Menko PMK Berharap UMUKA Solo Bisa Bersaing dengan Perrguruan Tinggi Lain

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 10 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Muhadjir berikan cinderamata pada perwakilan UMUKA.

Menko Muhadjir berikan cinderamata pada perwakilan UMUKA.

JATIMRAYA.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan apresiasi atas dibukanya program studi Diploma-4 (D-4) Akupunktur dan Pengobatan Herbal di Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) Solo.

Muhadjir menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Hybrid Dies Natalis Ke-2 UMUKA Solo, bertajuk “Perspektif Herbal dan Holistic Care Era Menuju Generasi Sehat Mental”, yang diselenggarakan di UMUKA Solo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu (8/5/2024).

“Saya sangat senang hadir di sini untuk kedua kalinya. Ternyata pertumbuhan UMUKA sudah sangat luar biasa. Pilihan ini saya kira sangatlah tepat, karena itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menko PMK menyampaikan, adanya inovasi program studi bidang pengobatan alternatif dan herbal ini akan menjadi terobosan baru dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Dia menyampaikan bahwa dibukanya program studi pengobatan alternatif dan herbal ini adalah pilihan tepat.

Apalagi, perkembangan dunia pengobatan saat ini sudah beralih menuju pengobatan alternatif herbal dan mulai meninggalkan produk-produk kimia. Di negara-negara maju seperti Jepang sudah mulai mengembangkan pengobatan alternatif dan herbal.

“Saya percaya dengan kesehatan di dunia ini akan kembali ke teknologi ramah lingkungan. Kembali ke alam tradisional dan keunggulan lokal akan menjadi titik tolak,” jelasnya.

Lebih lanjut Menko Muhadjir menyampaikan bahwa adanya program studi ini akan mencetak lulusan yang akan menjadi SDM kompeten dalam bidang pengobatan alternatif akupunktur dan obat-obatan herbal yang akan berkontribusi dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Sebagai salah satu pelopor program vokasi yang mendukung pengembangan pengobatan alternatif dan herbal di Jawa Tengah, Menko PMK berharap agar UMUKA bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain dalam pembangunan, serta menjadi kawasan penyangga dari Solo Raya yang juga memiliki daya saing.

“Ini adalah jalan yang sudah benar yang dilakukan UMUKA dan perlu segera dipercepat perkembangannya di bidang pengobatan herbal. Karena kalau semakin cepat nanti mereka yang akan memulai akan di belakang kita. Kalau kita terlambat orang mudah mengejar. Karena itu kita harus terus kembangkan prodi ini dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara UMUKA Solo dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan beberapa Kementerian dan Lembaga untuk pengembangan riset-riset di bidang pengobatan alternatif dan herbal. Muhadjir juga meminta supaya kehadiran BRIN bisa dimanfaatkan UMUKA dengan baik untuk mengembangkan program studi sehingga riset bisa dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Diketahui, Universitas Muhammadiyah Karanganyar atau populer disebut UMUKA Solo membuka Program Studi (Prodi) baru Diploma-4 Akupunktur dan Pengobatan Herbal pada tahun Ajaran 2023/2024. Prodi baru ini banyak diminati calon mahasiswa baru termasuk dari luar kota karena Prodi itu terbilang masih langka namun memiliki prospek kerja luas di berbagai sektor.

UMUKA Solo memiliki 14 Prodi yang inovatif, untuk S-1 yakni Teknik Komputer, Informatika, Fisioterapi, Akuntansi, Bisnis Digital, Ilmu Komunikasi, Peternakan, Hukum Bisnis, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, untuk Prodi D-4 yakni Akupuntur dan Pengobatan Herbal, sedangkan untuk Prodi D-3 yakni Produksi Ternak, Perhotelan, dan Pariwisata.

Turut hadir Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko, Ketua BPH UMUKA Solo Ravik Karsidi, Rektor UMUKA Solo Muhammad Samsuri, serta jajaran Pengurus Daerah Muhammadiyah Karanganyar. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Pemerintah Indonesia Harus Berdiri di Sisi Iran
Wisuda ke-27 Universitas Al-Ahgaff: 14 Putra Madura Ukir Prestasi di Negeri Yaman
TNI Bantah Isu 9 Warga Sipil Tewas dalam Kontak Senjata di Puncak Papua
Gratis 24 Jam Layanan Konsultasi Khusus Varises bagi Masyarakat Sebulan Penuh oleh tim Varises Indonesia
Jelang Mudik Lebaran, BRI Perkuat Edukasi Keamanan Digital bagi Nasabah
Petrokimia Gresik Raih Dua Penghargaan di Anugerah BUMN 2026, Dirut Daconi Khotob Sabet Best CEO
PCM Grand Wisata Bekasi Resmi Terbentuk, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pemberdayaan Warga
Akhmad Munir: Keberhasilan HPN 2026 Banten Tak Lepas dari Peran Mitra PWI

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 16:42 WIB

Pemerintah Indonesia Harus Berdiri di Sisi Iran

Minggu, 19 April 2026 - 08:38 WIB

Wisuda ke-27 Universitas Al-Ahgaff: 14 Putra Madura Ukir Prestasi di Negeri Yaman

Sabtu, 18 April 2026 - 17:06 WIB

TNI Bantah Isu 9 Warga Sipil Tewas dalam Kontak Senjata di Puncak Papua

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:15 WIB

Gratis 24 Jam Layanan Konsultasi Khusus Varises bagi Masyarakat Sebulan Penuh oleh tim Varises Indonesia

Senin, 16 Maret 2026 - 21:09 WIB

Jelang Mudik Lebaran, BRI Perkuat Edukasi Keamanan Digital bagi Nasabah

Berita Terbaru

DISKUSI IRAN: (dari kiri) Lely Puspitasari, Tofan Mahdi, dan Zezen Zaenal Mutaqien dalam Diskusi Publik di MN KAHMI, Sabtu (18/4).

Nasional

Pemerintah Indonesia Harus Berdiri di Sisi Iran

Minggu, 19 Apr 2026 - 16:42 WIB