Oleh: ferry Is Mirza (FIM)
Raja Solo dan Penerus Tahta kehilangan Kuasa
“Keep your friend close and your enemy closer” : Sun Tzu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
SURABAYAONLINE.CO – Dua kali gagal di Pilpres (2014 dan 2019) membuat P harus mengganti Strategi Perang. FZ yang menjadi Komandan dan memakai taktik Head to Head, diganti….
Lawan terlalu kuat. Apalagi dibelakang J ada kelompok Oligarki yang menguasai 99 persen Ekonomi Indonesia
Merekalah Penentu keputusan siapa yang harus mimpin NKRI ini.
P akhirnya gunakan taktik Kuda Troya. Dekat pada lawan, memberi hadiah lawan, bersahabat, sampai waktu yang ditentukan untuk bergerak.
P tahu bahwa J sangat ambisi, apalagi dia ingin 3 Periode. Disinilah titik lemah J.
P melamar anak J bernama G. Dengan segala rayuan, J setuju. Ambisinya makin menguat, apalagi di partainya sendiri J sudah tidak dipedulikan.
Deal politik diantara P dan J terjadi
Salah satu deal, beberapa orang J yang strategis, tidak boleh diganti dari pemerintahan, P setuju. Mereka berpartner dan menang ! Oligarki senang karena mereka kembali bisa menguasai keadaan
Tapi P tidak bodoh Langkah pertama yang dia lakukan adalah menguasai BUMN, karena selama ini BUMN dijadikan tempat logistik dan pengembangbiakan para relawan.
P mendirikan Perusahaan D yang menguasai seluruh BUMN.
ET, orangnya J, tidak berkutik. Dia tidak bisa berkuasa lagi sekarang. Tapi P tetap menghormati deal politik, ET tidak diganti hanya “dipindahkan”.
Dan Perusahaan D yang dinakhodai R kemudian melakukan hal yang tidak pernah J pikirkan, merombak BUMN, membubarkan sebagian besar, sehingga pusat logistik J hancur berantakan.
Para Oligarki mulai bertanya tanya. Ini P kenapa kok berbeda, tidak seperti yang J katakan.
Mereka ke kota wayang menemui J dan meminta J untuk bicara ke P. “Negara S ada di belakang kami..” kata mereka.
Negara S selama ini jadi tempat Oligarki menampung uang uang mereka.
J berfikir keras. Dia menghubungi orang orangnya yang saat berkuasa dia tanam di sekitar P. Tapi orang orang itu sudah tidak bisa dihubungi. Dia yang dulu perkasa, kali ini kehilangan pegangan.
Sementara para Oligarki terus menekannya karena mereka kini ditekan oleh P.
“Apa yang harus dilakukan ?”
J gelisah. G gelisah. Oligarki gelisah.
P menyiapkan langkah kedua. Langkah Kuda Troya semakin menunjukkan hasilnya.
OLIGARKI
“Seni tertinggi dalam perang adalah menaklukkan musuh tanpa bertempur” Sun Tzu.
Dalam bukunya Paradoks Indonesia, P menuliskan bahwa 99 persen Ekonomi dikuasai segelintir orang. Situasi itu berlangsung lama sehingga jurang ekonomi kaya dan miskin semakin besar. Ini bisa memicu kerusuhan sosial.
Masalahnya, Oligarki itu selama ini ada di belakang J. Dan bersama para Oligarki, J punya kuasa untuk mengatur negeri.
P paham ini. Maka ketika langkah Kuda Troyanya berhasil, hal pertama yang dia lakukan adalah memutus kekuatan utama para Oligarki, dimana lagi kalau bukan di Ekonomi.
Langkah pertamanya, Swasembada. Selama ini kekurangan kebutuhan pokok selalu jadi pemicu kudeta, dan kebutuhan pokok ini dikuasai Oligarki. Jika mereka shutdown ekonomi, rusuhlah kita.
Langkah kedua, alihkan BBM yg selama ini impor ke Listrik. Ketergantungan pada oligarki yang menguasai harus dikurangi.
BBM juga bisa jadi pemicu kerusuhan sosial.
Langkah ketiga, bangun MBG dan Kopdes MP.
Apa fungsinya ?
MBG ini misi sebenarnya bukan buat Stunting, tetapi menciptakan Sentra Ekonomi baru. Lewat makanan, maka terjadilah *penyerapan hasil Tani.
Sebagai pasangannya digerakkan Kopdes MP. Kopdes inilah nanti yang akan membeli hasil tani dan menyalurkannya ke MBG.
Perputaran Ekonomi ini sama sekali tidak melibatkan Oligarki !!! Brilliant !!!
Oligarki selama ini mendapat keuntungan ekonomi jika pemerintah keluarkan Bansos, karena uang Bansos itu dibelanjakan di Supermarket ! Dimana mereka sudah masuk ke Desa desa dan hasilnya mengalir balik lagi ke Oligarki.
Dengan MBG dan Kopdes MP, P ingin menguasai kembali Ekonomi di bawah.
Oligarki gelisah. Sumber pendapatan mereka mulai dipenggal. Mereka ngadu ke J karena dulu J pernah menjanjikan bahwa P itu boneka dia.
Pukulan keras kepada Oligarki kembali dilayangkan P.
