JATIMRAYA.COM, Gubernur Jatim mengunjungi Masjid Al – Akbar Surabaya dengan iringan konvoi motor listrik sebagii bukti teknologi ramah lingkungan pada Selasa, (24/10).
Setelah tiba di lokasi, Khofifah langsung mengunjungi Ballroom Masjid Al Akbar untuk memberi bantuan PLTS atap.
Dalam pernyataannya baru-baru ini, terkait industri energi, Khofifah menekankan potensi sumber energi non-fosil untuk pengembangan di masa depan. Menurut Khofifah, terdapat berbagai sumber energi terbarukan yang belum termanfaatkan dan dapat dimanfaatkan dan dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif maupun dalam pembangunan pembangkit listrik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Khofifah menyampaikan optimismenya terhadap masa depan energi nonfosil, berharap terus dimaksimalkan dan diterapkan dalam skala yang lebih besar. Hal ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca namun juga mendorong transisi menuju masa depan yang lebih bersih dan hijau.
“Banyak sekali anak bangsa yang sudah memiliki kemampuan, kapasitas dan kapabilitas untuk bisa mengeksplor bagaimana konversi dari energi fosil ke non fosil. Hari ini baru sebagian yakni tenaga surya dari sinar matahari yang bisa kita maksimalkan, belum tenaga angin, belum air, atau panas bumi,” urainya.
“Jadi betapa Allah memberikan anugerah luar biasa untuk mengkonversi energi dari fosil ke non fosil. Proses ini terjadi karena memang sinergitas kita semua. Mudah-mudahan semuanya manfaat barokah,” imbuhnya.
Jawa Timur telah mencapai kemajuan signifikan dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Saat ini provinsi tersebut telah berhasil membangun PLTS dengan total kapasitas terpasang 68,41 MW. Termasuk PLTS Atap sebesar 62,62 MW dan PLTS SHS tersebar dan komunal yang nantinya digunakan untuk menyediakan akses energi bagi masyarakat terpencil dan kepulauan yang sebelumnya kekurangan listrik.
Baca Juga:
Mobil Kijang Tua Terbakar di Magetan Saat Dipanasi, Kerugian Capai Rp60 Juta
Ia menandatangani 20 prasasti PLTS yang akan diserahkan kepada beberapa pihak. Khofifah juga bersyukur berkat panas matahari memberikan peluang bagi provinsi Jatim untuk penerapan energi terbarukan dan berkontribusi pada upaya global dalam menjaga lingkungan.
“Bantuan PLTS Atap ini bagian dari kita menyicil bagaimana proses transformasi dari penggunaan energi fosil ke non fosil. Karena energi fosil ini ke depan akan bisa habis, tapi non Fosil insyaAllah Allah anugerahkan sumber energi yang luar biasa baik tenaga surya, air, angin, maupun panas bumi,” katanya.
Bantuan PLTS Atap ini diserahkan kepada 18 Ponpes dan 2 UPT Pelabuhan Perikanan. Yakni Masjid Al-Akbar – Surabaya 13.200 WP, Ponpes Islam At Tauhid ASPI2 Surabaya 5000 WP, Ponpes Bumi Shalawat Progresif – Sidoarjo 10.000 WP, Ponpes Zainul Hasan Genggong – Probolinggo sebesar 10.000 WP, Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo – Situbondo 10.000 WP, dan Ponpes Al Qodiri – Jember 10.000 WP.
Kemudian Ponpes Darussalam – Banyuwangi 10.000 WP, Amanatul Ummah – Surabaya, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim – Mojokerto 10.000 WP, Ponpes Al- Falah – Kediri 5.000 WP, Ponpes Hidayatul Mubtadi-in – Kediri 10.000 WP, Ponpes Qomarrudin Gresik 5.000 WP, Ponpes Al Falah – Malang 5.000 WP, Ponpes Syaikhona Moh Cholil – Bangkalan 10.000 WP, dan Pendidikan dan Sosial KH. Maulana Ishaq – Sampang 5.000 WP.
Baca Juga:
Doktor Baru IBS PKMKK, Tanda Transformasi Pesantren Modern Berbasis Riset
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
Selanjutnya, Ponpes Tahfidhil Qur’an Sirojul Ulum – Kediri 10.000 WP, Ponpes Al Ikhlas – Pasuruan 10.000 WP, Ponpes Daru Ulil Albab – Nganjuk 5.000 WP, Ponpes Anwarul Haromain – Trenggalek 5.000 WP, UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar – Kab. Banyuwangi 25.000 WP, dan UPT Pelabuhan Perikanan Pantau Pondokdadap – Kab. Malang 25.000 WP.
Saat sesi wawancara, Khofifah mengakui penggunaan sumber daya alam harus juga dievaluasi bersama dengan kondisi lingkungan dengan amdal.
“Harga bahan bakar yang bisa saja naik lagi itu membuktikan kita harus memperbaiki, mengevaluasi penggunaan energi termasuk juga kondisi lingkungan dan tidak lupa juga kembali ke diri sendiri apabila tidak memiliki keperluan penting maka lebih baik hemat energi, ” kata Khofifah
“Saya tau dan saya juga merasa ini belum cukup, tapi setidaknya kita semua harus berusaha dan mengevaluasi diri sendiri, ” tutupnya
Khofifah juga ingin mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan migrasi dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan.
“Saya ingin mengajak masyarakat sebanyak mungkin untuk bisa mentransformasikan dari bensin ke listrik dan itu akan menjadi penguatan terhadap saya tumbuh alam di bumi kita, ” ujarnya.
Baca Juga:
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”
Badri Khumaini Siap Maju Ketua GP Ansor Pamekasan, Usung Penguatan Kaderisasi
Ia mengatakan bahwa semua pembangunan ini diperkirakan akan menggunakan energi alam yang nantinya bisa saja berdampak buruk.
“Sekarang kita masih berlari ke green energy, harapan kita bisa terus mengajak masyarakat lebih luas lagi untuk bisa mentransformasikan dari energi fosil ke energi non fosil,” imbuhnya.
“Harapannya terus akan bisa mengajak masyarakat lebih luas lagi, mentransformasikan energi fosil menjadi energi non-fosil, ” tutupnya saat wawancara. (Andy Setiawan)***















