JATIMRAYA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep mencatat kekeringan semakin meluas di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Sekretaris BPBD Kabupaten Sumenep Abdul Kadir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Trunojoyo Madura memprediksi musim kemarau tahun ini akan lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu disebabkan fenomena El Nino yang diprediksi terjadi hingga akhir tahun 2023
“Di daerah Batang, kekeringan akhirnya dialami di Desa Totosan, Nyabakan Timur, dan Desa Kolpo. Kemudian di Kecamatan Batuputih, Desa Gedang-Gedang,” kata Kadir dalam keterangannya, Senin, 9 Oktober 2023.
“Bahkan di Kecamatan Lenteng tepatnya Desa Lenteng Barat, ada juga di Kecamatan Ganding, Desa Gadu Barat.”
Baca artikel lainnya di sini: Akibat Tak Ada Hujan Turun, Desa Jatilaksana dan Desa Kertasari di Kabupaten Karawang Alami Kekeringan
Baca Juga:
Satu Kompas, Sejuta Langkah, SMP Al Muslim Perkuat Karakter dan Cinta Tanah Air
Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Salurkan Bantuan untuk Anak Asuhan Dinsos Sidoarjo
Jelang HUT RI ke-81, Pemkab Sidoarjo Ajak Warga Cegah Hoaks dan Polarisasi Digital
“Di Kecamatan Pragaan terdapat dua desa yang mengalami kekeringan, masing-masing Desa Sentol Daja dan Sentol Laok,” katanya, mengungkapkan.
Meski perluasan wilayah terdampak kekeringan tersebut masih termasuk dalam kategori kering langka.
Namun BPBD memastikan dukungan air bersih terus dilakukan.
“Sehingga masyarakat bisa mengkonsumsi air bersih dengan nyaman,” ujar Kadir.***
Baca Juga:
Pemkab Sidoarjo Percepat Digitalisasi Retribusi Pasar, 12 Pasar Sudah Go Digital
Respons Kritik Prabowo, Polres Pamekasan Pastikan FGD Tak Sekadar Seremonial
Madura United Buka Super League 2026/2027 di Kandang, Hadapi Persijab Jepara













