TNI Bantah Isu 9 Warga Sipil Tewas dalam Kontak Senjata di Puncak Papua

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMRAYA.COM – Merebak isu adanya 9 orang warga sipil tewas, sebagai efek terjadinya konfrontasi bersenjata antara pasukan TNI melawan separatis TPNPB-OPM, di wilayah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, pada Selasa (14/04/2026).

Selain korban tewas, disebutkan juga terdapat 7 orang warga sipil lainnya yang mengalami luka-luka dalam peristiwa yang berlangsung di area Kampung Makuna, Kampung Kemburu dan Kampung Nilome, Distrik Kemburu, tersebut.

Informasi tewas dan terlukanya warga sipil tersebut dibantah Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, sebagai pernyataan hoax. “(Itu informasi) Hoax, Bang,” tegas Wirya Arthadiguna singkat tertulis menjawab konfirmasi koresponden, Sabtu (18/04/2026).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun dia belum menjawab pertanyaan lanjutan, apakah semua korban, baik tewas maupun terluka, merupakan sipil bersenjata terafiliasi Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang memang tengah diburu TNI hingga terjadinya kontak senjata di wilayah tersebut.

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengirim informasi tentang insiden hingga jatuhnya korban warga sipil, yang diterbitkan otoritas Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak, tersebut sebagai laporan awal kepada Gubernur Papua Tengah di Nabire.

Namun Sambom tidak mengonfirmasi, apakah para korban tersebut teridentifikasi sebagai warga sipil murni, ataukah sipil bersenjata yang melakukan pemberontakan dan memang tengah berjuang melepaskan diri dari negara kesatuan RI.

Bunyi laporan awal Bupati Puncak, Elvis Tabuni, kepada Gubernur Papua Tengah yang ditulis di Ilaga pada Kamis (16/04/2026) tersebut, terjadi penembakan oleh aparat TNI dalam rangka operasi pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata.

Dalam pada itu, timbul korban jiwa sebanyak 9 orang warga sipil asal Kampung Makuna, yang sebelumnya terdata 7 orang. Selain korban tewas, laporan awal itu juga menyebut adanya 7 orang warga sipil yang terluka, 5 diantaranya perempuan, 1 pria dewasa dan 1 anak laki-laki.

Para korban tewas, menurut keterangan masyarakat setempat, disebutkan telah dimakamkan menurut prosesi adat di Kampung Tinoti.

Data tersebut diperoleh pemerintah daerah setempat atas informasi yang dirangkum dari beberapa pihak swasta antara lain tokoh masyarakat, kepala suku dan tetua kampung Distrik Kemburu. Pemerintah daerah akan memverifikasinya langsung di lokasi kejadian, melalui kunjungan lapangan yang dilakukan Jumat (17/04/2026).

Mengutip keterangan warga setempat, Panes Kogoya, laporan awal itu mendata para korban tewas masing-masing Tigakan Walia (pria), Wundilina Kogoya (wanita), PLN Kogoya (wanita), Kikunge Walia (wanita), Ekari Walia (wanita), perempuan Mrs X dan Para Walia (pria). Dua korban tewas lainnya belum diakses dalam laporan itu. (as)

Berita Terkait

Gratis 24 Jam Layanan Konsultasi Khusus Varises bagi Masyarakat Sebulan Penuh oleh tim Varises Indonesia
Jelang Mudik Lebaran, BRI Perkuat Edukasi Keamanan Digital bagi Nasabah
Petrokimia Gresik Raih Dua Penghargaan di Anugerah BUMN 2026, Dirut Daconi Khotob Sabet Best CEO
PCM Grand Wisata Bekasi Resmi Terbentuk, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pemberdayaan Warga
Akhmad Munir: Keberhasilan HPN 2026 Banten Tak Lepas dari Peran Mitra PWI
SariKue Luncurkan Logo Baru, Simbol Inovasi Rasa dan Kualitas
Rehabilitasi DAS GSM Capai 83 Persen, Diserahkan ke Kementerian Kehutanan
PWI Pusat Nobatkan Sri Sultan HB X sebagai Anggota Kehormatan Pertama di DIY

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 17:06 WIB

TNI Bantah Isu 9 Warga Sipil Tewas dalam Kontak Senjata di Puncak Papua

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:15 WIB

Gratis 24 Jam Layanan Konsultasi Khusus Varises bagi Masyarakat Sebulan Penuh oleh tim Varises Indonesia

Senin, 16 Maret 2026 - 21:09 WIB

Jelang Mudik Lebaran, BRI Perkuat Edukasi Keamanan Digital bagi Nasabah

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:21 WIB

Petrokimia Gresik Raih Dua Penghargaan di Anugerah BUMN 2026, Dirut Daconi Khotob Sabet Best CEO

Senin, 9 Maret 2026 - 12:28 WIB

PCM Grand Wisata Bekasi Resmi Terbentuk, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pemberdayaan Warga

Berita Terbaru