Nestapa di Ruang Sidang MK: Jerat Kekerasan Ekonomi Dosen dan Runtuhnya Fondasi Indonesia Emas 2045

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:09 WIB

Hankamrata TNI: Lahir dari Rakyat, Berjuang Bersama Rakyat, Hanya Mengabdi untuk Rakyat—Tidak Menjadi Tentara Korporasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:09 WIB

Ketidakberdayaan Negara Mengendalikan Aparat: Ironi Negara Hukum Pancasila Dalam Membangun Kepastian Investasi

Berita Terbaru

Lifestyle

Minimarket dan Mata Tuhan

Jumat, 3 Jul 2026 - 14:35 WIB