Usaha Untuk Mengubah Takdir Alloh SWT

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 3 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gatot Sundoro bersama Istri.

Gatot Sundoro bersama Istri.

Oleh: Gatot Subroto

JATIMRAYA.COM – ALLOH SWT adalah yang terbaik untuk manusia, kalau pun ada kejadian buruk, bukan berarti bahwa itu menunjukkan bahwa takdir dari ALLOH adalah buruk.

Bisa jadi takdir buruk itu ada hikmahnya yang bisa untuk bahan evaluasi atau pun malahan bermanfaat yang belum pernah disadarinya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun hikmah takdir buruk bisa untuk:

1. Bahan evaluasi.

2. Agar manusia sadar.

3. Agar manusia bertaubat.

4. Berlindung dan berdoa kepada-NYA.

5. Ada maslahat besar dibalik takdir itu, dll.

Usaha mengubah takdir:

1. Amal kebaikan

Melakukan amal kebaikan merupakan salah satu cara untuk mengubah takdir buruk yang telah ditetapkan ALLOH SWT.

Hal ini berdasarkan hadits:” Beramallah kamu sekalian, karena beramal baik akan mengubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukan-NYA kepadamu (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Sedekah

Sedekah dapat mengubah takdir, berdasarkan hadits:” Sesungguhnya sedekah itu memadamkan kemarahan ALLOH dan menolak ketentuan yang buruk.” (HR. Tirmidzi)

3. Silaturahim

Silaturahim dapat mengubah takdir, bahkan bisa memperpanjang umur, berdasarkan hadits:” Sesungguhnya sedekah dan silaturahim itu dapat menambah umur dan menolak ketentuan buruk yang tidak disukai dan ingin dijauhi.” (HR. Abu Ya’la Al Hambali)

4. Doa

Manusia boleh berdoa untuk menolak takdir ALLOH dengan doa agar ALLOH mengubah takdir-NYA.

Dalam haditsnya, Nabi saw bersabda:” Tiada yang bisa menolak takdir ALLOH, kecuali doa.” (HR. Tirmidzi, Hakim, Ahmad dan Ibnu Majah)

Berita Terkait

Mutilasi Kemasan Konstitusional
Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan
Menjelang Muktamar: Bencana, Syahwat Kekuasaan, dan Kebutaan Spiritual Kita
Perang Hibrida dan Kerentanan Indonesia: Ancaman dari Wilayah Abu-Abu
Epistemicide di Fakultas Hukum: Melenyapkan Warisan Profesor Djokosoetono, Mematikan Nurani Konstitusionalisme
Ketika Keadilan Hanya Fatamorgana
Langgam Angka dan Derita Realita: Ketika Data Menjadi Panggung Ilusi
Nahdlatut Tujjar Abad Kedua: Kadin Jatim, Gus Gudfan, dan Kebangkitan Ekonomi Pesantren

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Mutilasi Kemasan Konstitusional

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Menjelang Muktamar: Bencana, Syahwat Kekuasaan, dan Kebutaan Spiritual Kita

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Perang Hibrida dan Kerentanan Indonesia: Ancaman dari Wilayah Abu-Abu

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:14 WIB

Epistemicide di Fakultas Hukum: Melenyapkan Warisan Profesor Djokosoetono, Mematikan Nurani Konstitusionalisme

Berita Terbaru

Lifestyle

Mutilasi Kemasan Konstitusional

Selasa, 25 Agu 2026 - 19:28 WIB