JATIMRAYA.COM, Satuan aliansi mahasiswa Jawa Timur melakukan demontrasi di depan gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Senin (16/10).
Pada demo tersebut mereka merasa kecewa dengan apa yang saat ini viral yaitu putra Presiden Jokowi memiliki posisi strategis di dalam negri diantaranya Gibran Rakabuming menjadi Walikota Solo dari fraksi PDIP sedangkan Kaesang Pangarep putra bungsunya yang kini diangkat menjadi ketua umum dari PSI (Partai Solidaritas Indonesia).
Massa mengritisi putra Presiden Jokowi yang dinilai sedang membangun Dinasti Politik. Hal tersebut mulai mencuat ke permukaan publik seiring dengan diangkatnya Kaesang Pangarep sebagai ketum PSI tanpa adanya proses yang dilakukan terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bahwa pada hari ini Pak Jokowi lalai dengan tugasnya karena dia lebih fokus kepada demokrasi pemilu 2024 daripada kasus-kasus yang ada di Indonesia yaitu kasus agraria dan , ” ucap demonstran.
Mereka juga menyinggung dengan rapat pengesahan UU 7 Tahun 2017 tentang pemilu yang disahkan dengan rupa perubahan mengenai umur bagi calon capres dan cawapres.
“Bisanya UU No. 7 ini dirasa penting untuk diubah kawan-kawan ?, ” kata perwakilan demontran menggunakan pengeras suara.
Mereka menyatakan bahwa UU tersebut tidak perlu diubah. Dan apabila diubah mak akan terjadi kekacauankekacauan di seluruh penjuru negri
Baca Juga:
Puncak HPN 2026 di Surabaya, Gus Irfan Raih PWI Jatim Award atas Transformasi Haji
Rakernas PERBAMIDA 2026 Dorong Peran BPR/BPRS Perkuat UMKM dan Ekonomi Nasional
Santri Al Amanah Krian Dapat Edukasi Safety Riding dari Polresta Sidoarjo
Setelah menyatakan penolakan akan perubahan UU No. 7 2017, mereka mengucapkan sumpah mahasiswa secara seksama sembari membangkitkan kembali semangat mereka untuk menyampaikan orasi di depan gedung DPRD. (Andy Setiawan)***













