Kisah Orang Terakhir Keluar Neraka dan Masuk Surga

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 25 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gatot Sundoro

JATIMRAYA.COM – Semua umat Muslim tentu ingin masuk Surga dan menghabiskan waktu selamanya disana. Namun masuk Surga bulan hal yang mudah dan penuh cobaan.

Beberapa sumber pustaka menyebutkan orang yang terakhir keluar dari Neraka dan terakhir masuk Surga adalah suku Juhainah bernama Juhainah.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Abdullah bin Mas’ud dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari; Nabi saw bersabda:” Sesungguhnya aku mengetahui orang terakhir yang keluar dari Neraka dan yang terakhir masuk Surga. Dia keluar dari Neraka dengan merangkak, kemudian ALLOH berfirman :” Pergilah dan masuklah engkau ke Surga.”

Ia pun mendatangi Surga, tetapi ia membayangkan bahwa Surga itu telah terisi penuh. Ia pun kembali dan berkata:” Wahai RABB ku, aku mendatangi Surga tetapi sepertinya sudah penuh.”

Dua kali dia bolak balik, ia beranggapan Surga telah penuh.

ALLOH kembali berfirman kepadanya:” Pergilah engkau dan masuklah Surga, karena untukmu Surga itu seluas sepuluh kali dunia.”

Orang itu berkata:” Apakah ENGKAU menperolok olokku, sedangkan ENGKAU adalah Raja Penguasa.”

Abdullah bin Mas’ud berkata:” Aku melihat Rasulullah saw tertawa sampai tampak gigi geraham beliau.”

Kemudian beliau bersabda:” Itulah penghuni Surga yang paling rendah derajatnya.”

Hadits diatas tersebut menegaskan janji ALLOH SWT pada hamba-NYA. Tiap orang yang beriman kepada ALLOH dan Rasul-NYA akan masuk Surga, meskipun bertahap. Mereka akan tinggal di Neraka dulu sebagai imbalan atas dosa dosanya semasa hidup di dunia, baru kemudian dimasukkan ke dalam Surga.

Berita Terkait

Mutilasi Kemasan Konstitusional
Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan
Menjelang Muktamar: Bencana, Syahwat Kekuasaan, dan Kebutaan Spiritual Kita
Perang Hibrida dan Kerentanan Indonesia: Ancaman dari Wilayah Abu-Abu
Epistemicide di Fakultas Hukum: Melenyapkan Warisan Profesor Djokosoetono, Mematikan Nurani Konstitusionalisme
Ketika Keadilan Hanya Fatamorgana
Langgam Angka dan Derita Realita: Ketika Data Menjadi Panggung Ilusi
Nahdlatut Tujjar Abad Kedua: Kadin Jatim, Gus Gudfan, dan Kebangkitan Ekonomi Pesantren

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Mutilasi Kemasan Konstitusional

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Menjelang Muktamar: Bencana, Syahwat Kekuasaan, dan Kebutaan Spiritual Kita

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Perang Hibrida dan Kerentanan Indonesia: Ancaman dari Wilayah Abu-Abu

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:14 WIB

Epistemicide di Fakultas Hukum: Melenyapkan Warisan Profesor Djokosoetono, Mematikan Nurani Konstitusionalisme

Berita Terbaru

Lifestyle

Mutilasi Kemasan Konstitusional

Selasa, 25 Agu 2026 - 19:28 WIB