JATIMRAYA.COM – Jasad Balita usia 4 tahun, Alghaisan Hafiz Fahrezi, warga Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, akhirnya ditemukan.
Jasadnya ditemukan pada, Ahad (11/2/2024), setelah sempat hilang sehari semalam.
Jasad korban ditemukan Tim SAR gabungan, tergeletak di bibir sungai, menembus wilayah Desa Nglandung, Kecamatan Geger, berjarak sekira 500 sampai 1 kolometer dari titik terceburnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Supriyanto dan Sriyani itu, menemukan korban dalam keadaan tak bernyawa.
Posisinya terlentang di bibir sungai, mengenakan celana pendek dan kaos lengan pendek.
“Alhamdulilah, korban yang hilang kemarin, hari ini sudah ditemukan,” kata Boby Saktia Putra Lubis, Kepala BPBD Kabupaten Madiun, menjawab jurnalis.
Baca artikel lainnya di sini : Jalur Alternatif Madiun – Magetan, Jawa Timur Terhalang Pohon Tumbang, Arus Lalu Lintas Tersendat
Baca Juga:
Khofifah Apresiasi 505 Sekolah Jatim yang Berpartisipasi dalam ImagiNation 2026
Kasus Penyadapan Prabowo Jadi Sorotan, Airlangga: Pengaruhi Sentimen Investor
BP Tapera Kejar Target 350.000 Rumah Subsidi, Realisasi Baru 200.698 Unit
“Ditemukan di perairan, dekat jembatan Desa Nglandung,” imbuhnya.
Jasad korban langsung dievakuasi, dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarganya.
Lihat juga konten video, di sini: Prabowo Subianto Ucapkan Terima Kasih, 600 Ribu Warga Tumpah di Kampanye Akbar Prabowo – Gibran
Sebelum diterimakan keluarganya, jasad korban dilakukan pemeriksaan oleh Tim Medis Puskesmas dan aparat kepolisian setempat.
Baca Juga:
Trisakti dan Keberanian Mengoreksi Kawan
11 Provinsi Sudah Mendaftar, Porwanas 2027 di Lampung Bidik 5.000 Peserta
“Iya, sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” tutur Pusdalops BPBD Kabupaten Madiun.
“Ditemukan di sungai Desa Nglandung, dekat pohon Kamboja. Langsung dibawa ke rumah duka untuk otopsi,” imbuhnya.
Kepala Desa Jatisari, Eko Aris Setiawan, membenarkan penemuan jasad salah seorang warganya.
Aris yang selalu berada di lapangan untuk melakukan koordinasi dengan pihak SAR, memperkirakan titik penemuan jasad korban berjarak antara 500 sampai 1 kilometer.
“Sudah ketemu barusan. Terbawa arus sungai sampai masuk Desa Nglandung. Jaraknya sekira 500 sampai 1 kilometer lah, kira-kira,” kata Aris.
Aparat kepolisian yang memeriksa jasad korban, tidak menemukan sesuatu yang ganjil dan mencurigakan atas kematian korban.
Baca Juga:
BI Catat Cadangan Devisa RI Oktober 2026 Capai US$146,8 Miliar
Gugatan Hak Cipta Lagu “Swim” BTS Resmi Dicabut di Amerika Serikat
Insentif PPh 21 DTP 2027 Bakal Berlaku untuk Semua Karyawan Bergaji di Bawah Rp10 Juta
Tewasnya korban diduga terpeleset laku jatuh ke sungai dan tenggelam, saat dia bermain di sekitar Sungai Tawang yang tak jauh dari rumahnya.
Jasad korban diserahkan kepada pihak keluarganya, untuk segera dimakamkan.
Aparat kebencanaan setempat menghimbau kepada masyarakat luas, agar senantiasa mewaspadai segala kemungkinan buruk yang terjadi di sekitarnya.
Terlebih saat ini masih berlangsung musim penghujan.
Dampak negatif berupa terpeleset masuk sungai, angin puting beliung, pohon tumbang, tanah longsor, banjir dan bentuk bencana lainnya masih mungkin terjadi. (fin).***
Artikel di atas juga sudah dìterbitkan di portal berita nasional dari Jawa Timur Hellojatim.com
Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Harianindoneisa.com dan Aktuil.com
















