Pemdes Sobrah Selesaikan Pembangunan Pendopo Punden untuk Perkuat Kearifan Lokal

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMRAYA.COM – Pemerintah Desa Sobrah, Kecamatan Wungu, Madiun, Jawa Timur, merampungkan pembangunan pendopo punden di wilayahnya. Prasarana itu disediakan untuk memenuhi kebutuhan warga setempat, yang ingin melakukan kegiatan sosial, budaya dan keagamaan yang dipercayainya.

Keberadaan bangunan tempat berkumpulnya masyarakat desa setempat itu dianggap penting dan mendesak, lantaran sebagai area pusat kehidupan sosial penunjang kearifan lokal. Pendopo punden juga menjadi bagian dari identitas lokal dan adat istiadat, yang masih dilestarikan hingga detik ini.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Sobrah, Siti Asiyah, S.H, kepada koresponden di ruangannya, Kamis (20/11/2025), menanggapi perlunya penyediaan prasarana sebagai penunjang utama kegiatan sosial masyarakat desa setempat tersebut.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disebutkannya, lantaran proyek tersebut dikerjakan secara swakelola, maka seluruh pelaksanaan kegiatan proyek dipercayakan kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa setempat. Otoritas desa, menurutnya, menyerahkan kegiatan itu kepada TPK yang diketuai Suwito, lantaran untuk membagi tugas agar pembangunannya berlangsung sesuai harapan.

“Pendopo itu sudah selesai pembangunannya. Sudah diresmikan, dan insyaallah juga sudah dimanfaatkan masyarakat desa setempat. Prasarana itu penting untuk menunjang kegiatan sosial masyarakat, menyangkut adat istiadat, budaya maupun nilai-nilai kearifan lokal lainnya, yang hingga kini tetap terjaga dan lestari,” ungkap Siti Asiyah.

Sementara Ketua TPK Desa Sobrah, Suwito, saat ditemui di area pendopo punden mengatakan, keberadaan pendopo punden itu sebenarnya sudah cukup lama ditunggu-tunggu warga desa setempat. Sudah beberapa kali ganti Kades, katanya, baru saat ini angan-angan warga tersebut dapat direalisasikan.

Diungkapkannya, pendopo tersebut memiliki fungsi strategis lantaran banyak masyarakat desa setempat yang membutuhkannya. Pendopo itu, sambungnya, sebagai tempat berteduh sekaligus berkumpul manakala digelar acara budaya, religi dan bermacam kegiatan sosial lainnya.

Kegiatan yang kerap dilakukan masyarakat di tempat itu, menurut Suwito, antara lain bersih desa yang menjadi agenda tahunan pemerintah desa setempat. Bukan hanya itu, jelasnya, masyarakat juga memanfaatkannya sebagai tempat berdoa kepada para leluhur dan memberi sesajen, meminta keselamatan dan kelancaran, saat hajatan temanten, khitanan atau bentuk adat istiadat lainnya.

“Sebenarnya pendopo ini sudah digadang-gadang warga sejak lama. Baru kali ini tercapai. Jadi, pendopo ini sebagai tempat berkumpul warga saat kegiatan bersih desa. Tapi bukan cuma itu, warga yang hajatan temanten, khitanan atau apa saja, tak sedikit yang kesini untuk kirim doa,” tutur Suwito.

Soal proses pembangunan pendopo berukuran 9×9 meter itu, kata Suwito, dikerjakan secara swakelola selama tiga bulan sejak bulan Juni hingga Agustus tahun ini. Dikerjakan 8 orang, dan didukung anggaran Dana Desa (DD) sebesar Rp. 180 juta pada tahun fiskal 2025.

Suwito mengakui adanya penurunan spek bahan kayu jati, dimana kayu tiang penyangga tengah, dari yang sebelumnya berukuran 20 sentimeter, menjadi 14 sentimeter. Sedangkan tiang penyangga pinggir dari yang sebelumnya berukuran 18 sentimeter, menjadi 11 sentimeter.

Namun begitu, sebutnya, perubahan spek tersebut tidak dilakukan serta merta, melainkan menggunakan mekanisme rapat bersama pihak-pihak terkait. Pembahasan perubahan spek dilakukan bersama kepala desa, sekretaris desa, bagian perencanaan, BPD termasuk pihak terkait lain, hingga terbukukan dalam berita acara perubahan spek tersebut.

Alasan penurunan spek, katanya, lantaran harga kayu jati Perhutani dengan spek lama terlalu tinggi, dan melebihi anggaran. Karena itulah pihak-pihak terkait dalam pembangunan proyek pendopo itu bersepakat menurunkan spek kayu tiang penyangga.

“Jadi memang benar ada penurunan spek kayu tiang penyangga. Tapi itu sudah melalui musyawarah dengan semua pihak. Tidak ujug-ujug kami menurunkan. Karena angarannya tidak cukup. Bahkan berita acara penurunan spek itu pun kami punya,” jelas Suwito.

Soal anggaran, terangnya, seluruh anggaran proyek sebesar Rp. 180 juta, dipotong PPN 12,5%, sudah semuanya terserap dalam kegiatan tersebut. Katanya, posisi statistik antara realisasi proyek fisik di lapangan, dengan input data Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM-SPAN) yang ada di Pemerintahan Desa Pemkab Madiun dalam posisi simetris dan klir. (as)

Berita Terkait

Presidium 2 Tegaskan Konferda GMNI Jatim Resmi Di-Pending hingga Waktu Belum Ditentukan
PA GMNI Nganjuk Soroti Kericuhan Konferda Jatim, Minta Tak Ada Deklarasi Sepihak
Konferda GMNI Jatim 2026 Deadlock, Peserta Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART
Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat HUT RI di Pabean Sidoarjo, Hadiah Utama Umrah
Kecelakaan di Jalan Raya Kesatria, Polsek Buduran Evakuasi Dua Korban
Konferda GMNI Jatim Ricuh, Ketua DPC GMNI Jember Mengaku Dihantam Batu hingga Bibir Robek
Konferda GMNI Jatim di Nganjuk Berakhir Ricuh, Pimpinan DPP dan DPD Disorot
Polemik SK dan Surat Rekomendasi Memicu Kericuhan di Konferda GMNI Jatim

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:56 WIB

Presidium 2 Tegaskan Konferda GMNI Jatim Resmi Di-Pending hingga Waktu Belum Ditentukan

Senin, 7 September 2026 - 19:36 WIB

Konferda GMNI Jatim 2026 Deadlock, Peserta Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART

Senin, 7 September 2026 - 11:36 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat HUT RI di Pabean Sidoarjo, Hadiah Utama Umrah

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Kecelakaan di Jalan Raya Kesatria, Polsek Buduran Evakuasi Dua Korban

Minggu, 6 September 2026 - 17:50 WIB

Konferda GMNI Jatim Ricuh, Ketua DPC GMNI Jember Mengaku Dihantam Batu hingga Bibir Robek

Berita Terbaru