Menko PMK Muhadjir: Ketersediaan Air Bersih Salah Satu Upaya Menghapus Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 4 Januari 2024 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko PMK Muhadjir Effendy disambut anak-anak sekolah saat kuker ke Desa Duren, Banjarnegara, Jawa Tengah pada Rabu (3/1/2024).

Menko PMK Muhadjir Effendy disambut anak-anak sekolah saat kuker ke Desa Duren, Banjarnegara, Jawa Tengah pada Rabu (3/1/2024).

JATIMRAYA.COM, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut pemerintah saat ini sedang melakukan pengeboran sumur dalam di wilayah yang sering mengalami kekeringan. Ketersediaan air bersih sebagai salah satu upaya menghapus kemiskinan ekstrem serta stunting di desa-desa.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

“Alat yang kita pergunakan saat ini dibantu dari Kementerian terkait untuk mengebor sumur air bersih di Desa Duren nantinya air tersebut digunakan sehari-hari oleh penduduk desa setempat. Sehingga warga desa tidak mengalami kesulitan air bersih saat kemarau panjang nantinya,” Jelas Menko Muhadjir saat mengunjungi Desa Duren, Banjarnegara, Jawa Tengah sebagai salah satu desa yang terdampak kekeringan akibat El Nino pada Rabu (3/1/2024).

Menko Muhadjir juga menjelaskan bahwa kebutuhan air bersih dan air minum untuk Indonesia saat ini masih sangat tinggi terutama daerah-daerah yang tidak memiliki air secara permukaan yang cukup. Karena itu, diperlukan pengeboran air dalam.

Ketersediaan air bersih dan air minum juga penting untuk mencegah stunting dan dapat membantu menghapuskan kemiskinan ekstrem. Karena kedua isu tersebut memiliki persamaan dalam penanganannya yakni pertama mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin, kemudian yang kedua mendorong supaya keluarga miskin yang masih produktif bisa berproduksi sehingga pendapatannya naik.

“Karena itu setiap desa dengan Dana Desa itu diupayakan harus bisa menciptakan pekerjaan sehingga para warga sekitar mendapatkan tambahan,” ujarnya.

Selanjutnya yang ketiga, baik stunting maupun kemiskinan ekstrem harus dipenuhi kebutuhan dasarnya termasuk pembangunan infrastruktur dasar yakni ketersediaan instalasi jaringan air bersih.

“Jadi, baik stunting maupun kemiskinan ekstrem sangat terkait dengan kebutuhan air, karena itu kalau pemerintah saat ini sedang membangun jaringan air bersih termasuk ngebor air bawah tanah itu kita harapkan masalah stunting dan kemiskinan ekstrem bisa diatasi,” Jelas Menko Muhadjir.

Warga yang diwakili Kepala Desa Duren berterimakasih kepada Menko Muhadjir karena dapat mengurangi beban pengeluaran 173 KK  untuk membeli air bersih. Selanjutnya pengelolaan sumur bor dipastikan dapat melibatkan masyarakat sehingga berpeluang membuka lapangan pekerjaan.

Sebelumnya Menko Muhadjir mendampingi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam acara Groundbreaking Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Presiden Republik Indonesia juga berdialog bersama Kepala Desa Se-Kabupaten Banjarnegara di Desa Pagak. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Menko Muhadjir: Kampung Belawan Merupakan Salah Satu Program Prioritas Pemerintah
Menko PMK Muhadjir: Dengan Adanya Sport Center Atlet Bisa Meraih Prestasi Gemilang
Pengingat Bagi  Para Pemburu Kekuasaan
Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faisal: Diperlukan Komitmen Dari Pemerintah Dalam Menjaga dan Meningkatkan Kedaulatan Pangan
Libur Nataru, SARIROTI Siap Melayani Konsumen di Seluruh Tempat
Memahami Dunia Terbalik
Gubernur Kalsel Paman Birin Setuju Porwanas Digelar Agustus 2024
Amerika, Israel, Inggris dan Rumah Laba-laba
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 19:32 WIB

Angkat Budaya Leluhur, PWI Jatim Gelar Pameran Lukisan Jansen Jasien

Selasa, 27 Februari 2024 - 21:20 WIB

Masyarakat Perlu Waspadai Potensi Cuaca Ekstrim di Wilayah Jatim

Selasa, 27 Februari 2024 - 09:55 WIB

Pemkab Sidoarjo Serahkan Bantuan Sembako Kepada Warga Terdampak Banjir

Senin, 26 Februari 2024 - 09:39 WIB

Ayah Asal Solo Tewas Tenggelam Saat Menolong Anaknya Terseret Ombak Laut Selatan di Pesisir Pacitan

Senin, 26 Februari 2024 - 09:12 WIB

Jalur Tujuan Wisata Telaga Sarangan Sempat Tersendat karena Ada Mobil Tertimpa Pohon Ambruk

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:05 WIB

Kakek di Madiun Tabrakkan Diri ke Kereta Api yang Melintas Cepat, Diduga Jengkel Sakit Menahun

Kamis, 22 Februari 2024 - 08:39 WIB

Termasuk Jawa Timur BMKG Sebut 14 Daerah Berstatus Waspada Terkait Dampak Hujan di Indonesia

Rabu, 21 Februari 2024 - 14:53 WIB

Timpa Rumah di Ponorogo, Terjangan Hujan Angin Tumbangkan Pohon Peneduh Berukuran Besar

Berita Terbaru

Petugas saat bersihkan pohon tumbang akibat hujan lebat disertai angin di Sidoarjo.

Berita Jatim

Masyarakat Perlu Waspadai Potensi Cuaca Ekstrim di Wilayah Jatim

Selasa, 27 Feb 2024 - 21:20 WIB

Hadi Prasetyo, pengamat sosial - politik

Politik

Analisis Politik: Terseok dan Rapuh

Selasa, 27 Feb 2024 - 20:42 WIB