Menafsirkan Ayat-ayat Al-Qur’an

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Garot Sundoro 

JATIMRAYA.COM – Jika ada seseorang bertanya,:” Bagaimana cara yang paling baik untuk menafsirkan ayat ayat Al-Qur’an?”

Maka jawabannya adalah,:” Dengan menafsirkan satu ayat dengan ayat lainnya, karena makna suatu ayat yang terlihat samar dapat dijelaskan dengan ayat lain, jika kurang jelas maknanya, dapat dicari dalam hadits yang merupakan penjelasan tentang ayat ayat Al-Qur’an tersebut.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abu Ja’far bin Jarir meriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas’ud pernah berkata,:” Demi Zat yang tiada TUHAN selain DIA, tidak ada satu ayat Al-Qur’an pun yang tidak aku ketahui untuk siapa dan dimana ayat itu diturunkan. Jika ada seseorang yang aku ketahui lebih tahu dariku tentang ayat ayat Al-Qur’an, aku pasti akan mendatanginya walaupun membutuhkan kendaraan yang banyak untuk sampai kepadanya.”

Ibnu Jarir juga pernah berkomentar tentang Ibnu Abbas, :” Sebaik baik orang yang paling memahami kandungan Al Qur’an adalah Abdullah bin Abbas.”

Ibnu Abbas menyatakan bahwa macam macam ayat Al-Qur’an berdasarkan tafsirnya dibagi menjadi empat macam, yakni :

1. Tafsir ayat Al-Qur’an yang umum, dan diketahui oleh semua orang.

2. Tafsir ayat Al-Qur’an yang beberapa orang tidak tahu.

3. Tafsir ayat Al-Qur’an yang hanya diketahui oleh para ulama, dan

4. Tafsir ayat Al-Qur’an yang hanya diketahui oleh ALLOH SWT.

Bagaimana apabila menafsirkan ayat ayat Al-Qur’an menggunakan akal sehat?

Menafsirkan ayat ayat Al-Qur’an dengan menggunakan akal hukumnya adalah haram.

Rasulullah Saw pernah bersabda:” Barangsiapa yang berkata tentang (menafsirkan) ayat Al-Qur’an dengan menggunakan akalnya atau dengan tanpa ilmu, tempat duduknya adalah di neraka.” (HR. Tirmidzi, An Nasa’i dan Abu Daud).

Para ulama sangat berhati hati dalam melakukan penafsiran ayat ayat Al-Qur’an. Jika mereka tidak tahu, mereka memilih tidak berkata apa-apa (diam). Jika ditanya tentang sesuatu yang tidak mereka kuasai, mereka tidak mau menjawab.

Salah seorang sahabat Nabi Saw yang terkemuka, yang kelak masuk surga tanpa di hizab, yakni Abu Bakar pernah berkata:” Di bumi manapun aku berpijak dan dibawah langit manapun aku berdiri, aku tidak akan mengatakan sesuatu tentang ayat ayat Al-Qur’an, jika aku tidak mengetahuinya.”

Jadi untuk menafsirkan ayat dengan ayat, jika tidak bisa, tafsirkan ayat Al-Qur’an tadi dengan hadits, jika tidak menemukan hadits nya, berpeganglah pada ucapan para sahabat Nabi Saw yang memiliki pemahaman sempurna.

Rasulullah Saw pernah bersabda:” Sampaikanlah apa yang kalian dengar dariku walau hanya satu ayat, namun barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka tempatilah tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari)

Berita Terkait

Mutilasi Kemasan Konstitusional
Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan
Menjelang Muktamar: Bencana, Syahwat Kekuasaan, dan Kebutaan Spiritual Kita
Perang Hibrida dan Kerentanan Indonesia: Ancaman dari Wilayah Abu-Abu
Epistemicide di Fakultas Hukum: Melenyapkan Warisan Profesor Djokosoetono, Mematikan Nurani Konstitusionalisme
Ketika Keadilan Hanya Fatamorgana
Langgam Angka dan Derita Realita: Ketika Data Menjadi Panggung Ilusi
Nahdlatut Tujjar Abad Kedua: Kadin Jatim, Gus Gudfan, dan Kebangkitan Ekonomi Pesantren

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Mutilasi Kemasan Konstitusional

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Menjelang Muktamar: Bencana, Syahwat Kekuasaan, dan Kebutaan Spiritual Kita

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Perang Hibrida dan Kerentanan Indonesia: Ancaman dari Wilayah Abu-Abu

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:14 WIB

Epistemicide di Fakultas Hukum: Melenyapkan Warisan Profesor Djokosoetono, Mematikan Nurani Konstitusionalisme

Berita Terbaru

Lifestyle

Mutilasi Kemasan Konstitusional

Selasa, 25 Agu 2026 - 19:28 WIB