BMKG Modifikasi Cuaca Demi Antisipasi Kekeringan Ekstrem di Musim Kemarau

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 2 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi modifikasi cuaca. (foto: ist)

Ilustrasi modifikasi cuaca. (foto: ist)

Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) sedang melakukan upaya modifikasi cuaca. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan curah hujan di tengah musim kemarau. Kali ini BMKG memilih lokasi di Malang mulai 1 hingga 10 Juni 2024 mendatang.

Ketua Tim Meteorologi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Shanas Septy menyebutkan, program modifikasi cuaca tersebut dilakukan oleh BMKG Pusat bekerja sama dengan beberapa stakeholder terkait.

Target modifikasi cuaca ini untuk mengantisipasi kekeringan ekstrem yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Jatim. Sebab, saat ini sejumlah daerah telah mengalami kekeringan sesuai dengan dinamika cuaca.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan pantauan balai besar wilayah sungai, debit air baik DAS dan waduk sudah menurun pada periode peralihan musim dan awal musim kemarau. Antisipasi ini diperlukan agar debit air tetap terjaga dan dapat digunakan oleh masyarakat untuk kehidupan sehari-hari dalam menghadapi musim kemarau. Khususnya pada periode puncaknya di bulan Juli dan Agustus,” papar Shanas.

Dia menjelaskan, proses modifikasi cuaca ini dengan cara menebar garam mikroskopis pada awan-awan potensial di berbagai daerah di area tangkapan air berupa waduk dan DAS. Sehingga, hujan yang turun dapat memenuhi waduk maupun DAS.

Untuk pengamatan cuaca di Jatim, Shanas menyebut, musim kemarau awal sudah terjadi di sebagian wilayah Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi pada April 2024.

“Sedangkan untuk puncak musim kemarau nanti dominan terjadi pada bulan Agustus 2024,” ucapnya.
Meski begitu, lebih lanjut Shanas mengatakan, tak menutup kemungkinan hujan masih bisa terjadi di musim kemarau dengan intensitas berbeda, sesuai dengan dinamika cuaca dan kondisi daerah.

Berita Terkait

DLH dan Kemenag Sumenep Bersinergi Jaga Kebersihan Lingkungan
Ketua dan Sekretaris PWI se-Madura Dorong Keterwakilan Pengurus di Jatim Agar Tak Dipandang Sebelah Mata
Sidoarjo Kembangkan Perpustakaan Digital untuk Perkuat Budaya Literasi
Subandi Salurkan Kursi Roda kepada Penyandang Disabilitas dan Penderita Stroke
Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Inovasi Pemkab Sidoarjo Meningkat, Subandi Soroti Stunting dan Pengangguran
Teken MoU, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas untuk Menjaga Ketahanan Nasional
Bupati Subandi Apresiasi Senada Fest Fatayat NU, Dorong Perempuan Berkarya untuk Sidoarjo

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Ketua dan Sekretaris PWI se-Madura Dorong Keterwakilan Pengurus di Jatim Agar Tak Dipandang Sebelah Mata

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Sidoarjo Kembangkan Perpustakaan Digital untuk Perkuat Budaya Literasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Subandi Salurkan Kursi Roda kepada Penyandang Disabilitas dan Penderita Stroke

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Inovasi Pemkab Sidoarjo Meningkat, Subandi Soroti Stunting dan Pengangguran

Berita Terbaru

Lifestyle

Kok Haji Isam?

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:18 WIB

Lifestyle

Nyali Prabowo di Antara Dikte Pasar dan Cengkeraman Oligarki

Sabtu, 24 Okt 2026 - 08:03 WIB