Sidoarjo Kembangkan Perpustakaan Digital untuk Perkuat Budaya Literasi

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 20 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

•	Wabup Sidoarjo Mimik Idayana mendukung perpustakaan digital sekolah untuk memperluas akses bacaan dan meningkatkan literasi siswa.

• Wabup Sidoarjo Mimik Idayana mendukung perpustakaan digital sekolah untuk memperluas akses bacaan dan meningkatkan literasi siswa.

JATIMRAYA.COM – Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengapresiasi pengembangan program Perpustakaan Digital Sekolah yang dikembangkan Pustaka Media Guru. Program ini diharapkan memperluas akses bacaan sekaligus meningkatkan budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar.

Apresiasi tersebut disampaikan Mimik saat menerima audiensi Pustaka Media Guru di rumah dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Senin (19/10/2026). Ia berharap kemudahan akses buku digital dapat mendorong siswa lebih gemar membaca dan memahami isi bacaan.

“Jangan sekadar membaca. Kalau bisa, setelah membaca harus diceritakan agar ada kemauan untuk membaca kembali,” ujar Mimik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak dini. Siswa juga perlu diberikan ruang untuk menceritakan kembali isi buku yang dibaca agar kemampuan memahami informasi, menyampaikan gagasan, dan kreativitas mereka berkembang.

“Kalau anak-anak ini diberikan wadah untuk menceritakan kembali, akhirnya dia merasa didengarkan. Jadi, besoknya lagi dia akan mau membaca dan bercerita kembali agar kreativitasnya terus berjalan dengan banyak wawasan dan kosakata lewat membaca,” katanya.

Pemimpin Redaksi Pustaka Media Guru, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa program Perpustakaan Digital Sekolah dikembangkan untuk memperluas gerakan membaca dan menulis di tengah perkembangan teknologi.

Menurut Eko, layanan tersebut dapat diakses secara gratis melalui aplikasi pada perangkat Android dan iOS. Sistemnya juga memungkinkan sekolah memantau aktivitas membaca siswa, mulai dari durasi membaca hingga jumlah buku yang telah diselesaikan.

Selain mempermudah akses bacaan, sekolah dapat menambah koleksi buku digital dengan biaya relatif lebih murah dibandingkan pengadaan buku cetak. Platform ini juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan cerpen dan karya tulis lainnya sebagai konten lokal.

“Membaca dan menulis tidak harus bergantung pada buku cetak. Anak-anak perlu mendapatkan akses bacaan yang mudah, efektif, dan menyenangkan,” jelasnya.

Eko berharap pengembangan program tersebut dapat diperluas melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo. Pelaksanaannya diharapkan melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, serta orang tua agar perpustakaan dapat berkembang secara mandiri.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netti Lastiningsih, menyambut baik upaya penguatan budaya literasi tersebut. Ia menyebut lebih dari 100 sekolah di Sidoarjo telah mengembangkan perpustakaan dengan sistem yang beragam.

Menurut Netti, penerapan perpustakaan digital perlu disesuaikan dengan kondisi dan sistem yang telah dimiliki masing-masing sekolah. Pengembangan layanan baru diharapkan dapat berjalan beriringan dengan sistem yang sudah ada tanpa membingungkan pengelola.

Ia juga menekankan pentingnya menyesuaikan bahan bacaan dengan jenjang pendidikan dan kemampuan membaca siswa. Bagi siswa kelas awal, buku bergambar dan komik dengan teks sederhana dapat menjadi pilihan untuk membantu mereka memahami isi bacaan.

“Kami siap berkolaborasi dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), baik sekolah negeri maupun swasta, untuk memperkaya pengembangan perpustakaan di Kabupaten Sidoarjo. Belajar itu bisa di mana saja dan kapan saja,” ujar Netti.

Salah satu sekolah yang mulai menerapkan perpustakaan digital adalah SDN Sidodadi. Kepala SDN Sidodadi, Anita Wanodiya Kurnia, mengatakan sebelumnya kegiatan membaca di sekolahnya masih mengandalkan buku fisik. Kehadiran perpustakaan digital kini menjadi alternatif bagi siswa untuk mengakses bacaan sekaligus mengembangkan kreativitas.

SDN Sidodadi juga menyediakan ruang bagi siswa untuk menghasilkan karya melalui majalah digital Jenggala. Pada edisi ketiga tahun ini, majalah digital tersebut berhasil meraih juara III.

Anita mengatakan, majalah digital menjadi wadah bagi siswa untuk menuangkan ide sekaligus mendokumentasikan karya mereka. Karya yang telah dipublikasikan juga tetap dapat diakses setelah siswa lulus.

“Anak-anak senang karena sudah ada wadah untuk menampilkan karya mereka. Karya itu tidak hilang begitu saja setelah mereka lulus, tetapi bisa menjadi kenang-kenangan sekaligus bukti kreativitas mereka selama bersekolah,” ungkapnya. (as)

Berita Terkait

Subandi Salurkan Kursi Roda kepada Penyandang Disabilitas dan Penderita Stroke
Inovasi Pemkab Sidoarjo Meningkat, Subandi Soroti Stunting dan Pengangguran
Bupati Subandi Apresiasi Senada Fest Fatayat NU, Dorong Perempuan Berkarya untuk Sidoarjo
BRI Surabaya Kusuma Bangsa Perkuat Kedekatan dengan Nasabah di Harpelnas 2026
Syarikat Islam Gelar Kongres ke 42 di Surabaya
Peduli Kesehatan Warga, PT IMLI Gelar Bakti Sosial di Pasuruan
Lutfil Hakim Daftar Ketua PWI Jatim, Dwi Eko Kembali Bidik Ketua DKP
“Taretan Dhibik”: Alasan Ketua PWI Pamekasan Enggan Nyalon Ketua PWI Jatim dan Pilih Dukung Cak Item

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Sidoarjo Kembangkan Perpustakaan Digital untuk Perkuat Budaya Literasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Subandi Salurkan Kursi Roda kepada Penyandang Disabilitas dan Penderita Stroke

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Inovasi Pemkab Sidoarjo Meningkat, Subandi Soroti Stunting dan Pengangguran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bupati Subandi Apresiasi Senada Fest Fatayat NU, Dorong Perempuan Berkarya untuk Sidoarjo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:28 WIB

BRI Surabaya Kusuma Bangsa Perkuat Kedekatan dengan Nasabah di Harpelnas 2026

Berita Terbaru