Tim Doa Ibu UM Berhasil Sabet Juara Kategori Jembatan Pelengkung dan Jembatan Terindah

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 23 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Doa Ibu dengan Karyanya Jembatan Pelengkung yang menyabet Juara dalam Ajang KJI 2023.

Tim Doa Ibu dengan Karyanya Jembatan Pelengkung yang menyabet Juara dalam Ajang KJI 2023.

JATIMRAYA.COM, Univeritas Negeri Malang (UM) kembali menjadi juara bertahan dalam Ajang Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) 2023 di Yogyakarta.

Tiga mahasiswa Teknik Sipil UM Angkatan 2021/2022 yang tergabung dalam Tim Doa Ibu ini berhasil menyabet juara I kategori jembatan pelengkung dan kategori jembatan terindah.

Selain jembatannya indah, tim Doa Ibu UM juga mampu menyelesaikan jembatan lengkung hanya dalam waktu 93 menit.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Pembimbing Tim Doa Ibu, Mohammad Musthofa Al Ansyorie, S.Pd, MPd., meski timnya sempat mengalami kesulitan namun dengan keahliannya, mereka dapat menyeleseikan lebih awal dibanding peserta lainnya.

“Saat latihan sempat molor, terkait penyiapan bahan material jembatan yang harus didatangkan dari China, terlambat sehingga menghambat proses latihan perakitan,” ujar Ansyorie saat dihubungi, Senin (23/10)

Dikatakan, untuk mendatangkan bahan tersebut membutuhkan waktu selama 14 hari, sehingga proses latihan perakitan sedikit molor.

Namun dengan pemilihan material yang tepat dan bagus inilah mampu mengantarkan Tim Doa Ibu menjadi juara pada ajang KJI 2023.

Selain waktu yang hanya 93 menit, jembatan kreasi Tim Doa Ibu UM tergolong ringan, karena hanya 40 kg dan mampu menahan beban sesuai ketentuan hingga 300 kg.

“Jembatan kami berbahan baja alur dan kawat seling sebagai penggantung gelagarnya. Kita juga mendapatkan kategori terindah karena desainnya paling bagus,” terangnya.

Menyinggung lendutan jembatan gantung yang berwarna merah ini hanya 7,01 mili yang merupakan lendutan terkecil.

Lomba bergengsi tingkat nasional yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, selama 4 hari (16 – 20 Oktober 2023) ini diselenggarakan Balai Pengembangan Talenta, Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Tiga mahasiswa Departemen Teknik Sipil, FTUM yakni Mohammad Salman Alfarisi, Fajar Tamami dan Daffa Syarif Abdullah ini telah mempersiapkan lomba sejak bulan April dengan fokus latihan perakitan jembatan pelengkung.

“Yang tidak kalah pentinganya adalah inovasi dan kreativitas adik – adik mahasiswa juga penyokong nilai besar dalam lomba ini,” tambahnya. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Humas Polresta Sidoarjo Borong 2 Penghargaan di Rakernis Bidhumas Polda Jatim 2026
Ciptakan Pilkades Aman dan Damai, Polresta Sidoarjo Intensifkan Patroli Humanis
Dewan Kesenian Surabaya Resmi Laporkan Dugaan Pencurian Aset Budaya ke Polrestabes Surabaya
Polisi Patroli Objek Vital di Sidoarjo, Museum hingga Pusat Perbelanjaan Disisir
Menjelang Pelantikan PCNU Pamekasan, NU Didorong Adaptif di Era Digital
Jatim Open Woodball 2026 Resmi Dibuka di Sidoarjo, 400 Atlet Bertanding
Harga Terjangkau Sari Sari POP Siap Bidik Market Share Menengah Ke Bawah
Guru Besar UIN Madura: 1 Zulhijah 1447 Hijriah Jatuh pada 18 Mei 2026

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:59 WIB

Humas Polresta Sidoarjo Borong 2 Penghargaan di Rakernis Bidhumas Polda Jatim 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:00 WIB

Ciptakan Pilkades Aman dan Damai, Polresta Sidoarjo Intensifkan Patroli Humanis

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:41 WIB

Dewan Kesenian Surabaya Resmi Laporkan Dugaan Pencurian Aset Budaya ke Polrestabes Surabaya

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:16 WIB

Polisi Patroli Objek Vital di Sidoarjo, Museum hingga Pusat Perbelanjaan Disisir

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:00 WIB

Menjelang Pelantikan PCNU Pamekasan, NU Didorong Adaptif di Era Digital

Berita Terbaru