Ayah yang Tak Pernah Melihat Rapor Anaknya

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 11 Agustus 2023 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tofan Mahdi

Tofan Mahdi

Oleh: Tofan Mahdi

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

JATIMRAYA.COM, Saya tidak tahu, sikap ini benar atau salah. Tapi saya melakukannya. Sejak lama sampai sekarang. Saya adalah orang tua (ayah) yang tidak pernah melihat rapor (nilai akademik) anaknya. Tidak pernah. Kalau pun pernah, jarang dan biasanya hanya untuk membubuhkan tanda tangan.

“Ayah aku ranking dua lho di kelas. Nilai-nilaiku naik semua. Koq Ayah cuek sih?” rajuk Anak Gadis dalam sebuah kesempatan.

Saya mengucapkan selamat. Tapi ya, biasa saja.

“Ayah kenapa koq gak pernah melihat raporku?”.

Sambil tersenyum, saya jawab. “Ayah tahu dirimu lebih baik dari angka-angka di dalam rapor itu. Pun, Ayah tahu lebih detail dirimu daripada penilaian wali kelas yang ditulis di rapor itu. Jadi buat apa Ayah baca lagi. Wong tiap hari Ayah sama kamu,” saya jawab dengan sedikit guyon.

Tidak hanya kepada Anak Gadis, sikap yang sama juga saya lakukan kepada Anak Lanang, kakaknya. Saat dulu masih sekolah dan kuliah. Tidak pernah saya menanyakan nilai akademiknya. Pun, waktu itu, saat dia akan memilih tempat kuliah. Tidak pernah mengarahkan, apalagi menyuruh. Tetapi jika dia bertanya tempat kampus atau program studi A atau B, saya dengan senang hati menjelaskannya. Tentu dalam perspektif subjektif saya.

Selain Anak Gadis yang lagi menyiapkan diri untuk bisa masuk universitas negeri terbaik di negeri ini, yang lain dalam keluarga adalah lulusan kampus “luar negeri” alias perguruan tinggi swasta. Saya dan mamanya di Jember, Anak Lanang di Jakarta. Alhamdulillah sampai hari ini kami baik-baik saja.

“Pokoknya aku mau kuliah di U*.” Anak Gadis yang lebih punya sikap terus terang sering protes. Tapi sebagai Ayah saya punya alasan.

Seperti halnya keluarga yang lain, bagi kami sekolah adalah hal yang penting. Sangat penting. Tetapi ada yang lebih penting dari itu, belajar dan menuntut ilmu. Sekolah adalah salah satu tempat menuntut ilmu, tetapi menuntut ilmu tidak hanya di sekolah. Bisa di mana saja, termasuk di dalam rumah.

Apakah saat ini sekolah sudah menjadi tempat terbaik untuk belajar dan menuntut ilmu? Belum tentu. Saya tetap percaya, mau belajar atau bekerja, yang penting dan menentukan masa depan anak-anak kita bukan di mana mereka berada. Tetapi bagaimana mereka di situ. Mau kuliah di UA, UB, UC sama saja. Mau kuliah di negeri atau luar negeri, sama saja.

“Ayah jawab. Kenapa raporku gak pernah dilihat?” tanya Anak Gadis lagi.

“Bagi Ayah, nilai itu hanyalah angka, tidak

mencerminkan apa-apa. Tanpa melihat rapor, setiap hari Ayah mengikuti perkembangan dirimu. Mulai bayi sampai hari ini. Nilai akademik penting, tetapi bukan nomor satu. Bagi Ayah yang jauh lebih penting adalah bagaimana ibadahmu, sikap, perilaku, dan unggah-ungguh (adab)-mu. Terutama adab kepada kedua orang tuamu. Karena, percaya sama Ayah, itu yang akan lebih menentukan kesuksesan masa depanmu.”

Di depan gerbang sekolah, Anak Gadis cium tangan seraya berbisik, “Ayah, uang saku. I love you.” Kami tertawa.

Semoga sekolah dan kampus-kampus di Indonesia bisa tempat belajar dan menuntut ilmu yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita. (Andy Setiawan)***

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Berita Terkait

Menko Muhadjir: Kampung Belawan Merupakan Salah Satu Program Prioritas Pemerintah
Menko PMK Muhadjir: Dengan Adanya Sport Center Atlet Bisa Meraih Prestasi Gemilang
Pengingat Bagi  Para Pemburu Kekuasaan
Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faisal: Diperlukan Komitmen Dari Pemerintah Dalam Menjaga dan Meningkatkan Kedaulatan Pangan
Menko PMK Muhadjir: Ketersediaan Air Bersih Salah Satu Upaya Menghapus Kemiskinan Ekstrem dan Stunting
Libur Nataru, SARIROTI Siap Melayani Konsumen di Seluruh Tempat
Memahami Dunia Terbalik
Gubernur Kalsel Paman Birin Setuju Porwanas Digelar Agustus 2024
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 15:16 WIB

Preseden Buruk Sang Presiden

Rabu, 21 Februari 2024 - 15:52 WIB

VIDEO – Pilkada Serentak, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim Siap Bertarung sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Timur

Senin, 19 Februari 2024 - 11:26 WIB

DR Ahmad Basarah Bakal Menduduki Kursi Pertama DPR RI dari Dapil V Malang Raya

Sabtu, 17 Februari 2024 - 13:52 WIB

Prabowo Kunjungi Rumah Almarhum Jenderal Wismoyo Arismunandar, Usai Ziarah Makam Orangtua

Kamis, 15 Februari 2024 - 13:04 WIB

Babak Baru Instabilitas Keris Empu Gandring

Sabtu, 10 Februari 2024 - 16:06 WIB

Dari Solo, Megawati Soekarnoputri Serukan agar Pendukungnya Tak Gentar Hadapi Berbagai Bentuk Intimidasi

Sabtu, 10 Februari 2024 - 11:06 WIB

VIDEO – Gus Miftah Pimpin Sholawat Bersama Prabowo dan Ratusan Ribu Warga di Sidoarjo, Jawa Timur

Sabtu, 10 Februari 2024 - 10:56 WIB

Gus Miftah Pimpin Sholawat Bersama Prabowo dan Ratusan Ribu Warga di Sidoarjo, Jawa Timur

Berita Terbaru

Agung Sapta Adi.

Politik

Preseden Buruk Sang Presiden

Kamis, 22 Feb 2024 - 15:16 WIB