HALLOUP.COM – Pengamat Politik dan Akademisi Ujang Komaruddin melihat akan ada potensi koalisi besar yang terbentuk atas pertemuan antar enam Ketua Umum Partai Politik.
Para Ketua Umum Partai Politik itu dipanggil oleh Presiden RI Jokowi ke Istana Negara pada Selasa malam 2 Mei 2023.
Menurut kacamata Ujang, hal tersebut nampak terlihat jelas dari gesture atau bahasa dari para Ketum Parpol yang nampak gembira ketika berjalan keluar istana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca artikel menarik lainnya di sini: Presiden Jokowi Undang Para Pimpinan Partai Politik Koalisi Pendukung Pemerintah di Istana Merdeka
“Kelihatannya bisa saja membentuk koalisi besar dan saya melihat dan mengamati sinyal koalisi besar itu capresnya Prabowo,” ujar Ujang.
Jika melihat peta politik yang ada saat ini diketahui Prabowo Subianto diusung oleh Gerindra, Ganjar Pranowo diusung oleh PDIP, sementara Anies Baswedan diusung oleh Nasdem.
“Ketum-ketum parpol itu terlihat happy ya saya lihat malam ini dan nampaknya koalisi besar itu bakal terbentuk.”
Baca Juga:
Humas Polresta Sidoarjo Borong 2 Penghargaan di Rakernis Bidhumas Polda Jatim 2026
Muhadjir Effendy Blusukan ke Pemukiman Jamaah Haji Indonesia, Ingatkan Fokus Wukuf di Arafah
“Kita lihat ke depan, apakah besok akan ada hasil pasti dari pertemuan malam ini di istana,” tambah Ujang
Seperti diketahui, di akhir pertemuan malam ini, Airlangga sebagai Ketum Golkar sempat mengutarakan bahwa besok siang, Golkar akan bertemu dengan PKB.
Ketika ditanya oleh para awak media berkenaan dengan apakah akan ada koalisi besar yang terbentuk nantinya. Airlangga enggan menjawab secara eksplisit dan menyisakan teka-teki.
“Ya ini kan sudah besar. Tunggu besok siang. Ada halal bi halal Golkar PKB di Plataran jam 13:00.” Kata Airlangga.
Baca Juga:
Singapura Perkuat Ekosistem AI Bersama Mitra Global, Percepat Penerapan Teknologi di Dunia Nyata
Haier Resmi Jadi Sponsor Utama Al Ahly FC Selama Empat Tahun, Sponsor Utama Kedua Al Ahly
Adapun ketika Prabowo ketika ditanyakan hal serupa, dirinya menegaskan bahwa yang terpenting semua harus rukun dan kompak demi bangsa dan negara.
“Secara praktis tidak ya. Titipan besar (Jokowi) kita harus rukun, kompak, demi bangsa dan negara,” ujar Prabowo.***














