Menteri Erick Thohir Dampingi Presiden Jokowi ke China, Salah Satunya Bahas Kereta Cepat Sampai Surabaya

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 17 Oktober 2023 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri BUMN Erick Thohir. (Facbook.com/@Erick Thohir)

Menteri BUMN Erick Thohir. (Facbook.com/@Erick Thohir)

JATIMRAYA.COM – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke China pada Senin, 16 Oktober 2023

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Erick Thohir bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung akan menemani Jokowi.

Mereka menghadiri Belt and Road Forum for Internarional Cooperation serta bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping dan Ketua Parlemen RRT Zhao Leji.

Rencananya, Jokowi dan Jinping akan membahas sejumlah isu prioritas seperti peningkatan ekspor Indonesia, peningkatan investasi, dan pembangunan ketahanan pangan.

Sebelumnya, Erick Thohir mengatakan rencana pengembangan proyek kereta cepat ke Surabaya akan menjadi salah satu poin pembahasan dengan China.

Baca artikel lainnya di sini: Sapu Langit Digital Melayani Jasa Publikasi Press Release Secara Serentak di Puluhan Media

“Kalau di China itu salah satunya memang diskusi lebih mendalam keberlanjutan kereta cepat dari Bandung ke Surabaya yang studinya sedang dipelajari.”

“Tapi kita juga ingin terus memperbaiki namanya struktur kerja samanya, apakah kepemilikan, bunga dan lain-lain,” ujar Erick Thohir yang juga kandidat cawapres terkuat ini.

Pria yang kini juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim juga ingin memasukan PT INKA sebagai bagian dari Proyek Kereta Cepat Bandung-Surabaya.

Menurut Erick Thohir,.saat ini INKA sudah bisa membangun LRT, dengan berbagai masukan masyarakat pada awalnya.

Selain itu, Erick Thohir menekankan perlunya penambahan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek kereta cepat Bandung-Surabaya sehingga keterlibatan INKA menjadi sejalan.

“Makanya dalam rangka meningkatkan TKDN maka kita melakukan kerja sama INKA, sehingga untuk kereta cepat ke depan bisa sama-sama membangun,” ucap Erick Thohir yang juga Ketum PSSI yang sukses meraih emas SEA Games 2021 Kamboja .

Lebih lanjut, Erick Thohir menambahkan pertemuan dengan China juga ingin mendiskusikan perbaikilan struktur kerja samanya. Itu termasuk isu kepemilikan hingga suku bunga.

“Kalau kita mau menjadi negara maju, namanya infrastrukturnya harus dibangun, apakah jalan tol, kereta api, pelabuhan, bandara yang memang pasti akan perlu waktu. Membangun infrastruktur perlu waktu,” kata Erick Thohir.***

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Berita Terkait

Ekosistem Pangan Nasional Harus Dibangun Terintegrasi dan Komprehensif, Mulai dari Aspek Hulu hingga Hilir
Pemkot Surabaya Imbau Masyarakat Mampu Beli LPG 12 Kilogram
Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat Liburan Hari Raya Idul Adha, KAI Tambah Belasan Kereta Tambahan
Ingin Tetap di Hati Masyarakat Surabaya, Happy Puppy Bagikan 6 Ton Beras Kepada Warga
Upacara Harlah Pancasila di Riau, Ketua DPD RI Apresiasi Upaya Pemerintah Jaga Ketahanan Energi
BRI Himbau Masyarakat Tidak Mudah Terpancing Isu Uang Hilang di Sosial Media, Ini Fakta-Faktanya!
Rakernas IMA 2024, Mendag Minta IMA Terus Kontribusi dan Berikan Dampak Signifikan Bagi Ekonomi Indonesia
Pelatihan Budidaya Bebek, 30 Anggota Gapoktan Sekar Jaya Terima 100 Bibit Bebek Peking Gratis
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 21 Juni 2024 - 20:47 WIB

Raih Citra Baik dari Survei Kompas, DPD RI Siap Lanjutkan Amanat Rakyat

Kamis, 20 Juni 2024 - 20:09 WIB

Perkembangan AI, Antara Keuntungan dan Tantangan dalam Siapkan SDM Unggul

Kamis, 20 Juni 2024 - 08:29 WIB

Dalam Rapat UNESCO, Dewan Pers Usulkan Soal Pelarangan Penyiaran Eksklusif Jurnalisme Investigasi

Rabu, 19 Juni 2024 - 20:31 WIB

Soal Implementasi Standar ILO, Sekjen Kemnaker Terima Kunjungan Deputi ILO untuk Indonesia

Selasa, 18 Juni 2024 - 18:41 WIB

Terkait Pernyataan tentang Perlindungan Orang Tobelo Dalam, Direktur International Survival Asia Temui Ketua DPD RI

Selasa, 18 Juni 2024 - 16:27 WIB

Menaker: Berkurban, Simbol Solidaritas Nilai-Nilai Sosial

Sabtu, 15 Juni 2024 - 18:03 WIB

Pemerintah Godok Aturan Perlindungan Ojol, Ini Masukan Konkret Ketua DPD RI

Sabtu, 15 Juni 2024 - 16:29 WIB

Pelaksanaan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Kota Palu, Menko PMK: Pelayanan Sudah Bagus

Berita Terbaru

Gatot Sundoro

Nusantara

Kemuliaan dan Karamah untuk Sarah, Istri Nabi Ibrahim

Sabtu, 22 Jun 2024 - 08:54 WIB