Pemerintah Indonesia Siapkan Bantuan Logistik Bencana Banjir di Negara Libya

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 23 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Muhadjir saat pimpin rapat tingkat menteri (RTM) terkait bantuan ke Negara Libya, Jum'at (22/9).

Menko Muhadjir saat pimpin rapat tingkat menteri (RTM) terkait bantuan ke Negara Libya, Jum'at (22/9).

JATIMRAYA.COM, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar Rapat Tingkat Menteri (RTM) terkait Rencana Pengiriman Bantuan Logistik Bencana Banjir di Negara Libya pada Jum’at (22/9).

Dalam rapat tersebut telah disepakati, pemerintah akan memberikan sejumlah bantuan logistik kepada Libya, berupa barang pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dan korban bencana alam.

Bantuan dititikberatkan untuk pemenuhan kebutuhan kelompok rentan (perempuan, ibu hamil dan balita).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bantuan logistik ini antara lain kantong mayat, kain kafan, paket sembako, makanan siap saji, susu protein, obat-obatan, pakaian dewasa, pakaian anak-anak, tenda pengungsi, tenda keluarga, dan lainnya,” jelas Menko PMK Muhadjir Effendy saat konferensi pers berlangsung.

Selain bantuan logistik, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutuskan akan segera mengirimkan Tim Advance dan bantuan logistik tentatif direncanakan akan dikirim tanggal 27 September 2023.

Pengiriman bantuan pertama bersumber dari bantuan Pemerintah Indonesia. Namun, tetap dibuka bantuan partisipasi lembaga non pemerintah, yang pengirimannya akan ditentukan kemudian.

“Pengiriman bantuan kemanusiaan ke Libya ini memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan diplomatik yang baik sejak 1991 dan kepentingan untuk memperkuat kerjasama ekonomi,” jelas Muhadjir.

Seperti diketahui bersama, bencana banjir di Libya terjadi pada 9 September 2023 akibat Badai Daniel. Kota yang terdampak bencana banjir tersebut diantaranya adalah Kota Darna, Benghazi, Al Bayda, Shahat, dan Al Marj.

Wilayah yang terdampak paling parah adalah Kota Darna. Bencana banjir ini mengakibatkan 884.000 orang terdampak, meninggal dunia sebanyak 6.000 orang, dan hilang lebih dari 10.000 orang.

“Sampai saat ini belum ada laporan WNI yang menjadi korban bencana. Sementara ini kita fokuskan langkah untuk penanganan darurat pasca banjir”, jelas Menko Muhadjir.

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury, Plt. Kepala BASARNAS Abdul Haris Achadi, Waaster Panglima TNI Laksma TNI Suharto, Asops Kapolri Irjen Pol Verdianto, Kepala Pusat Krisis Kemenkes Dr. Sumarjaya, Kepala Perwakilan KBRI Tripoli Dede Rivai, dan Perwakilan K/L lainnya yang hadir secara daring. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Andy Setiawan Pimpin Hallo.id, Hadirkan Media Ekonomi yang Tajam, Akurat, dan Kredibel
PWI Pusat Soroti Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Kebebasan Pers Harus Dijaga
Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima Peraturan Organisasi
PCM Grand Wisata Ucapkan Terima Kasih kepada Donatur, TK ABA 12 Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan
PWI Pusat Berlakukan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026 untuk Tertibkan Administrasi
LaNyalla Mahmud Mattalitti: Pidato Prabowo Subianto Bukti Keberanian Politik Kembalikan SDA untuk Rakyat
Muhadjir Effendy Blusukan ke Pemukiman Jamaah Haji Indonesia, Ingatkan Fokus Wukuf di Arafah
LaNyalla Dukung Dana Sitaan Koruptor untuk Program MBG dan Koperasi Desa

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Andy Setiawan Pimpin Hallo.id, Hadirkan Media Ekonomi yang Tajam, Akurat, dan Kredibel

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:18 WIB

PWI Pusat Soroti Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Kebebasan Pers Harus Dijaga

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:40 WIB

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima Peraturan Organisasi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:07 WIB

PCM Grand Wisata Ucapkan Terima Kasih kepada Donatur, TK ABA 12 Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:12 WIB

PWI Pusat Berlakukan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026 untuk Tertibkan Administrasi

Berita Terbaru