Sambut Hari Batik, Moh. Huri Ajarkan Motif Baru Kepada Masyarakat

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 3 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mohammad Huri ajak tetangga di sekitar untuk membuat batik.

Mohammad Huri ajak tetangga di sekitar untuk membuat batik.

JATIMRAYA.COM, Pengrajin batik Mohammad Huri di kawasan Jetis Kulon, Wonokromo, Surabaya memilih mempertahankan kegiatannya untuk mengembangkan batik. Dirinya mengakui usaha  batik sejak tahun 2018 dan mulai berkembang apda tahun 2020 hingga kini.

Ia juga menceritakan awal dari inovasinya dalam membuat motif baru dalam karya batiknya.

“Dulu itu pas COVID-19, kepikiran bikin motif baru yang bagus tapi gampang. Akhirnya ya itulah batik sapu lidi itu, ” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah bertahan dari gelombang pandemi, Huri mulai mengembangkan motifnya dan mengajak tetangga di sekitar untuk membuat batik.

“Akhirnya ya saya coba ajak mereka itu tetangga yang lain, kan daripada diam ga jelas, ga ada kerjaan mending ayo bikin batik bareng-bareng” kata Huri.

Ia mengungkap awal dari idenya dalam pembuatan batik sapu lidi yang merupakan pengembangan dari batik tulis biasa. Huri teringat dengan orang-orang yang ingin membatik tetapi kesulitan dalam memakai canting.

“Banyak kalau orang baru belajar batik itu kesulitan mencanting. Terus saya kepikiran orang itu belajar kan lama sedangkan mereka pengen belajar cepet, ” katanya.

“Kemudian saya kepikiran dalam ilmu seni lukis itu ada yang namanya seni kontemporer dimana alat itu bisa dimodifikasi. Lalu saya teringat cipratan, tetesan.. tetesan yang menarik dari canting canting itu, ” tambahnya.

Huri juga menceritakan pengalamannya saat berkomunikasi dengan produser batik asal Jakarta yang memberinya saran untuk membuat batik.

“Biasanya kan kalau batik itu dari kain dulu baru dijahit. Lah yang ini endak, dibalik.. Dijahit dulu baru dibalik, ” ujarnya

Ia menilai saran dari produser batik asal Jakarta tersebut merupakan cara baru untuk membuat baju batikbatik sehingga saat membatik bisa langsung mempunyai bayangan seperti apa hasil jadinya meskipun belum selesai.

“Ya gitu, makanya nanti bagian itu sebelah mana. Jadi kan lebih enak, ” ungkapnya sambil memperagakan.

Usaha batik sapu lidi miliknya saat ini sudah mulai berkembang hingga sampai ke Finlandia.

“Jadi itu disana dikirim ke Finlandia. Cabang di Surabaya tidak ada, kalau di Gresik ada cabangnya tapi di sekolahan, ” katanya.

Ia menyebutkan hasil dari motif barunya yaitu motif sapu lidi berkisar dari harga 100.000 hingga 400.000. Ada juga orang-orang yang melakukan pemesanan kepadanya untuk dibuatkan batik.

“Cuman kalau pesanan model gitu, harganya itu lebih mahal. Jadi kalau biasanya beli anggaplah 300 ribu bisa sampai 500 ribu per/batiknya, tergantung modelnya seperti ini, dan ini, ” katanya.

Untuk pembuatan batik di rumahnya ia rutin melakukannya setiap minggu dikarenakan dari hari senin hingga sabtu ia harus mengajar di sekolah.

“Tiap minggu biasanya seperti ini, kalau hari biasa itu ga nentu kadang ya ikut acara lomba, ekspo seperti itu, ” katanya.

Pada pembuatan batik yang dikembangkan dengan seni kontemporer ini membutuhkan waktu setidaknya 1 hingga 3 hari untuk penyelesaiannya. Huri mengatakan apabila ada orang yang membeli produk batiknya dengan mendatangi langsung ke rumahnya akan diberi harga yang lebih murah daripada harga batiknya yang sudah di pasarkan. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Puncak HPN 2026 di Surabaya, Gus Irfan Raih PWI Jatim Award atas Transformasi Haji
Rakernas PERBAMIDA 2026 Dorong Peran BPR/BPRS Perkuat UMKM dan Ekonomi Nasional
Santri Al Amanah Krian Dapat Edukasi Safety Riding dari Polresta Sidoarjo
24 Tokoh Terima Penghargaan HPN 2026, PWI Jatim Dorong Jurnalisme Berkualitas
Pemkab Sidoarjo Optimistis Sensus Ekonomi 2026 Dorong Pertumbuhan Daerah
SMKN 1 Jenangan Ponorogo Borong 4 Emas di LKS Jatim 2026
Bedah Buku “Langkah Sunyi Menuju Puncak”, Akhmad Munir Beberkan Perjalanan Karier
BRI Gelar Youth Champions League 2026 di Surabaya, Bidik Bibit Pesepak Bola Muda Berprestasi

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:58 WIB

Puncak HPN 2026 di Surabaya, Gus Irfan Raih PWI Jatim Award atas Transformasi Haji

Jumat, 17 April 2026 - 15:37 WIB

Rakernas PERBAMIDA 2026 Dorong Peran BPR/BPRS Perkuat UMKM dan Ekonomi Nasional

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Santri Al Amanah Krian Dapat Edukasi Safety Riding dari Polresta Sidoarjo

Jumat, 17 April 2026 - 08:52 WIB

24 Tokoh Terima Penghargaan HPN 2026, PWI Jatim Dorong Jurnalisme Berkualitas

Jumat, 17 April 2026 - 07:02 WIB

Pemkab Sidoarjo Optimistis Sensus Ekonomi 2026 Dorong Pertumbuhan Daerah

Berita Terbaru