Semua penjualan hasil SDA harus lewat Perusahaan D. Padahal disinilah sebenarnya sumber ekonomi Oligarki. Mereka punya kebun dan tambang disini, mereka jual hasilnya ke perusahaan mereka yang ada di negara S dengan harga minimal, dan dari negara S mereka jual ke seluruh dunia dengan harga maksimal. Negara S kaya raya dan mengatur harga jual meski mereka gak punya SDA.
J kembali gelisah, P ternyata bukan Boneka..
PUKULAN TELAK
Saat mengepung pasukan musuh, sisakan satu jalan keluar. Jangan terlalu menekan musuh yang sedang putus asa.” Sun Tzu
J akhirnya sadar bahwa Kuda Troya P sudah terlalu jauh menghancurkan semua struktur yang dibangunnya.
Rekan oligarki mengadu lagi, bahwa P memaksa mereka untuk membeli Patriot Bonds. Tekanan demi tekanan setiap hari datang. Masa depan makin tidak pasti. Apalagi berbagai serangan datang silih berganti.
Serangan yang terus merusak nama baiknya adalah masalah ijazah. Popularitas J terus tergerus !
Sedangkan P yang dia harapkan untuk bertindak dan melindungi, seolah gak perduli.
Partai partai yang dulu bertekuk di hadapannya, mencari posisinya sendiri. Orang orang yang dia tanam di dalam supaya dirinya dapat informasi, sulit dihubungi. Nomor kontaknya ganti.
Akhirnya J mencoba memberi sinyal, “Saya dukung P dan G dua periode..” Tidak ada jawaban dari P.
Kecurigaannya makin tinggi, sedangkan para oligarki terus mendesak, “Bagaimana ini ? Kenapa perhitungannya meleset semua ??”
Inilah yang membuat J akhirnya menyiapkan pasukan kecilnya. Pasukan kecil ini sebenarnya adalah rencana terakhirnya, karena ketika berkuasa J ingin jadi pemimpin Pasukan Merah, atau Kuning atau Biru. Tapi semua gagal dikuasainya karena terjadi penolakan kuat di dalam. Bahkan si biru menyimpan dendam karena sempat mau dirampok gila gilaan. Musuh J terlalu banyak.
Akhirnya dia keluar kandang, keliling ke daerah daerah dimana dulu dirinya menang. Dia sudah tidak percaya P. Di depan baik, di belakang menghantam.
P semakin percaya diri. Dia kemudian menarik orang orang J yang ada di posisi strategis, dan memindahkannya ke tempat yang “tidak punya kekuatan”. Bagi P, dia tidak melanggar deal masa lalu, karena orang J tetap ditempatkan hanya tidak diberi kekuasaan.
Sadisnya, P mulai merekrut orang orang yang sejak lama anti pada J. Ada RG, ada SN, ada MK.
Cukuplah untuk merepotkan.
Diluar, si merah, si kuning dan si biru bersepakat untuk menaikkan batas prosentase masuk ke Senayan, supaya pasukan J terhadang.
Apa yang terjadi pada Oligarki ?
Layaknya pengusaha, mereka takut pada penguasa. Pelan pelan mereka mengubah arah.
J goyah. Semua diluar kendalinya.
Apalagi ketika P mengambil langkah yang menghantam harga dirinya..
SERANGAN BALIK
“Dalam peperangan, hindari yang kuat dan serang yang lemah.” Sun Tzu.
Strategi P mulai terlihat hasilnya. Dia menguasai medan. Konsep negara yang selama ini bertumpu pada kapitalisme yang menguntungkan sebagian kecil pengusaha, dia ubah jadi State Capitalism yaitu Negara sebagai Pelaku Ekonomi Utama. Seperti China.
P tahu bahwa lawan terkuatnya sdh bukan J tetapi M.
M harus dirangkul. Untuk merangkul M, P harus membuktikan dia mengganti LS, yg dianggap M biang dari semua permasalahan.
Selesai. M tersenyum. Nasi goreng menanti.
J belum puas. Dia melakukan serangan balik untuk memecah barisan P. Bagaimana caranya ? Dia ingin merekrut salah satu kader terbaik P, yaitu KDM. Dibangunlah isu bahwa KDM akan berpasangan dengan G, supaya dipecat dan akhirnya bergabung karena sakit hati. J butuh popularitas KDM utk memenangkan pertarungan.
Bagi P itu bukan masalah. Ia sudah menguasai semua elemen dari api, tanah dan bumi.
Jika ada yang membelot, dia tidak segan mengganti. Semua merapat dibelakangnya.
Demokrasi sebelumnya bagi P adalah kesalahan. Dia membangun konsep demokrasi terpimpin. Negeri ini ketinggalan sekian tahun lamanya.
Apakah J selesai ?
Belum. J masih punya beberapa cara untuk melawan. Organ organ relawan dia kumpulkan. Dia ingin memberi surprise. Tapi dia punya masalah besar, para Oligarki yang dulu menjadi oli mesinnya, mulai mundur pelan pelan karena salahsatu rekan mereka yang terbesar mulai digoyang.
2029 adalah perang terakhirnya. Berhasil atau hilang tersapu malam. Kita tunggu apa aksinya.
Pelajaran moral apa yang bisa didapat ?
Jangan pernah meremehkan lawan. Jika mereka terlihat merunduk, bukan berarti mereka takluk. Justru mereka mengincar kaki lawan, karena disitulah posisi paling strategis untuk menjatuhkan sampai tubuh berdebam.






















