Majukan Pendidikan Vokasi, Menko Muhadjir Resmikan SMK Asy-Syarif Mitra Industri Mojokerto

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 16 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Muhadjir didampingi Menteri Ketenagakerjaan sekaligus Pembina Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syarif Ida Fauziyah saat meresmikan SMK Asy-Syarif Mitra Industri Mojokerto, Minggu (15/9).

Menko Muhadjir didampingi Menteri Ketenagakerjaan sekaligus Pembina Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syarif Ida Fauziyah saat meresmikan SMK Asy-Syarif Mitra Industri Mojokerto, Minggu (15/9).

JATIMRAYA.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meresmikan SMK Asy-Syarif Mitra Industri Mojokerto yang merupakan hasil dari komitmen bersama antara pihak sekolah, pemerintah daerah, dunia industri, dan masyarakat dalam memajukan pendidikan vokasi di Mojokerto, pada Minggu (15/9/2024).

Menko PMK mengapresiasi langkah positif yang telah dilakukan jajaran terkait dalam membangun sekolah tersebut, karena telah sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 untuk revitalisasi keterkaitan antara dunia usaha dan industri dengan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Apa yang dilakukan di sekolah ini sudah sangat tepat, tidak hanya memastikan angkatan kerja produktif diserap oleh dunia kerja, dan bekerja secara produktif, tetapi juga membangun sistem yang baik dari sektor hulu. Terutama dalam memastikan match and link antara dunia pendidikan dan dunia industri,” ujar Muhadjir.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muhadjir menuturkan, upaya itu penting mengingat Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan besar dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia di tengah era globalisasi dan kemajuan teknologi.

Menurutnya, tantangan ini sekaligus merupakan peluang besar karena penduduk Indonesia didominasi oleh generasi Z dan milenial, di mana mayoritas penduduk berada dalam usia produktif.

“Kolaborasi yang baik ini menjadi langkah penting, karena tanpa kemitraan antara lembaga pendidikan dan pelatihan dengan dunia kerja dan usaha, maka cita-cita untuk menyongsong 100 tahun Indonesia Emas di tahun 2045 tidak dapat berjalan dengan baik,” tutur Muhadjir.

Muhadjir menjelaskan, kunci untuk menjadi negara maju di tahun 2045 mendatang adalah melalui upaya untuk membangun tenaga kerja produktif dengan kerja-kerja yang juga produktif.

Untuk itu perlu disiapkan melalui sistem yang baik agar menghasilkan tenaga terampil dan mampu bersaing di dunia kerja.

“Mereka yang disebut sebagai warga negara produktif adalah mereka yang tenaganya masih bagus, pendidikannya sangat siap, bekal keterampilannya juga cukup, dan masuk dunia kerja dengan penghasilan yang tinggi. Itu namanya orang usia produktif dan bekerja secara produktif. Itu menjadi kunci kalau Indonesia ingin maju,” jelas Muhadjir.

Muhadjir mendorong, langkah tepat yang telah dirintis oleh pihak-pihak terkait dalam membangun SMK Asy-Syarif Mitra Industri Mojokerto harus menjadi contoh bagi pemangku kepentingan di daerah lain, sebagai bagian dari langkah besar untuk mendukung rencana strategis nasional dalam membangun pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Salah satu yang dirintis dalam sekolah ini adalah langkah besar untuk mendukung konstelasi nasional yang harus dicontoh oleh daerah lain,” pungkas Muhadjir.

Hadir dalam agenda itu, Menteri Ketenagakerjaan sekaligus Pembina Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syarif Ida Fauziyah, Pembina Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syarif Taufiq R. Abdullah, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, dan Pendiri SMK Mitra Industri MM2100 Yoshihiro Kobi Utsman. (AS)

Berita Terkait

USANITA Perkuat Akses Global Usahawan Malaysia Indonesia
Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan
Menpora Dukung Penuh Program PBMI, Muaythai Indonesia Tancap Gas Menuju SEA Games Malaysia
Menhan-PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan
Dari “Kaleidiskop Media Massa 2025”, Perlu Intervensi Negara untuk Menjaga Eksistensi Media
H. Iwan Efendi Nakhodai DPC PDI Perjuangan Sampang Periode 2025-2030
Peduli Korban Bencana, Grup Merdeka Serahkan Donasi Rp977 Juta ke BAZNAS RI
PWI Pusat Terbitkan Tiga Surat Edaran untuk Anggota se-Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:47 WIB

USANITA Perkuat Akses Global Usahawan Malaysia Indonesia

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:09 WIB

Menpora Dukung Penuh Program PBMI, Muaythai Indonesia Tancap Gas Menuju SEA Games Malaysia

Rabu, 24 Desember 2025 - 17:49 WIB

Menhan-PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:26 WIB

Dari “Kaleidiskop Media Massa 2025”, Perlu Intervensi Negara untuk Menjaga Eksistensi Media

Berita Terbaru