Pemkot Surabaya Imbau Masyarakat Mampu Beli LPG 12 Kilogram

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 10 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi LPG 3 Kilogram. (Foto: Dok. Jatimraya.com)

Ilustrasi LPG 3 Kilogram. (Foto: Dok. Jatimraya.com)

Pemerintah Kota Surabaya akan melakukan pengawasan terhadap penjualan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kilogram di masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti kebijakan pembelian  LPG 3 kilogram menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang mulai diberlakukan sejak 1 Juni 2024 lalu.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, LPG 3 kilogram sudah semestinya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebab, ia menilai masyarakat kurang mampu lebih membutuhkan.

“Saya sepakat, semua subsidi itu untuk orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Orang yang berkecukupan jangan minta subsidi,” ujarnya, Senin 10 Juni 2024.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

ia meminta kepada masyarakat mampu dengan taraf ekonomi lebih baik agar membeli dan menggunakan LPG 12 kilogram. Tidak menggunakan LPG subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Untuk masyarakat yang mampu, belilah LPG 12 kilogram, tapi yang tidak mampu, belilah yang 3 kilogram. Karena terkadang yang mampu dan memiliki usaha, pakai LPG 3 kilogram,” tegas Eri.

Karena itu, lanjut Eri, berharap masyarakat mampu dapat membantu masyarakat yang tidak mampu, salah satunya dengan tidak menggunakan subsidi pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

“Kita ini harus saling bantu, jangan sampai bantuan pemerintah untuk orang miskin tidak tepat sasaran,” tuturnya.

Untuk mendukung kebijakan pemerintah tersebut, maka orang nomor satu di Surabaya  ini akan menginstruksikan kepada jajarannya untuk melakukan pengawasan penjualan LPG 3 kilogram secara langsung.

“Kita lakukan pengawasan. Semua penjual LPG juga harus membuat laporan, siapa saja yang membeli LPG 3 kilogram ini. Karena kalau untuk kepentingan masyarakat, kita harus tegak lurus karena prinsipnya, jangan sampai bantuan kami tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Dirinya juga menjelaskan, kebijakan yang digulirkan pemerintah pusat ini pasti akan menuai kritik dari berbagai pihak. Namun apabila kebijakan ini tidak diterapkan dengan tegas, maka masyarakat miskin akan semakin terdampak dan tidak menerima hak yang seharunya menjadi bagian mereka.

“Tapi kadang kalau ditertibkan, pemerintah dibilang tidak pro rakyat. Masyarakat miskin kasihan. Kalian yang mampu, jangan terlalu, belilah LPG 12 kilogram,” pinta Eri.

Berita Terkait

Goes to School, Polresta Sidoarjo Tanamkan Disiplin dan Karakter kepada Pelajar
Peringati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional, PWI Tuban Gelar Baksos Gratis
SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć
Pemkab Sidoarjo Dorong Generasi Muda Lestarikan Seni Karawitan
Transparansi SPPG MBG Antar Kapolresta Sidoarjo Raih IJTI Awards 2026
Cegah Hoaks, Polresta Sidoarjo Edukasi Siswa SMA Bhayangkari Porong soal AI
Polwan Jenggala Presisi Patroli Pasar dan Permukiman di Sidoarjo
Bisnis Tetap Jalan, Keluarga Tetap Aman: 5 Langkah Finansial untuk Pemilik Usaha

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:00 WIB

Goes to School, Polresta Sidoarjo Tanamkan Disiplin dan Karakter kepada Pelajar

Minggu, 27 September 2026 - 19:42 WIB

Peringati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional, PWI Tuban Gelar Baksos Gratis

Minggu, 27 September 2026 - 16:58 WIB

SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć

Sabtu, 26 September 2026 - 18:48 WIB

Pemkab Sidoarjo Dorong Generasi Muda Lestarikan Seni Karawitan

Jumat, 25 September 2026 - 20:47 WIB

Transparansi SPPG MBG Antar Kapolresta Sidoarjo Raih IJTI Awards 2026

Berita Terbaru

Lifestyle

Balada Sang Komprador

Selasa, 29 Sep 2026 - 12:03 WIB