Masyarakat Sudah Tenang, 78 Huntap Dibangun Pasca Banjir Bandang

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 22 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah resmikan rumah permanen (huntap) relokasi rumah dan prasarana pasca banjir bandang di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Kamis (21/9).

Gubernur Khofifah resmikan rumah permanen (huntap) relokasi rumah dan prasarana pasca banjir bandang di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Kamis (21/9).

JATIMRAYA.COM, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan rumah permanen (huntap) relokasi rumah dan prasarana pasca banjir bandang di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Kamis (21/9).

Penyerahan kunci mockup Huntap oleh Gubernur Khofifah kepada lima warga perwakilan menjadi simbol peresmian. Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Eny Supartini, Bupati Bondowoso Salwa Arifin, dan Kepala BPBD Jawa Timur turut hadir.

Sebanyak 78 rumah dibangun, masing-masing rumah berukuran 4×6 meter persegi, di atas tanah berukuran 7×14 meter persegi. Setiap gedung dilengkapi dengan fasilitas kebersihan atau sanitasi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lahan yang digunakan untuk perumahan tersebut merupakan milik Perhutani dengan luas kurang lebih 4,63 hektar. Luas lahan yang digunakan untuk relokasi rumah sekitar 1 hektar, sehingga setiap penerima bantuan mendapat sebidang tanah berukuran 98 meter persegi.

Khofifah mengatakan, kompleks perumahan tersebut dibangun menyusul bencana banjir bandang dahsyat yang melanda Desa Kalisat dan Sempol di lereng Gunung Ijen pada Februari lalu. Atas hal itu dengan dibangunnya rumah-rumah tersebut diharapkan dapat memberikan rasa tenteram dan nyaman karena dibangun di lokasi yang lebih aman dibandingkan sebelumnya.

“Ketenangan merupakan hal vital. Karena lokasi rumah sebelumnya berada di dekat arus lereng Gunung Raung. Sehingga saat hujan maupun arus kuat, rawan banjir dan meresahkan warga. Semoga di lokasi yang baru ini warga lebih tenang, aman dan nyaman,” katanya.

Berada di kawasan strategis yang berjarak 2-3 km dari fasilitas kesehatan, pasar, tempat ibadah, pusat pendidikan, dan kantor pemerintahan, komplek tersebut dihuni 29 warga Desa Sempol serta 49 warga Desa Kalisat.

“Alhamdulillah ke-78 rumah tersebut juga sudah lengkap dengan MCK (Mandi, cuci, kakus). Sedangkan sarana prasarana, pipanisasi, dan akses jalan sebagian akan terus digenjot percepatan penyelesaiannya,” katanya.

Dana yang terkumpul antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso sebesar Rp13,18 miliar diperuntukkan pembangunan rumah tersebut.

BNPB telah memberikan bantuan berupa lima paket pekerjaan dengan total anggaran Rp11,6 miliar, untuk relokasi 65 unit rumah di Desa Kalisat, relokasi jalan lingkungan sepanjang 1.500 meter di Desa Kalisat. Desa Kalisat, relokasi sistem drainase lingkungan sepanjang 3.000 meter di Desa Kalisat, dan pengadaan penahan banjir di Desa Sempol dan Kalisat.

Pemprov Jatim melalui BPBD mengalokasikan Rp1,17 miliar untuk pembangunan sarana toilet dan sanitasi kawasan (MCK) di 78 unit rumah, serta pembangunan jalan lingkungan sepanjang 300 meter.

Pemkab Bondowoso sendiri juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp409,4 juta untuk relokasi 13 rumah lainnya. Selain itu, PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk telah memberikan bantuan berupa pintu kamar mandi/MCK.

Usai peresmian, Khofifah menyempatkan diri meninjau rumah-rumah yang dijadikan tempat tinggal tetap. Ia pun memastikan untuk menyapa warga.

Bantuan Instalasi Listrik Rumah dan Bantuan Sambungan Rumah kepada 452 penerima manfaat yang diserahkan secara simbolis oleh Khofifah kepada 5 orang.

Siti (70), merupakan salah satu penerima huntap tersebut mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya. Pasalnya, rumahnya hancur saat bencana banjir bandang pada Februari lalu.

“Waktu banjir, saya harus pegangan ke paku biar tidak hanyut. Rumah saya habis, dan saya tidur di kandang. Alhamdulillah saya senang sekali sekarang sama Bu Gubernur sudah dibangunkan rumah,” ungkapnya. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Viral Dugaan Arena Judi Sabung Ayam, Polsek Waru Langsung Bongkar Lokasi
Akses dari Tol HK ke Jabon Sempit, Bupati Subandi Dorong Pelebaran Jalan
Flyover Gedangan Bakal 6 Lajur, Antisipasi Macet 30 Tahun ke Depan
Sukses Pukau Penonton, Gita Loka Giga Gemilang SDN Bugih 3 Jadi Semarakkan Festival Drumband
Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Sukodono Cek Pertumbuhan Jagung di Kebonagung
Viral Judi Sabung Ayam di Berbek Sidoarjo, Polsek Waru Tindaklanjuti Aduan Warga
Cegah Kenakalan Remaja, Polresta Sidoarjo Edukasi Siswa MTs Hasanuddin Gedangan
Danrem 084/Bhaskara Jaya Kunjungi Kodim 0826/Pamekasan, Tekankan Prajurit Pegang Visi dan Misi

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Viral Dugaan Arena Judi Sabung Ayam, Polsek Waru Langsung Bongkar Lokasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Flyover Gedangan Bakal 6 Lajur, Antisipasi Macet 30 Tahun ke Depan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Sukses Pukau Penonton, Gita Loka Giga Gemilang SDN Bugih 3 Jadi Semarakkan Festival Drumband

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Sukodono Cek Pertumbuhan Jagung di Kebonagung

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Viral Judi Sabung Ayam di Berbek Sidoarjo, Polsek Waru Tindaklanjuti Aduan Warga

Berita Terbaru