Termasuk Jatim, Sebagian Wilayah Indonesia Memasuki Musim Hujan Mulai November 2023

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 26 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagian besar wilayah Indonesia perkirakan akan memasuki musim penghujan pada November. (Pixabay.com/Ri_Ya)

Sebagian besar wilayah Indonesia perkirakan akan memasuki musim penghujan pada November. (Pixabay.com/Ri_Ya)

JATIMRAYA.COM – Sebagian besar wilayah Indonesia perkirakan akan memasuki musim penghujan pada bulan November 2023.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan perkiraan itu dalam penjelasannya.

“Sebagian besar dari dari data terlihat dari awal musim hujan ya, bulan November ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim hujan, di awal,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Senin, 25 September 2023.

Kendati begitu, Dwikorita Karnawati menjelaskan ada juga sebagian wilayah Indonesia baru akan memasuki musim hujan mundur menjelang akhir tahun atau pada bulan Desember.

“Sebagian Desember, itu berarti terlambat. November itu pun juga sudah mundur dari biasanya.”

“Namun ada beberapa dimulai sebelum November, tapi jumlahnya jauh lebih sedikit.”

“Hanya 69 Zona Musim, plus 24, ya sekitar 90 Zona Musim, jadi tidak bersamaan,” jelasnya.

Menurut Dwikorita Karnawati, wilayah yang memasuki musim hujan mulai November di antaranya:

1. Sumatera Selatan,
2. Lampung.
3. Sebagian besar Banten
4. Jakarta

5. Jawa Barat
6. Jawa Tengah
7. Jawa Timur
8. Bali.

“Nah, yang terlambat itu Jawa Timur bagian utara, sebagian besar NTB, sebagian besar Sulawesi Tenggara dan Maluku.”

“Yang lebih awal itu di bulan Oktober ini Jambi, Sumatera Selatan, sebagian Jawa Tengah dan sebagian dari Kalimantan,” tukasnya.

Lebih lanjut Dwikorita menambahkan, perbedaan musim kemarau yang terjadi pada tahun ini dibandingkan tiga tahun terakhir.

Atau 2020, 2021, dan 2022 adalah fenomena El Nino di Samudra Pasifik dan terjadinya Indian Ocean Dipole positif di Samudra Hindia.

“Dua fenomena global itu berdampak pada pengurangan curah hujan di wilayah Indonesia di musim kemarau ini.”

“Sehingga kemaraunya lebih kering dibandingkan tiga tahun sebelumnya,” tukas Dwikorita Karnawati.***

Berita Terkait

Piala PWI Tuban Esport Season III Diikuti Lebih Banyak Peserta, DPRD Beri Dukungan
DPPP Sidoarjo Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan
Turunkan 20 Atlet, Senam Sidoarjo Koleksi 9 Medali di Kejurprov Jatim
Bupati Subandi Apresiasi Jargas, Pengeluaran Gas Warga Bisa Turun hingga Setengah
Polsek Krian Tangani Kebakaran Gudang Rongsokan di Barengkrajan
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Taman dan Petani Panen 13 Ton Jagung
Cegah Banjir, Polsek Tulangan Bersama Pelajar dan Sungai Watch Bersihkan Sungai
Peduli Korban KM Virgo Transport 8, Polsek Krian Gelar Doa Bersama

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:15 WIB

Piala PWI Tuban Esport Season III Diikuti Lebih Banyak Peserta, DPRD Beri Dukungan

Sabtu, 19 September 2026 - 17:01 WIB

DPPP Sidoarjo Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Sabtu, 19 September 2026 - 16:54 WIB

Turunkan 20 Atlet, Senam Sidoarjo Koleksi 9 Medali di Kejurprov Jatim

Sabtu, 19 September 2026 - 16:29 WIB

Bupati Subandi Apresiasi Jargas, Pengeluaran Gas Warga Bisa Turun hingga Setengah

Sabtu, 19 September 2026 - 16:22 WIB

Polsek Krian Tangani Kebakaran Gudang Rongsokan di Barengkrajan

Berita Terbaru

Lifestyle

Badan sebagai Rumah Ruh dan Jalan Menuju Fana’ul-Fana’

Minggu, 20 Sep 2026 - 17:32 WIB