Marsel Asyerem Diancam TPNPB-OPM karena Latih Bela Negara Pemuda Papua

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 17 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMRAYA.COM – Situasi keamanan di Papua kembali memanas setelah Marsel Asyerem, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Nabire, mendapat ancaman pembunuhan dari kelompok separatis bersenjata TPNPB-OPM.

Ancaman tersebut muncul setelah kelompok militan menuding Marsel telah bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam membina para pemuda asli Papua dalam program bela negara. Informasi sensitif mengenai identitas dan alamat tempat tinggal Marsel telah dikantongi oleh kelompok separatis melalui badan intelijennya, Papua Intelligence Service (PIS).

Menurut laporan PIS, Marsel dan pihak KPA diketahui melatih puluhan pemuda Nabire di Barak Demonstrasi Latihan milik TNI selama tiga bulan terakhir. Program ini tidak hanya menanamkan wawasan kebangsaan dan bela negara, tetapi juga bertujuan untuk membentuk kompi cadangan sipil pro-Pancasila.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dia orang Papua, tapi bekerja sama dengan Indonesia. Itu tidak bisa ditoleransi,” kata Sebby Sambom, juru bicara TPNPB-OPM, melalui pesan kepada wartawan, Sabtu (17/05/2025). Ia menegaskan bahwa Marsel akan menjadi target eksekusi pertama, diikuti oleh tokoh-tokoh lain yang terlibat dalam program serupa.

Sambom juga mengungkapkan bahwa eksekusi Marsel akan dilakukan oleh pasukan gabungan TPNPB-OPM dari lima Kodap wilayah Meepago. Mereka mengklaim telah melakukan pengintaian dan hanya menunggu waktu yang tepat untuk bertindak.

Sementara itu, nama-nama lain yang masuk dalam daftar target OPM sengaja dirahasiakan, demi menjaga elemen kejutan dan mencegah pelarian.

“Marsel dulu yang kita bunuh, yang lain nanti menyusul. Kalau diumumkan sekarang, babi hutannya kabur,” ujar Sambom dalam siaran persnya.

Dalam pernyataannya, OPM juga memperingatkan semua pemuda dan warga sipil agar menghentikan partisipasi dalam kegiatan pelatihan tersebut. Kelompok bersenjata itu menyebut program tersebut sebagai ancaman langsung terhadap eksistensi gerakan separatis di Papua.

Meskipun program yang digelar tidak berfokus pada pelatihan militer, namun aspek pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan disebut cukup membuat TPNPB-OPM merasa terancam.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Nabire maupun aparat TNI terkait ancaman ini. Namun, masyarakat sipil di sekitar lokasi pelatihan dikabarkan mulai merasa khawatir dan meningkatkan kewaspadaan. (as)

Berita Terkait

USANITA Perkuat Akses Global Usahawan Malaysia Indonesia
Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan
Menpora Dukung Penuh Program PBMI, Muaythai Indonesia Tancap Gas Menuju SEA Games Malaysia
Menhan-PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan
Dari “Kaleidiskop Media Massa 2025”, Perlu Intervensi Negara untuk Menjaga Eksistensi Media
H. Iwan Efendi Nakhodai DPC PDI Perjuangan Sampang Periode 2025-2030
Peduli Korban Bencana, Grup Merdeka Serahkan Donasi Rp977 Juta ke BAZNAS RI
PWI Pusat Terbitkan Tiga Surat Edaran untuk Anggota se-Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:47 WIB

USANITA Perkuat Akses Global Usahawan Malaysia Indonesia

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:09 WIB

Menpora Dukung Penuh Program PBMI, Muaythai Indonesia Tancap Gas Menuju SEA Games Malaysia

Rabu, 24 Desember 2025 - 17:49 WIB

Menhan-PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:26 WIB

Dari “Kaleidiskop Media Massa 2025”, Perlu Intervensi Negara untuk Menjaga Eksistensi Media

Berita Terbaru

Lifestyle

Sholat Jenazah

Jumat, 16 Jan 2026 - 07:44 WIB